Istihlal ke-35: Dari Pesan Persatuan hingga Penguatan Ekonomi Pesantren

A VPN is an essential component of IT security, whether you’re just starting a business or are already up and running. Most business interactions and transactions happen online and VPN

“Menurutnya, jika paham ahlussunnah tetap kuat, maka insyaalloh Negara Kesatuan Republik Indonesia akan tetap kuat, eksis, dan tidak mudah dipecah belah.”

MALANG, PERSYADHA – Istihlal di Ma’had Nurul Haromain adalah agenda rutin yang selalu diselenggarakan di bulan Syawal pekan terakhir. Tahun 2026 ini merupakan penyelenggaraan ke-35. Halaman utama Ma’had Nurul Haromain, Pujon, Malang ditata sedemikian rupa untuk menjadi venue Istihlal kali ini. Dengan mengusung tema “Pinanggih kang Kinasih, Minongko Obating Penggalih“, Istihlal ke-35 Ma’had Nurul Haromain diselengarakan pada Ahad (12/4/2026).

Lantunan sholawat mengawali rangkaian acara Istihlal sejak pukul delapan pagi. Beberapa tokoh masyarakat setempat tampak hadir diantaranya Kepala Desa Ngroto, Pujon, Malang, perwakilan MUI Kecamatan Pujon, hingga perwakilan pejabat Kecamatan Pujon beserta Polsek dan Koramil Pujon. Dalam sambutannya, Kepala Desa Ngroto, Prayogi, S.H. mengapresiasi keberadaan Ma’had Nurul Haromain. Menurut pemaparannya, Ngroto pada masa sebelum adanya Ma’had merupakan daerah yang dikenal gelap sehingga disebut “geyak” oleh masyarakat. Namun, setelah berdirinya Ma’had Nurul Haromain, Desa Ngroto menjadi lebih hidup dan terang.

Suasana pembacaan sholawat bersama K.H. Nashir Manshur pada acara Istihlal ke-35 Ma’had Nurul Haromain di Pujon, Malang pada Ahad (12/4/2026). AGUS M.

Sementara itu, tokoh masyarakat lain, H. Samsul Hadi mendukung konsistensi Ma’had dalam menyelenggarakan kegiatan berisi dzikir dan ceramah seperti istihlal. Baginya, Istihlal mampu memcerdaskan hati dengan sholawat dan dzikir, mencerdaskan pikiran dengan ceramah, dan mencerdaskan tingkah laku dengan berhalaqoh.

Mengundang tokoh nasional

Kegiatan Istihlal memang sering dinantikan jamaah karena momen ini adalah momen saling meminta halal. Bahkan istihlal termasuk di dalam Iltizamat kejamaahan Persyarikatan Dakwah Al Haromain yang wajib diikuti tiap tahunnya bagi Multazim dan Murofiq. Di Istihlal pula, sering kali tokoh nasional diundang untuk menyampaikan mauidhoh hasanah. Pada istihlal kali ini, K.H. Zulfa Mustofa yang dipilih untuk diundang oleh panitia.

K.H. Zulfa Mustofa adalah tokoh nasional yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Beliau pun hadir di tengah-tengah jamaah tepat sebelum lagu Indonesia Raya dan Nahnul Islam dikumandangkan. Beliau turut melantunkan syakilah Persyarikatan Dakwah Al Haromain tersebut berikut dengan gerakannya.

K.H. Zulfa Musthofa (kedua dari kir) dan Abi K.H. M. Ihya Ulimiddin saat melantunkan syair Hayyul Hadi pada acara Istihlal ke-35 Ma’had Nurul Haromain di Pujon, Malang pada Ahad (12/4/2026). TIH

Jaga ahlussunah, perkuat persatuan

Di dalam pembukaan mauidhoh hasanah, Kyai yang juga menjabat Sekretaris Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini sempat berkisah telah mengenal Ma’had Nurul Haromain sejak tiga puluh tahun lalu. Beliau tahu dari kabar yang menginformasikan bahwa santri yang hendak meneruskan ngaji ke Abuya Sayyid Muhammad Al-Maliki di Rushaifah, Mekkah harus ngaji di Ma’had Nurul Haromain terlebih dahulu. Namun, wafatnya ayahanda membuat beliau harus menggantikan peran mengajar majelis taklim dan tidak bisa melanjutkan pendidikan setelah lulus dari Pesantren Kajen, Pati asuhan K.H. Sahal Mahfudz.

Sebagai tokoh nasional yang sudah malang-melintang ke berbagai wilayah di Indonesia dan dunia, beliau berpesan kepada jamaah agar senantiasa menjaga ajaran ahlussunnah waljamaah serta persatuan umat. Menurutnya, jika paham ahlussunnah tetap kuat, maka insyaalloh Negara Kesatuan Republik Indonesia akan tetap kuat, eksis, dan tidak mudah dipecah belah. Beliau juga mengajak untuk mensyukuri kondisi Indonesia yang meski beragam suku, etnis, dan agamanya tapi masih diberkahi oleh Alloh dengan perdamaian. Di akhir ceramah, K.H. Zulfa Mustofa selaku Wakil Ketua Umum PBNU meminta seluruh cabang NU agar menerima program Amal Bakti Santri (program dakwah) yang diselenggarakan santri Ma’had Nurul Haromain dan cabang-cabangnya.

K.H. Zulfa Musthofa saat menyampaikan mauidhoh hasanah pada acara Istihlal ke-35 Ma’had Nurul Haromain di Pujon, Malang pada Ahad (12/4/2026). TIH

Resmikan Koperasi Pesantren

Setelah ceramah usai, acara Istihlal dilanjutkan dengan peresmian Koperasi Pesantren (Kopontren) Hilal Nur Al Haromain. Ini merupakan tonggak sejarah baru dalam pengelolaan bidang ekonomi pesantren. Kebedaraan Kopontren dimaksudkan untuk mewadahi usaha-usaha ekonomi yang telah berjalan saat ini. Abi K.H. M. Ihya Ulumiddin yang memimpin langsung peresmian mengatakan jika Kopontren ini akan langsung dikawal beliau. Dedy Eko, anggota Far’i Kediri yang juga aktif di dunia perkoperasian diamanahi untuk memimpin Kopontren.

Seperti penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, Istihlal diakhiri dengan pembacaan sholawat bersama. Kali ini, pembacaan sholawat dipimpin K.H. Nashir Manshur dari Jakarta yang pada Ahad (5/4/2026) lalu juga memimpin pembacaan sholawat pada Istihlal Persyarikatan Dakwah Al Haromain di Surabaya. K.H. Nashir Manshur yang merupakan alumni santri Abuya Sayyid Muhammad Al-Maliki sempat menyampaikan jika pembacaan sholawat di akhir acara seperti Istihlal adalah kebiasaan Abuya. Setelah mengaji hadits, tafsir, atau majelis ilmu lainnya, Abuya selalu menutup dengan pembacaan sholawat bersama, tutur beliau.

 

Kontributor: TI Haryadi

Masukkan kata pencarian disini