Mengulik Penyelenggaraan Dzikir Jama’i Nasional Kesembilan di Bangkalan (Artikel 2 dari Edisi Khusus DJN ke-IX)

A VPN is an essential component of IT security, whether you’re just starting a business or are already up and running. Most business interactions and transactions happen online and VPN

Mengulik Penyelenggaraan Dzikir Jama’i Nasional Kesembilan di Bangkalan (Artikel 2 dari Edisi Khusus DJN ke-IX)

Sebagian besar stan menjual makanan ringan dan minuman. Adapula stan yang menawarkan konsultasi hukum. Tidak ketinggalan, Lazis AL-Haromain juga menyewa dua stan untuk memberikan layanan kopi gratis dan konsultasi zakat, infak, dan sedekah.

Abi K.H. M. Ihya Ulumiddin membaca doa akhir tahun pada momen UTM Bersholawat bersama Dzikir Jama’i Nasional ke-IX di Bangkalan (07/07/2024). (MFS)

BANGKALAN, PERSYADHA – Dzikir Jama’i Nasional (DJN) kesembilan di Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Bangkalan yang dikemas dalam rangkaian Dies Natalis ke-23 UTM dengan nama UTM Bersholawat bersama Dzikir Jama’i Nasional ke-IX telah usai dilaksanakan pada hari Ahad (07/07/2024) kemarin. Ketua Yayasan Persyada Al Haromain, Dr. H. Soehardjoepri, M.Si. menyamapaikan rasa terima kasih sebesar-besarnya kepada Rektor dan civitas akademika UTM atas kerja sama dalam penyelenggaraan kegaitan tersebut. Apresiasi juga disampaikan kepada Far’i Bangkalan dan panitia penyelenggara di bawah Badan Otonom Dzikir Jama’i Persyadha. Meski acara telah usai, terdapat beberapa hal menarik yang bisa dikulik dari penyelenggaraan DJN kesembilan.

 

Jumlah jamaah melebihi ekspektasi

Ribuan jamaah memadati Gedung Pertemuan R.P. Mohammad Noer yang menjadi venue UTM Bersholawat bersama Dzikir Jama’i Nasional ke-IX di UTM, Bangkalan (07/07/2024). (AM-Dok. pribadi)

Salah satu yang menarik dari penyelenggaraan DJN kesembilan kali ini adalah jumlah jamaah yang jauh melebihi ekspektasi. Panitia penyelenggara yang diketuai Ustadz Rozi Munawi awalnya memprediksi jumlah peserta maksimal 4000 orang. Berdasarkan prediksi tersebut, dimungkinkan ruang utama Gedung Pertemuan R.P. Mohammad Noer (GP) sebagai venue sudah mencukupi karena memiliki kapasitas 5000 orang. Seiring berjalannya waktu, dengan pendataan rombongan dari far’i didapatkan data pada H-1 acara bahwa akan ada 3800 orang berangkat menuju UTM menghadiri DJN kesembilan. Berdasarkan data tersebut, dimungkinkan secara riil peserta yang datang akan mencapai 5000 orang karena masih banyak peserta yang tidak masuk dalam pendataan far’i. Benar saja, ruang utama UTM yang bisa menampung 5000 orang nyatanya penuh hingga panitia mengarahkan jamaah yang tidak bisa menempati ruang utama untuk menuju tribun atas gedung. Berdasarkan pantauan, jamaah lebih banyak didominasi kaum perempuan. Mereka datang dari berbagai daerah. Sebagian besar berasal dari Jawa Timur. Ada pula peserta yang berasal dari Jawa Tengah dan Yogyakarta. Membludaknya jamaah juga sempat menimbulkan antrian di kamar mandi yang disiapkan karena jumlah dan debit airnya yang terbatas.

Bazar UMKM memeriahkan DJN kesembilan

Salah satu stan bazar yang melayani terapi pada acara UTM Bersholawat bersama Dzikir Jama’i Nasional ke-IX di Bangkalan (07/07/2024). (MFS)

Selain venue acara, panitia juga menyediakan 20 stan bazar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Stan itupun dimanfaatkan dengan baik meski sempat terkendala aliran listrik yang terlambat disediakan. Sebagian besar stan menjual makanan ringan dan minuman. Adapula stan yang menawarkan konsultasi hukum. Tidak ketinggalan, Lazis Al-Haromain juga menyewa dua stan untuk memberikan layanan kopi gratis dan konsultasi zakat, infak, dan sedekah. Jamaah pun ramai melakukan jual beli. Terlebih, terik matahari di Kabupaten Bangkalan saat itu cukup menyengat sehingga banyak jamaah yang memerlukan minuman dingin.

 

Posko DMM dan Umroh bersama Abi

Rollbanner DMM terpajang di pintu masuk venue UTM Bersholawat bersama Dzikir Jama’i Nasional ke-IX di Bangkalan (07/07/2024). (MFS)

Sebagai bentuk dukungan pada program sedekah Donasi Mutashoddiqin Mutashoddiqot yang diinisiasi Abi K.H. M. Ihya Ulumiddin, panitia juga menyediakan tempat konsultasi dan pendaftaran. Begitu juga dengan program Umroh Arbain bersama Abi yang rencananya dilaksanakan pada bulan Maulud 1446 atau September 2024. Panitia Umroh Arbain bersama Abi menawarkan cashback hingga Rp900.000,00 bagi jamaah yang mendaftar pada saat acara DJN berlangsung.

 

Posko Kesehatan Gratis

Sorang petugas kesehatan sedang memeriksa peserta UTM Bersholawat bersama Dzikir Jama’i Nasional ke-IX di Bangkalan (07/007/2024). (YF-Dok. Pribadi)

Untuk melayani jamaah yang mengalami gangguan kesehatan, panitia juga menyediakan posko layanan kesehatan secara cuma-cuma alias gratis. Jamaah bisa melakukan cek tensi darah, kandungan gula dalam darah, dan pijat tradisional. Layanan tersebut dipandu langsung oleh para dokter profesional dari jamaah Persyarikatan Dakwah Al Haromain. Posko tersebut pun ramai dimanfaatkan jamaah DJN kesembilan.

 

Melanjutkan perjalanan

Kapal DLN Mandalika sedang bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Foto tersebut diambil dari atas kapal penyeberangan dari Pelabuhan Ujung, Surabaya menuju Pelabuhan Kamal, Bangkalan (18/06/2024). (TIH)

Sebagaimana yang disebutkan di dalam artikel 1, DJN kali ini meniadakan sesi musofahah atau bersalaman dengan Abi. Oleh karena itu, setelah doa selesai dibacakan, peserta berangsur-angsur meninggalkan lokasi acara. Mereka yang sebagian besar merupakan rombongan dari luar kota tidak mau menyia-nyiakan kesempatan berkunjung ke Kabupaten Bangkalan kali ini. Sebagian dari mereka melanjutkan ziarah ke makam Syaikhona Kholil Bangkalan dan berwisata ke beberapa tempat di Bangkalan. Selain itu, makam Sunan Ampel di Surabaya juga tidak luput dari jujugan peserta DJN kesembilan. Ada pula yang pulang dari acara dengan mencoba moda transportasi kapal laut dari Pelabuhan Kamal di Bangkalan ke Pelabuhan Ujung di Surabaya. Sensasi naik kapal tentunya menjadi keunikan tersendiri karena moda ini sudah semakin sedikit penggunanya. Dahulu, kapal laut pernah menjadi primadona karena merupakan satu-satunya jalur penyeberangan dari Surabaya menuju Pulau Madura dan sebaliknya. Penumpangnya hampir selalu penuh terutama pada momen libur panjang. Namun semenjak diresmikannya Jembatan Suramadu, penumpang kapal semakin berkurang. Apalagi saat ini pengguna Jembatan Suramadu digratiskan. Karena itulah, beberapa orang mencoba bernostalgia dan beberapa yang lain mencoba moda tersebut untuk pertama kalinya.

 

Kontributor: TI Haryadi

Artikel Terbaru

eNHa TV

Masukkan kata pencarian disini