Nadia Fillah – Yogyakarta
(Mahasiswa Manajemen Perbankan Syariah. Alumni Santri Putri Nurul Haromain. Reporter & Announcer MQ FM, Ketua Rescom, Ketua FRMK)
Abi senantiasa membangunkan santri-santrinya untuk shalat tahajud berjamaah dengan suara beliau yang khas dibarengi bel. Tak terkecuali, shalat berjamaah lima waktu pun demikian.
Baca juga: Sepurane Abi Durung Iso Nyambangi
Suatu hari, saya merasa lelah di waktu shalat Zuhur dan ingin sesekali agak nakal dengan niat rada nanti-nanti saja shalatnya. Ingin meluruskan punggung sejenak dengan rebahan.
Baru saja merebahkan diri, tiba-tiba bel shalat Abi dari ndalem berbunyi. Tetapi kali ini, Abi menambahkan kalimat dengan bahasa Arab yang kurang lebih artinya, ”Barang siapa yang meng-akhirkan Allah, maka ia akan diakhirkan oleh Allah!”
Bel tersebut, memang untuk seluruh santri. Tapi saya rasanya seperti ditampar-tampar. Saya bergegas mengambil wudhu, dengan bayang-bayang rasa takut. Betapa mengerikannya jika Allah mengakhirkan kita dalam urusan-urusan, karena kita dianggap tidak penting bagi-Nya. Betapa amat merugi, ikhtiar-ikhtiar duniawi yang selama ini kita jaga, ketika shalat yang Allah ingin hamba-Nya segera mendekat malah kita berenggan-enggan, mengulur-ulur. []
(Diambil dari buku Bersama Sang Murobbi I, Persyadha. Bagi yang ingin memiliki buku tersebut hubungi Kewirausahaan Anshoriyyah +62 877-5419-2725







