Kultum#6 Ramadhan Menjadi Manusia Terbaik

Kultum, sajian ceramah pendek 7 menit dalam mengisi antara shalat isya' dan tarawih. Kami siapkan untuk antum, untuk insiprasi dikala buntu tidak tahu mau memberikan tentang. Kami sajikan 30 seri.
kultum ramadhan

Kultum#6 Ramadhan Menjadi Manusia Terbaik

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Ta’ala yang telah menurunkan al-Quran melalui Malaikat yang terbaik yaitu Malaikat Jibril, kepada Rasul yang terbaik yaitu Rasululah ﷺ, dari tempat yang terbaik yaitu Lauhul Mahfudz, di negeri yang terbaik yaitu Mekkah dan Madinah, di bulan yang terbaik yaitu bulan Ramadhan, dan di malam yang terbaik yaitu malam Lailatul Qodr.

Shalawat dan salam semoga selalu terlimpah curahkan kepada nabi Muhammad ﷺ yang telah bersabda, yang artinya:

“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhori, Abu Dawud )

Menjadi manusia terbaik bukan hanya diukur dengan seberapa banyak ilmu yang dimiliki, tetapi lebih dari itu seberapa bermanfaatkah ilmu yang dia miliki untuk orang lain? Tentunya, orang yang mcmiliki sedikit ilmu lalu dia mengamalkannya dan mendakwahkannya akan lebih baik daripada orang yang mcmiliki banyak ilmu namun tidak mengamalkan dan mendakwahkannya.

Orang yang telah mengetahui satu huruf dari al-Quran, lalu dengan pengetahuannya itu dia mengajarkan anak-anaknya. keluarganya, dan masyarakatnya maka dia adalah manusia terbaik. Dimana dia telah memberikan banyak manfaat dari ilmu yang telah dia dapatkan, bukan hanya untuk dirinya sendiri tapi juga untuk orang lain.
Allah Ta’ala berfirman, yang artinya:

“Dan siapakah yang lehih baik perkataannya daripada orang yang menyent kepada Allah dan mengerjalcan kebajikan dan dia berkata: sungguh aku termasuk orang-orang muslim”. (QS. Fusilat: 33)

Oleh karenanya, marilah kita menjadi manusia terbaik yaitu manusia-manusia yang selalu belajar dan mengajarkan al-Quran tanpa mengenal batas usia. Dimulai dengan belajar membacanya sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu tajwid. belajar mentadabburinya (merenungi makna-makna yang terkandung di dalamnya), belajar mengamalkannya dan belajar mendakwahkannya.

Hanya dengan seperti itulah kita akan menjadi manusia terbaik. Lihatlah, pada awalnya Malaikat Jibril itu sama dengan Malaikat-Malaikat yang lainnya, namun dia menjadi Malaikat terbaik karena menurunkan al-Quran kepada Rasulullah. Begitu pula dengan Rasulullah, beliau menjadi manusia terbaik karena al-Quran turun kepadanya. Lauhul Mahfudz menjadi tempat yang terbaik karena al-Qursan disimpan di didalamnya. Mekkah dan Madinah yang sebelumnya tidak pemah dilirik sama sekali oleh negeri manapun, sekarang menjadi negeri terbaik di seluruh dunia karena al-Quran turun di keduanya.

Ramadhan, menjadi bulan tebaik di antara bulan-bulan lainnya juga karena al-Quran diturunkan di dalamnya untuk pertama kalinya, Allah Ta’ala berfirman, yang artinya:

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan al-Quran.” (QS. Al-Baqarah 185).

Malam Lailatul Qodr, menjadi malam yang terbaik diantara malam-malam yang lainnya juga dikarenakan pada malam itu diturunkan al-Quran. Allah Ta’ala berfirman, yang artinya:

“Sesunnguhnya Kami telah menurunkan al-Quran pada malam Lailatul Qodr.” (QS. Al-Qodr: 1)

Maka jika sekarang kita hanya manusia biasa, dengan al-Quranlah kita akan menjadi luar biasa. Jika sekarang kita bukan manusia mulia, dengan al-Quranlah kita akan menjadi manusia yang paling mulia. Jika sekarang kita bukan manusia terbaik, dengan al-Quranlah kita akan menjadi manusia terbaik. “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar dan mengajarkan al-Quran.”

Seorang yang miskin, kaya, pencuri, pezina, bahkan orang kafir sekalipun mereka akan menjadi mulia dengan membaca, mentadaburri, mengamalkan dan mendakwahkan al-Quran. Al-Quran yang akan menjadikan semua manusia menjadi mulia, apa pun latar belakang mereka, bagaimanapun kondisi dan keadaan mereka. Rasul bersabda, yang artinya: “Sesungguhnya Allah mengangkat derajat sebagian manusia dengan al-Quran yaitu bagi mereka yang membaca dan mengamalkannya, dan merendahkan sebagicumya lagi yaitu bagi mereka yang enggan untuk membaca dan mengamalknnya.” (HR. Muslim)

Wallahu ‘alam.

 

Artikel Terbaru

eNHa TV

Masukkan kata pencarian disini