Momen Istihlal, Gus Idror Mengajak Jamaah Saling Mencintai dan Menyatukan

A VPN is an essential component of IT security, whether you’re just starting a business or are already up and running. Most business interactions and transactions happen online and VPN

“Suasana istihlal adalah suasana guyub rukun. Hal itu sesuai dengan keinginan Nabi yang ingin merekatkan umatnya, jelas Gus Idror menukil dari penjelasan Sayyid Ahmad Al-Maliki.”

SURABAYA, PERSYADHA – Sejak Ahad pagi (3/4/2026), lantunan sholawat menggema di ruang utama Graha Sepuluh Nopember Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya. Rangkaian acara Istihlal 1447 Hijriyah Persyarikatan Dakwah Al Haromain baru saja dimulai. Panitia penerima tamu mulai sibuk menyambut dan mengarahkan jamaah yang hadir. Mereka datang dari berbagai daerah, terutama Surabaya dan sekitarnya.

Istihlal adalah agenda pertemuan jamaah di momen lebaran. Dalam rangka meneruskan tradisi baik yang diwariskan para ulama di Nusantara, Istihlal dimaksudkan untuk saling meminta halal antarjamaah atas kesalahan masing-masing. Harapannya, tidak ada lagi sekat dosa sehingga persatuan jamaah tetap terjaga.

Di tahun ini, Istihlal diselenggarakan dua kali, satu di Surabaya dan satu di Ma’had Nurul Haromain Pujon, Malang. Far’i Surabaya ditunjuk menjadi pelaksana Istihlal di Surabaya. Graha Sepuluh Nopember ITS pun dipilih sebagai venue setelah mendapat persetujuan Wakil Rektor II ITS, Dr. Ir. Machsus, S.T., M.T. Beberapa pejabat ITS pun diundang dalam Istihlal, salah satunya Ketua Takmir Masjid Manarul Ilmi ITS, Prof. Dr. Drs. Muhammad Mashuri, M.T. Sementara itu, Istihlal di Pujon dinahkodai Ma’had Nurul Haromain dan dilaksanakan pada Ahad, 12 April 2026 mendatang.

Mengundang Gus Idror

Istihlal di Surabaya kali ini, mengundang K.H. Muhammad Idror Maimoen atau akrab disapa Gus Idror, pengasuh Pesantren Al-Anwar, Rembang untuk menyampaikan mauidhoh hasanah. Gus Idror juga termasuk alumni Ma’had Nurul Haromain Pujon dan alumni ribath asuhan Abuya Al-Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki dan Abuya Ahmad bin Muhammad Al-Maliki di Rushaifah, Mekkah, Arab Saudi. Panitia juga mengundang munsyid K.H. Nashir Manshur dari Jakarta yang juga murid Abuya Al-Sayyid Muhammad Al-Maliki.

Di dalam mauidhoh hasanahnya, Gus Idror menjelaskan tentang kebaikan tradisi istihlal atau banyak orang Indonesia menyebutnya dengan halal bihalal. Suasana istihlal adalah suasana guyub rukun. Hal itu sesuai dengan keinginan Nabi yang ingin merekatkan umatnya, jelas Gus Idror menukil dari penjelasan Sayyid Ahmad Al-Maliki. Agama Islam, tambah Gus Idror, juga merupakan agama yang menginginkan umat untuk saling mencintai dan menyatukan. Ajaran ini perlu dilaksanakan oleh jamaah.

Suasana Istihlal 1447 Hijriyah Persyarikatan Dakwah Al Haromain di Graha Sepuluh Nopember, ITS, Surabaya pada Ahad (5/4/2026). TIH

Silaturrohim Dan Ziaroh

Selain keutamaan istihlal, Gus Idror juga menerangkan tentang istilah silaturrohim yang banyak orang salah memaknai. Menurut beliau, silaturrohim adalah menyambung kekerabatan nasab, sementara untuk kunjungan ke kawan atau orang yang tidak memiliki ikatan nasab, maka itu disebut ziaroh. Karena itulah, datangnya murid kepada guru disebut ziaroh guru. Mendatangai sesama murid juga disebut ziaroh.

Walakin, meski memiliki perbedaan istilah, silaturrohim dan ziaroh sama-sama memiliki pahala yang besar. Terlebih jika aktifitas tersebut dilakukan tatap muka. Menurut Gus Idror, pertemuan tatap muka dan sekadar telepon atau pesan lewat media sosial memiliki nilai berbeda. Beliau mengutip kalam “laisa man ro’a kama man sami’a” (tidak sama, orang yang bertemu dengan yang hanya mendengar).

Setelah mauidhoh hasanah, rangkaian acara dilanjutkan dengan sholawat bersama K.H. Nashir Manshur. Lantunan sholawatpun semakin menggema di Graha Sepuluh Nopember. Acara lalu ditutup dengan doa dan mushofahah dengan Abi K.H. M. Ihya Ulumiddin.

 

Kontributor: TI Haryadi

Masukkan kata pencarian disini