“Dengan mengusung misi profesional, amanah, terpercaya, berdaya saing, dan meraih keberkahan, Kopontren berkomitmen untuk bisa menyejahterakan seluruh anggota.”
MALANG, PERSYADHA – Mendekati usia ke-40 tahun, Ma’had Nurul Haromain tidak berhenti berinovasi. Sejak didirikan Abuya Sayyid Muhammad Al-Maliki pada tahun 1987, Ma’had terus mengembangkan sayap dakwahnya di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan ekonomi. Di momen Istihlal ke-35 kali ini, Ma’had meresmikan koperasi pesantren atau disingkat kopontren sebagai penguat sektor ekonomi. Diberi nama Hilal Nur Al Haromain, kopontren Ma’had Nurul Haromain ini didirikan dengan tujuan membenahi pilar-pilar ekonomi yang telah eksis saat ini dan memproduksi inovasi ekonomi serta menjangkau pasar yang lebih luas.
Menurut keterangan Agus Musthofa yang menjabat Sekretaris Umum Kopontren Hilal Al Haromain, pendirian kopontren tidak lepas dari instruksi Abi K.H. M. Ihya Ulumiddin yang menginginkan pengembangan ekonomi yang lebih tertata. Usaha-usaha ekonomi pesantren merupakan bagian dari penopang dakwah. Dengan semakin beragamnya bentuk usaha yang telah dikembangkan Ma’had, menurut Abi, itu semua perlu dikumpulkan di dalam satu wadah.

Dikawal langsung oleh Abi
Peresmian kopontren dipimpin langsung oleh Abi di sela-sela acara Istihlal ke-35 Ma’had Nurul Haromain pada Hari Ahad (12/4/2026) di halaman utama Ma’had Nurul Haromain, Pujon Malang. Abi mengajak seluruh jamaah membaca doa bersama sebelum kemudian mengalungkan sorban tanda penyerahan tanggung jawab pengelolaan kopontren kepada Muhammad Dedy Eko selaku Kepala Kopontren Hilal Nur Al Haromain. “Selanjutipun insyaalloh, Kopontren kulo kawal piyambak” kata Abi setelah pengalungan sorban yang berarti Kopontren akan langsung beliau kawal. Dengan begitu, saat ini ada dua unit yang beliau kawal langsung, yakni DMM dan Kopontren. “Mugi-mugi barokah dan lancar”, lanjut Abi.
Saat menyampaikan sambutan, Muhammad Dedy Eko sempat mengisahkan perjalanan bagaimana Kopontren Hilal Nur Al Haromain bisa terbentuk. Pada Rabu (4/2/2026), Abi mengundangnya hadir dalam musyawarah tartib iqtishodi (tertib perekonomian) bersama Ahlu Syuro dan pengurus Ma’had, serta para pakar ekonomi di Ma’had Nurul Haromain, Pujon, Malang. Hasil musyawarah meilih koperasi sebagai badan yang menaungi usaha perekonomian Ma’had. Musyawarah lanjutan diselenggarakan pada Rabu (4/3/2026) di Ma’had Nurul Haromain yang bertepatan dengan malam Nuzulu Al-Qur’an dimana Abi menyampaikan hasil istikhoroh yang baik dengan tanda Q.S. Asy-Syuro ayat 52 dan 53. Di dalamnya sekaligus disampaikan nama kopontren, Hilal Nur Al Haromain.
Dari Hilal menuju Nur
Terdapat Filosofi pada nama tersebut. Hilal bermakna bulan sabit yang masih kecil dengan cahaya yang juga masih minim. Diharapkan dari yang kecil tersebut bisa berkembang menjadi “nur”, cahaya yang terang.

Malam sebelum Istihlal, Sabtu (11/4/2026) Abi menyelenggarakan kembali musyawarah untuk membahas peresmian Kopontren di Ma’had Nurul Haromain. Turut hadir di dalamnya, anggota Ahlu Syuro Yayasan dan Ketua Yayasan Persyada Al Haromain. Di dalam rapat tersebut dipaparkan struktur pengurus Kopontren beserta program yang hendak dijalankan.
Kopontren ini didawuhkan Abi sebagai Kopontren tingkat provinsi. Dengan mengusung misi profesional, amanah, terpercaya, berdaya saing, dan meraih keberkahan, Kopontren berkomitmen untuk bisa menyejahterakan seluruh anggota. Pada saat peluncuran, Kopontren langsung membuka pendaftaran anggota dengan simpanan pokok sebesar Rp150.000 dan simpanan wajib yang dibayarkan tiap bulan dengan nominal Rp25.000. Jamaah yang hadir Istihlal pun berbondong-bondong mengisi formulir agar mereka tercatat sebagai anggota koperasi.
Kontributor: TI Haryadi







