Lazis juga telah mendirikan masjid darurat sebagai pusat kegiatan beribadah umat muslim, mengaji, dan trauma healing.
MALANG, PERSYADHA – Memasuki Bulan Robiul Awwal, peringatan Hari Lahir Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam semarak di mana-mana. Terlebih, bertepatan dengan Bulan Agustus, bulan kemerdekaan bagi rakyat Indonesia. Berbagai kegiatan diselenggarakan menyemarakkan momen besar tersebut. Hal itu juga yang ada di Ma’had Pengembangan dan Dakwah Nurul Haromain, Ngroto, Pujon, Malang dengan diselenggarakannya Dzikro Maulidirrosul ke-34. Acara rutin tahunan tersebut diselenggarakan di halaman pondok pada Ahad (30/8/2026).

Dihadiri Ribuan Jamaah
Panitia mengklailm acara dihadiri lebih dari lima ribu jamaah yang terdiri dari jamaah Persyadha, masyarakat sekitar pesantren, dan tokoh masyarakat Pujon, Malang. Di dalam sambutannya, beberapa tokoh masyarakat seperti kepala desa Ngroto, Pujon, dan perwakilan Ketua MUI Pujon, Malang mengapresiasi penyelenggaraan Dzikro Maulidirrosul ke-34 ini. Mereka juga mengapresiasi dampak nyata kehadiran pesantren bagi masyarakat dan lingkungan sekitar Pujon.
Lihat Juga: Siaran Dzikro Maulidirrosul ke-34
Sejumlah Pengurus Yayasan Persyada Al Haromain juga hadir dan memberikan sambutan yang diwakili oleh Naibul Amin, K.H. Imam Mawardi. Beliau mengingatkan pentingnya ihyaussunnah dalam kehidupan sehari-hari. Menghidup-hidupkan sunnah Nabi tersebut memang perlu di tengah perkembangan zaman yang semakin terpolarisasi. Selain itu, beliau juga mengingatkan jamaah untuk sami’na wa atho’na atau taat pada penataan kejamaahan oleh Abi serta mendukung langkah dakwah beliau. Dukungan nyata juga diperlukan bagi ekspansi dakwah yang dilakukan Yayasan dengan menginisiasi rencana markas dakwah di wilayah baru yang akan menajdi pusat pendidikan, perkantoran, perumahan, dan maqbaroh muslim.
Lihat Juga: Sami’na Wa Atho’na, Prinsip Utama dalam Berjamaah
Mengundang Ketua Umum MUI Jakarta
Pada peringatan kali ini, panitia penyelenggara mengundang Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta, K.H. M. Faiz Syukron Ma’mun sebagai pembicara utama. Di dalam ceramahnya, Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jakarta tersebut memaparkan alasan perayaan mengapa maulid Nabi bukan merupakan bid’ah yang buruk. Menurut beliau, ajaran Islam memiliki dua sisi, sisi tsawabit atau yang tidak bisa diubah dan sisi mutaghoyyirot atau yang bisa berubah seiring perkembangan zaman. Adapun cinta kepada Nabi adalah ajaran tsawabit yang tidak mungkin diubah, sementara tata cara ekspresi cinta dengan perayaan maulid Nabi seperti sekarang ini adalah bagian dari mutaghoyyirot.
Lihat Juga: Maulid Nabi, Antara Dalil dan Perkembangan Tradisi dalam Islam

Lazis dan Ajakan Kepedulian Sosial
Di acara Dzikro Maulidirrosul ke-34 ini, jamaah juga diajak turut serta bersedekah untuk kepedulian sosial. Ustadz Siswoko, Direktur Lazis Al Haromain memaparkan program sumur bor bagi pengadaan air bersih pesantren di Tulungagung dan Kebumen. Musim kemarau panjang yang sering terjadi di Indonesia memaksa pesantren sering menggunakan air galon ataupun memulangkan santri lebih awal agar tidak terdampak macetnya air bersih.

Kepedulian sosial juga dibutuhkan bagi masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Barat. Menurut keterangan Ustadz Siswoko, mengutip dari tim Lazis yang telah diterjunkan langsung ke lokasi pengungsian di NTT, masyarakat sangat mebutuhkan bantuan makanan. Lazis Al Haromain telah membangun dapur darurat dan membagi-bagikan makanan setiap hari, namun belum cukup memenuhi kebutuhan korban gempa. Lazis juga telah mendirikan masjid darurat sebagai pusat kegiatan beribadah umat muslim, mengaji, dan trauma healing.
Lihat Juga: Kampanye Tanggap Musibah
Penguatan Ekonomi Pesantren
Ma’had Nurul Haromain selaku tuan rumah juga memaparkan pengembangan ekonomi yang telah dijalankan pesantren. Koperasi pesantren/Kopontren Hilal Nur Al Haromain yang diresmikan di momen Istihlal ke-35 bulan April lalu, kini meresmikan pembukaan Enha Space dan Enha Cafe. Enha Space adalah toko kekinian untuk produk-produk buah tangan pesantren, sementara Enha Cafe dibuka bagi para penikmat kopi. Pengembangan tersebut merupakan bagian dari transformasi ekonomi Ma’had Nurul Haromain untuk menjadi lebih profesional dan memenuhi kebutuhan pasar.
Lihat juga: Resmikan Koperasi Pesantren, Ma’had Nurul Haromain Bersiap Melebarkan Sayap Ekonomi Pesantren

Pada kesempatan Dzikro Maulidirrosul ke-34 ini, Abi K.H. M. Ihya Ulumiddin juga menugaskan sejumlah santri alumni Ma’had Nurul Haromain untuk berdakwah secara nyata kepada masyarakat. Beberapa wilayah yang menjadi lahan dakwah para santri adalah Madiun, Mojokerto, Malang, Lumajang, hingga Sukabumi. Mereka menempati lahan yang diwakafkan kepada Yayasan Persyada Al Haromain di beberapa wilayah tersebut. Ada pula yang ditugaskan atas permintaan untuk mengelola dakwah di Masjid seperti di Madiun.

Puncak dari penyelenggaraan Dzikro Maulidirrosul ke-34 adalah bersholawat bersama yang dipimpin K.H. M. Hasan Djauhari, alumni Sayyid Abbas bin Alawi Al-Maliki, Mekah. K.H. M. Hasan Djauhari memang sudah beberapa kali diundang dan selalu menarik perhatian jamaah dengan suluk-suluk indahnya yang dipadu dengan suara khas yang merdu. Didampingi Abi K.H. M. Ihya Ulumiddin dan Ami K.H. Syihabuddin Syifa, mahallulqiyam berlangsung khidmat hingga beberapa jamaah meneteskan air mata.
Kontributor: TI Haryadi







