Taushiyah Syahriyah Juni 2024
SURABAYA – Setelah vakum dua bulan, Taushiyah Syahriyah bersama Abi K.H. M. Ihya Ulumiddin kembali digelar pada Ahad, 2 Juni 2024. Bertempat di Sentra Dakwah Al-Haromain, Jl. Ketintang Barat I No.27, Surabaya, taushiyah digelar mulai pagi hari hingga menjelang dzuhur. Sekitar empat ratus jamaah hadir memenuhi Sentra. Mereka berdatangan dari berbagai daerah di Jawa Timur hingga Yogyakarta.
Ustadz Ali Imron, Ketua Far’i Jombang ditunjuk untuk memimpin pembacaan fawatih. Sementara itu, Ustadz Choirul Mukminin, Ketua Far’i Jember Raya membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Ustadz Abdul Baqi yang merupakan pengasuh pesantren cabang Nurul Haromain ke-95 di Kulonprogo ditunjuk memimpin pembacaan Dzikir Jamai. Bakda pembacaan Dzikir Jamai, Abi menyampaikan taushiyah yang didengarkan dengan seksama oleh jamaah yang hadir.

Waspada terhadap fitnah
Di dalam taushiyah yang berjudul Al-Hadzara min Nari al-Fitnah: Waspada Api Fitnah, Abi mewanti-wanti jamaah untuk berwaspada terhadap “fitnah”. Ya, fitnah. Abi menjelaskan jika fitnah di dalam Al-Qur’an memiliki beragam makna mulai dari ujian—baik ujian yang buruk maupun baik, malapetaka, hingga bencana. Fitnah disebutkan dalam kondisi diam, dan bagi siapapun yang membangunkan fitnah, Rasulullah mendoakannya agar dilaknat oleh Allah. Fitnah juga memiliki dua macam, fitnah agama dan fitnah dunia. Terkadang segolongan orang terjebak pada salah satu atau bahkan keduanya. Dampak buruk dari fitnah dijabarkan Abi dengan sangat jelas. Dekadensi moral, prasangka buruk, terjebak dalam kesenangan, putusnya silaturrohim, istiqomah dalam dosa, kesengsaraan, terjebak dalam kehinaan, dan kekalahan atas musuh dan orang-orang rakus adalah sederet dampak buruk tersebut. Oleh karena itu, perlu langkah-langkah untuk menghindari atau setidaknya meredam dampak buruk tersebut. Langkah tersebut yakni dengan menetapi kejaamahan karena dalam kejamaahan ada rahmat Allah. Langkah berikutnya yakni merutinkan doa. Abi menginstruksikan agar jamaah menghafal dan mengamalkan doa sebelum salam yang diajarkan Rasululloh kepada Sayyidina Syaddad bin Aus dan diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Al-Nasa’i.
اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ، وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ، وَأَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ , وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ , وَحُسْنَ عِبَادَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيمًا , وَلِسَانًا صَادِقًا، وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ، إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوب

Informasi Dzikir Jamai Nsional ke-9 dan umroh bersama Abi
Setelah taushiyah, beberapa pengumuman penting pun disampaikan. Tim Litbang menghimbau agar jamaah benar-benar menghafal dan menyetorkan hafalan di muroqib masing-masing. Dari Pengurus Yayasan memberitahukan jika pelaksanaan Dzikir Jama’i Nasional akan diselenggarakan di Universitas Trunojoyo Madura pada 7 Juli 2024. Pengumuan terakhir disampaikan berkaitan dengan Umroh Arba’in bersama Abi yang akan diselenggarakan pada 25 September 2024 selama 16 hari. Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Gus Ithaf, putra Abi K.H. M. Ihya Ulumiddin. Umroh tersebut berbiaya Rp37.900.000,00 sudah termasuk biaya akomodasi, makan, visa, dan perlengakapan umroh.
Seperti biasa, kegiatan taushiyah ditutup dengan mushofahah atau bersalaman dengan Abi. Tim Amniyah pun sigap mengatur prosesi mushofahah.
Kontributor: TI Haryadi







