Kultum#10 Menggapai Tingkatan Derajat Syurga yang Paling Tinggi
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah berfirman; “Maka tidak ada seorangpun yang mengetahui balasan apa yang disembunyikan untuk mereka yang dapat menyenangkan hati mereka atas apa yang telah mereka kerjakan yaitu berupa keimanan kepada ayat-ayat Allah Ta’ala.”(QS. As-Sajdah: 17).
Shalawat dan salam semoga selalu terlimpahcurahkan kepada junjunan kita nabi Muhammad Shallallahu `alaihi wa sallam yang mana beliau bersabda; “Dikatakan kepada orang-orang yang mengamalkan al-Quran pada hari kiamat kelak;bacalah dan naiklah. Dan bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya ketika di dunia karena sesungguhnya kedudukanmu di ayat terakhir yang engkau baca.”(HR.Tirmidzi dan Nasa`i).cahayanya lebih baik daripada cahaya matahari yang masuk ke dalam rumah-rumah. “(HR. Abu Dawud)
Baca juga:kultum#8 Bak Lemon Wangi Nan Manis
Sebagai seorang anak sudah seharusnya kita berbakti kepada kedua orang tua yang telah mendidik dan merawat kita. Dan seharusnya kita memberikan kado terindah untuk keduanya sebagai tanda rasa syukur kita kepada keduanya.Karena Allah Ta`ala pun berfirman, “Maka bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu. (QS. Luqman: 14)
Kado terindah yang harus kita berikan kepada keduanya adalah mahkota yang akan Allah pakaikan untuk mereka berdua kelak di akhirat. Kita harus “membeli” mahkota itu kepada Allah dengan cara membaca dan mengamalkan al-Quran. Kumpulkanlah seluruh biaya yaitu berupa amal sholeh untuk menebus mahkota yang begitu indah. Dan yakinlah,ketika kita bisa membeli mahkota itu kepada Allah, kedua orang tua kita pun akan tersenyum bahagia.
Coba kita bayangkan sejenak, keindahan senyuman mereka. Kebahagiaan mereka ketika mendapatkan mahkota kemuliaan dari Allah Ta`ala. Lalu mereka berkata dengan penuh keherenan; kenapa kami diberikan kemuliaan yang begitu besar, padahal kami tidak mempunyai amalan yang bisa
Baca juga:Kultum #2 Keistimewaan dan Keutamaan Puasa (1)
MasyaAllah, begitulah kesungguhan mereka dalam mengejar derajat syurga yang paling tinggi. Lambung mereka jauh dari tempat tidur untuk bersua bersama Allah Ta`ala.Mereka menghabiskan malamnya untuk membaca surat-surat dari kekasih-Nya. Seakan-akan ayat-ayat itu diturunkan langsung kepada mereka. Sehingga mereka pun khusyuk dalam membacanya. Bahagia dalam melapalkan ayat demi ayatnya. Dan mereka pun terus mengulang-ulangnya karena kerinduannya kepada surat-surat yang diberikan kekasihnya.
Mari mencontoh kesungguhan ulama-ulama kita dalam membaca al-Quran, sehingga kita berhak mendapatkan derajat syurga yang paling tinggi, dan akan dikatakan kepada kita pada hari kiamat kelak; “Bacalah dan naiklah. Dan bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya ketika di dunia karena sesungguhnya kedudukanmu di ayat terakhir yang engkau baca.”







