Serba-serbi Sepekan Menuju Dzikir Jama’i Nasional Kesembilan

A VPN is an essential component of IT security, whether you’re just starting a business or are already up and running. Most business interactions and transactions happen online and VPN
Flyer DJN-IX

Serba-serbi Sepekan Menuju Dzikir Jama’i Nasional Kesembilan

Kesuksesan pelaksaan di UB menjadi salah satu faktor mengapa DJN kembali dilaksanakan di lingkungan kampus.

 

SURABAYA – Sesuai pengumuman pada saat Taushiyah Syahriyah lalu, Dzikir Jama’i Nasional (DJN) ke-IX akan dilaksanakan di Universitas Trunojoyo Madura, Bangkalan pada Hari Ahad Tanggal 7 Juli 2024. Itu artinya, tinggal sepekan lagi menuju pelaksanaan. Lalu, apa saja yang menarik dari pelaksanaan DJN kali ini? Yuk simak infonya.

DJN ke-VIII
Pelaksanaan DJN ke-VIII di Universitas Brawijaya, Malang (19/07/2023). (Panitia)

Pelaksanaan yang kesembilan

Sebagaimana nama acaranya, DJN kali ini merupakan edisi yang kesembilan atau ditulis ke-IX. Sebelumnya, yakni DJN ke-VIII dilaksanakan di Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya (UB), Malang pada tahun 2023. Sebelumnnya lagi, secara berurutan dari yang terkini, DJN dilaksanakan di Pesantren As-Salaf Lumajang, DJN online pada edisi V dan VI, Masjid Nurul Iman Surabaya, Masjid Al-Bahar Sidoarjo, Masjid Jami’ Al-Ittihad Kediri, dan DJN pertama di Masjid Brigjen Sugiono Kota Batu. Secara keseluruhan, DJN ke-IX merupakan yang kedua kali dilaksanakan di lingkungan kampus setelah sebelumnya DJN ke-VIII di UB. Hal tersebut sejalan tujuan tujuan pelaksanaan DJN yang salah satunya mengenalkan tradisi berdzikir di lingkungan akademik kampus.

 

Rektorat UTM
Rektorat Universitas Trunojoyo Madura, Bangkalan. (Beritasatu.com)

 

Universitas Trunojoyo Madura

Universitas Trunojoyo Madura (UTM) tahun ini dipilih oleh pengurus Yayasan Persyada Al Haromain sebagai tempat penyelenggaraan DJN ke-IX. UTM merupakan universitas negeri pertama di Madura. Letaknya di Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan. Awalnya UTM merupakan kampus swasta yang didirikan pada tahun 1981 oleh Yayasan Pendidikan Kyai Lemah Dhuwur MKGR Bangkalan dengan nama Universitas Bangkalan Madura (Unibang). Keputusan Presiden  Nomor 85 Tahun 2001 yang dikeluarkan pada tanggal 5 Juli 2001 kemudian menjadi tonggak dasar berubahnya status Unibang menjadi kampus negeri. Nama Universitas Bangkalan Madura kemudian dubah menjadi Universitas Trunojoyo Madura yang diresmikan pada tanggal 23 Juli 2001 oleh Presiden Republik Indonesia saat itu, K.H. Abdurrahman Wahid atau kerap disapa Gus Dur. Atas jasa itu pula, nama K.H. Abdurrahman Wahid diabadikan sebagai nama masjid baru yang dibangun UTM.

Pemilihan Universitas Trunojoyo Madura sebagai tempat penyelenggaraan DJN ke-IX bukan tanpa alasan. Sejak ditetapkannya UB sebagai tempat pelaksanaan DJN ke-VIII pada tahun 2023, terdapat dua kota yang diajukan menjadi penyelenggara DJN selanjutnya atau ke-IX. Dua kota tersebut yakni Gresik dan Bangkalan. Dengan berjalannya waktu, Kabupaten Bangkalan dianggap lebih siap dengan UTM sebagai tempat penyelenggaraan. Kesuksesan pelaksaan di UB menjadi salah satu faktor mengapa DJN kembali dilaksanakan di lingkungan kampus. Prof. Dr. M. Nizarul Alim, M.Si., Ak., CA selaku Ahlu Syuro Yayasan Persyada Al Haromain dan Ketua Senat UTM menjembatani proses kerja sama antara Yayasan Persyada Al Haromain dengan UTM hingga disepakatinya pelaksanaan DJN ke-IX di UTM yang sekaligus masuk di dalam agenda Dies Natalis ke-23 UTM.

Alun-alun Bangkalan
Salah satu sisi Alun-alun Kabupaten Bangkalan. (Tourjatim.com)

Kabupaten Bangkalan

Selain UTM, sisi menarik juga dapat ditelisik dari Kabupaten Bangkalan. Kabupaten paling barat di Pulau Madura tersebut menjadi pintu masuk dari Pulau Jawa. Terdapat dua akses utama menuju Bangkalan dari Pulau Jawa, lebih tepatnya dari Kota Surabaya yakni melalui Jembatan Suramadu dan penyeberangan laut dari Pelabuhan Ujung ke Pelabuhan Kamal. Bangkalan saat ini mem-branding diri sebagai Kota Sholawat dan Dzikir. Hal tersebut tidak lepas dari tradisi keislaman terutama santri dan pesantren yang kental di Bangkalan sejak ratusan tahun yang lalu. Salah satu makam tokoh besar Islam yang berada di Bangkalan yakni Hadrotusyaikh K.H. Kholil Al-Bangkalani. Beliaulah guru para ulama besar di Indonesia, salah satunya K.H. Hasyim Asy’ari. Makam beliau hampir selalu menjadi jujugan para peziarah yang datang ke Madura. Peziarah dapat mengunjungi makamnya di Jl. Mertajasah, Kec. Bangkalan kapanpun karena makam dan masjidnya dibuka 24 jam.

Itulah beberapa serba-serbi berkaitan dengan DJN ke-IX di UTM Bangkalan. Tentunya masih banyak lagi hal unik selain yang telah disebutkan. Sekarang, yuk siapkan keberangkatan ke DJN ke-X! Jangan lupa pakai twibbon-nya juga ya.

 

Kontributor: TI Haryadi

Artikel Terbaru

eNHa TV

Masukkan kata pencarian disini