Menjemput Bonus Keberkahan di Bulan Ramadhan

Cara terbaik untuk menjemput bonus-bonus besar (nafahaat) keberkahan di bulan Ramadhan adalah dengan menyambutnya dengan kebahagiaan, keseriusan ibadah (ta’abbud), dan perjuangan batin (mujahadah).
tarhib ramadhan

Cara terbaik untuk menjemput bonus-bonus besar (nafahaat) keberkahan di bulan Ramadhan adalah dengan menyambutnya dengan kebahagiaan, keseriusan ibadah (ta’abbud), dan perjuangan batin (mujahadah).

1. Menyiapkan Sikap Hati dan Mental
Menyambut dengan Gembira: Ramadhan adalah “penghulu semua bulan” yang membawa banyak keberkahan, sehingga kita diperintahkan untuk merasa bahagia atas anugerah dan rahmat Allah ini.
Keseriusan dan Mujahadah: Keberkahan tidak datang begitu saja, melainkan harus disambut dengan keseriusan dalam beribadah dan perjuangan melawan hawa nafsu.
Mengoreksi Diri: Kita harus terus mengevaluasi diri agar bisa memperbaiki keteledoran di masa lalu dan berusaha masuk melalui pintu rahmat Allah yang luas.
2. Melakukan Amalan Khusus Penjemput Keberkahan
Sumber merinci beberapa jenis “bonus” (nafahaat) dan cara spesifik untuk menjemputnya.
Nuzulul Qur’an: Dijemput dengan memperbanyak membaca dan tadarus Al-Qur’an
Lailatul Qodar: Dijemput dengan menghidupkan malam melalui Qiyamullail.
Puasa dan Qiyam Ramadhan: Dilakukan dengan menjalankan sholat Tarawih dan I’tikaf.
Bulan Doa: Merutinkan dan memperbanyak doa-doa warid (doa yang diajarkan) terkait Ramadhan, termasuk doa saat melihat hilal agar diberikan keamanan dan keselamatan.
Bulan Kedermawanan: Memperbanyak sedekah harta dan segala macam bentuk kebaikan kepada sesama.
Bulan Kesabaran: Menjaga seluruh anggota badan agar ikut “berpuasa” dari dosa, bukan hanya menahan lapar.
3. Memahami Esensi dan Kualitas Puasa
Agar tidak termasuk golongan orang yang hanya mendapatkan “lapar dan dahaga” saja, penting untuk memperhatikan kualitas ibadah:
Meniru Sifat Allah: Puasa adalah ibadah istimewa yang dinisbatkan langsung kepada Allah karena sifatnya yang tidak membutuhkan makan dan minum. Dengan berpuasa, manusia berusaha membersihkan jiwa dan memperkuat kemauan.
Adab Makan: Disunnahkan untuk bersegera berbuka dan mengakhirkan sahur, serta mencukupkan diri dengan sedikit makanan agar esensi “bulan lapar” tetap terjaga.
Menjaga Keselamatan Ibadah: Ada ungkapan bahwa jika Ramadhan “selamat” (dijalankan dengan benar), maka sepanjang tahun akan selamat; karena Ramadhan adalah timbangan amal untuk setahun.
Sebagai penutup, sangat dianjurkan untuk terus memohon kepada Allah agar puasa, sholat malam, dan seluruh amal kebaikan kita diterima sepenuhnya. Pahala yang didapatkan akan selaras dengan kepayahan atau usaha yang kita kerahkan dalam menjemput bonus-bonus tersebut.
tarhib ramadhan 1447
tarhib ramadhan 1447
Tausiyah bulan Pebruari 2026. unduh.

Masukkan kata pencarian disini