Sekitar tahun 1985 geliat dakwah Islam sangat menggembirakan, khususnya kampus- kampus di wilayah Jawa. Kajian-kajian ke-Islaman berkembang pesat dan koordinasi antar kampus pun semakin solid. Geliat dakwah tersebut dimotori oleh Lembaga Dakwah Kampus (LDK) yang berbasis di masjid kampus yang pada waktu itu juga mulai berkembang. Para aktivis kampus sebagai penggerak LDK menyadari akan pentingnya pembinaan berbasis Ke-Islaman yang bersumber dari ulama.
Di Surabaya, para aktivis LDK seperti dari UNAIR, IKIP (sekarang UNESA), ITS, UNTAG, UNITOMO, ITATS, UPN dan bebrapa kampus lain menjalin hubungan dan mengangkat K.H. Muhammad Ihya Ulumiddin (Abi Ihya) sebagai salah satu pembina informalnya untuk membekali dan mengarahkan jalannya dakwah di kampus. Beliau adalah murid As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani, seorang ulama sunni di Kota Makkah Al-Mukarramah. Pada tahun 1984 Abi Ihya telah menyelesaikan pendidikannya di Makkah dan kembali ke Indonesia untuk mengembangkan dakwah di Kota Pahlawan, Surabaya.
Hingga pada tahun 1990 kajian kitab yang beliau asuh baik di rumah, mushalla ataupun masjid-masjid kampus semakin marak dihadiri oleh para dai, mubaligh, takmir masjid, dan aktivis kampus. Menjelang akhir tahun 1990 beliau berinisiatif mengadakan pertemuan akbar antar santri yang diasuhnya yang dinamakan Ta’aruf Halaqoh Ta’lim Nurul Haromain yang dihadiri sekitar 300 santri. Sebagai tindak lanjut untuk mempersatukan dan memperkuat gerak langkah bersama para aktivis, pada tanggal 6 Desember 1990 (23 Jumadi Ats-Tsaniyah 1409 H) didirikanlah sebuah Thoifah Islamiyah berupa yayasan yang diberi nama Yayasan Al Haromain dan per April 2014–untuk menyesuaikan ketentuan Undang-Undang yang berlaku– berubah menjadi Yayasan Persyada Al Haromain atau disingkat dengan “Persyadha” dan telah memperoleh pengesahan terbaru dari Menteri Hukum dan HAM dengan Nomor AHU- AH.01.06.0004218 pada tanggal 16 Oktober 2016. Berdirinya yayasan ini merupakan sarana untuk mencapai tujuan dan upaya untuk mewujudkan visi dan misi.
Seandainya suatu saat karena alasan tertentu yayasan ini harus dibubarkan, maka dakwah amar ma’ruf nahyi ‘anil munkar harus tetap berjalan.
Menjadi salah satu thoifah islamiyah yang berupaya menegakkan syariat Islam demi mencapai ridha Allah.
Persyadha bertujuan mewujudkan masyarakat madani.
Untuk mencapai tujuan tersebut maka Persyadha akan melakukan aktivitas sebagai berikut.
Yayasan Persyada Al Haromain memiliki kantor pusat yang beralamat di Kompleks Sentra Dakwah Al Haromain, Jl. Ketintang Barat 1 No.27, Kelurahan Ketintang, Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur.
Yayasan Persyada Al Haromain memiliki dasar legalitas hukum sebagai berikut.
Berikut ini struktur organisasi Yayasan Persyada Al Haromain.
| A. Dewan pembina | ||
| 1. Ketua | : | KH. M. Ihya Ulumiddin |
| 2. Anggota | : | Drs. Imam Mawardi Ridhwan |
| Muhammad Djunaidi, Drs. | ||
| Achmad Taufiq | ||
| B. Dewan pengawas | ||
| 1. Ketua | : | H. Agung Supangkat M.H. |
| 2. Anggota | : | Akhmad Fatkhurrahman, S.E. |
| Aunur Rohim, Drs. | ||
| Dr. M. Nizarul Alim, SE., M.Si, Ak. | ||
| C. Dewan Pengurus | ||
| 1. Ketua | : | DR. Soehardjoepri, M.Si. |
| 2. Sekretaris | : | Muh. Muflich, S.Pd. |
| 3. Bendahara Umum | : | Andri Ilhamsyah, S.E.Ak. |
| D. Departemen | ||
| 1. Departemen Pembinaan dan Dakwah | ||
| Ketua | : | Zainul Arifin, S.Pd. |
| 2. Departemen Pendidikan | ||
| Ketua | : | Muji Sampurno, S.Pd |
| 3. Departemen Ziswaf dan Usaha Kreatif | ||
| Ketua | : | Mohamad Rudy P., S.E. |
| 4. Departemen Anshoriyyah | ||
| Ketua | : | dr. Farida Megalini |
Lembaga di dalam naungan yayasan terbagi ataas lembaga pendidikan formal berupa sekolah, lembaga pendidikan agama berupa pesantren dan majelis taklim, serta lembaga amil zakat, infaq, dan shadaqah (Lazis). Daftar lembaga-lembaga tersebut dapat dilihat pada Lampiran.
Kegiatan utama yang dijalankan adalah pengembangan dakwah dan pembinaan umat dengan rincian sebagai berikut.