Kultum#8 Bak Lemon Wangi Nan Manis

Kultum, sajian ceramah pendek 7 menit dalam mengisi antara shalat isya' dan tarawih. Kami siapkan untuk antum, untuk insiprasi dikala buntu tidak tahu mau memberikan tentang. Kami sajikan 30 seri.

Kultum#8 Bak Lemon Wangi Nan Manis 

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Ta`ala yang telah menjadikan al-Quran sebagai petunjuk bagi orang-orang yang beriman. Dengan petunjuk itulah manusia bisa merasakan harumnya dan manisnya syurga dunia sebelum mereka memasuki syurga yang sesungguhnya. Allah Ta’ala berfirman;”Dan seandainya mereka benar-benar menjalankan hukum Taurot, Injil dan al-Quran yang diturunkan kepada mereka dari Tuhan mereka niscaya mereka akan mendapatkan makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka.”(QS.Al-Maidah: 66)

Baca juga: Kultum#6 Ramadhan Menjadi Manusia Terbaik

Shalawat dan salam teruntuk baginda Rasul yang mulia,yang telah bersabda, “Perumpamaan orang beriman yang membaca al-Quran yaitu seperti buah Utrujah, wangi dan rasanya manis. Dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca al-Quran yaitu seperti kurma, tidak wangi tapi rasanya manis.” (HR. Muslim)

Perumpamaan seorang mukmin yang membaca al-Quran seperti buah utrujah. Buahutrujah adalah buah yang sangat baik. Buahnya besar, enak dipandang, wangi, manis, kulitnya lembut dan bahkan warnanya saja sudah membuat manusia terpikat dengannya. Kurang lebih seperti buah lemon.

Begitulah permumpamaan orang mukmin yang membaca al-Quran. Sempurna lahir dan batin. Sehingga dimanapun dan kapanpun dia berada, dia selalu memberikan kenyamanan dan ketentraman bagi orang-orang yang ada disekitarnya. Bahkan baru melihatnya saja hati ini sudah bergembira. Apalagi ketika dia sudah berkata dan menyapa.Perkataannya menyejukkan. Sapaannya memberikan ketentraman.

Ya,begitulah orang mumin yang membaca al-Quran.Seperti buah lemon yang wangi nan manis. Kita tidak akan pernah bosan untuk selalu menikmatinya. Dan bahkan kita akan bersedih atas kehilangannya. Coba bayangkan jika buah lemon itu adalah istri kita, suami kita, anak-anak kita,ayah kita,ibu kita, keluarga kita dan masyarakat kita. Tentu kita akan selalu bahagia untuk terus berkumpul dengan mereka.

Karena ucapan mereka yang menentramkan hati dan prilaku mereka yang selalu mengingatkan kita kepada Ilahi Robbi.

Bahkan karena wanginya dan manisnya mereka yang selalu membaca al-Quran, dia akan terus dikerumuni oleh seluruh manusia hingga berjumpa dengan Allah Ta`ala sebagaimana gula yang selalu dikerumuni oleh serangga.

Baca juga: Kultum#4 Ramadhan: Keutamaan Tarawih (1)

Rasulullah bersabda, “Siapa yang membaca al-Quran, dan menghafalkannya, lalu menghalalkan apa yang dihalalkannya dan mengharamkan apa yang diharamkannya maka dengan al-Quran itu Allah memasukkannya ke dalam syurga dan Allah menjaminnya untuk memberikan syafaat kepada 10 keluarganya yang semuanya telah diwajibkan masuk neraka.(HR. Tirmidzi: Hadits Dhoif)

Maka dari itu, mari kita terus bersemangat untuk terus membaca al-Quran agar kita mendapatkan kemuliaan. Dan bahkan bukan hanya kita yang akan mendapatkan kemuliaan tersebut, orang-orang yang ada disekitar kita pun akan mendapatkannya. Orangtua kita akan mendapatkan kemuliaan jika kita sebagai anaknya selalu membaca al-Quran. Kelarga kita akan mendapatkan kemuliaan jika kita sebagai anggota keluarga selalu membaca al-Quran. Dan masyarakat kita akan

mendapatkan kemuliaan jika kita sebagai bagian dari anggota masyarakat selalu membaca dan mengamalkanal-Quran.

Allah Ta ala berfirman;

“Dan seandainya mereka benar-benar menjalankan 33okum Taurot, Injil dan al-Quran yang diturunkan kepada mereka dari Tuhan mereka niscaya mereka akan mendapatkan makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka.”(QS.Al-Maidah:66)

 

 

Masukkan kata pencarian disini