Sami’na Wa Atho’na, Prinsip Utama dalam Berjamaah

A VPN is an essential component of IT security, whether you’re just starting a business or are already up and running. Most business interactions and transactions happen online and VPN
K.H. Imam Mawardi, Naibul Amin Yayasan Persyada Al Haromain saat memberi sambutan pada Dzikro Maulidirrosul ke-36 di Ma’had Nurul Haromain, Ngroto, Pujon, Malang pada Ahad (30/8/2026). TIH

Setiap anggota harus menahan ego pada penataan yang telah ditentukan oleh Murobbi, Abi K.H. M. Ihya Ulumiddin.

 

MALANG, PERSYADHA – Peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam adalah momen untuk merefleksikan kembali perjuangan Nabi. Yakni, bagaimana beliau tanpa pernah mengeluh menyebarkan agama dan mempersatukan umat. Maka dari itu, sudah menjadi kewajiban bagi umatnya kini untuk mengamalkan ajaran yang telah dibawa Nabi dengan cara ihyaussunnah atau menghidup-hidupkan sunnah. Pesan inilah yang disampaikan Naibul Amin, K.H. Imam Mawardi dalam pembukaan sambutannya pada momen Dzikro Maulidirrosul ke-36 di Ma’had Nurul Haromain, Ngroto, Pujon, Malang, pada Hari Ahad (30/8/2026).

Ihyaussunnah

Ihyaussunnah adalah menjalankan teladan-teladan yang diajarkan Nabi dalam kehidupan sehari-hari. Selain menjalankan, juga tentunya menyebarkan sunah yang kemudian disebut dengan dakwah. Hal itu karena sunah-sunah Nabi harus terus terjaga agar senantiasa lestari.

Jamaah hadir pada Dzikro Maulidirrosul ke-36 di Ma’had Nurul Haromain, Ngroto, Pujon, Malang pada Ahad (30/8/2026). TIH

Prinsip berjamaah

Yang penting untuk diperhatikan berikutnya adalah menjaga prinsip berjamaah. K.H. Imam Mawardi menyampaikan jika prinsip dalam berjamaah adalah sami’na wa atho’na (kami mendengar, kami taat). Menjaga prinsip ini, menurut Kyai yang juga pengasuh Pesantren Al-Azhar Tulungagung tersebut memang berat. Masing-masing individu tentunya memiliki keinginan dan tujuan pribadi.

Sami’na wa atho’na ini ditujukan kepada apa yang telah ditetapkan Murobbi yang telah mengikat Jamaah Persyarikatan Dakwah Al Haromain dalam satu barisan untuk mengikuti Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki. Setiap anggota harus menahan ego pada penataan yang telah ditentukan oleh Murobbi, Abi K.H. M. Ihya Ulumiddin.

Videotron menampilkan latar belakang panggung Dzikro Maulidirrosul ke-36 di Ma’had Nurul Haromain, Ngroto, Pujon, Malang pada Ahad (30/8/2026). TIH

Mendukung dakwah

Setiap anggota diharapkan dapat guyub rukun membangun semua langkah dakwah Abi, diantaranya melui dai-dai yang ditugaskan Abi di berbagai wilayah. Anggota jamaah harus aktif mendatangi, mengambil peran, dan jangan sampai tidak pernah mendukung apalagi tidak pernah sowan, atau mungkin justru tidak kenal dai dan pondok cabang.

Ini bagian upaya membangun kembali peradaban baru ahlussunnah yang dipimpin Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki. Persyadha berperan memberi bantuan di antaranya melalui Lazis Al Haromain. Dengan melalui organisasi, diharapkan sistem berdonasi berjalan lebih baik. Abi juga membangun DMM, Donasi Mutashoddiqin Mutashoddiqot. Lembaga ini dikawal langsung oleh Abi. Ada juga lembaga di bawah naungan Yayasan Persyadha Al Haromain berupa lembaga wakaf, wakaf uang, dan lembaga pesantren.

Di akhir, Naibul Amin menyampaikan bahwa dakwah membutuhkan perangkat dana. Persyadha sedang merencanakan pembentukan markas dakwah di luar Ketintang, Surabaya untuk pengembangan yang lebih luas. Markas dakwah berisi nantinya dikembangkan menjadi pusat pendidikan, pesantren, perkantoran, perumahan dai, dan maqbaroh muslim. Diharapkan Jamaah dapat mendukung dan berkontribusi pada niat baik ini.

 

 

Kontributor: TI Haryadi

Masukkan kata pencarian disini