Khutbah Jum’at: Selamat Datang Bulan Sya’ban

Khutbah Jum'at adalah artikel yang terbit setiap hari Jum'at yang berguna bagi dai yang akan berceramah di hari Jum'at.
keutamaandanhakahlulbait

Khutbah Jum’at: Selamat Datang Bulan Sya’ban. unduh

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Maasyiral Muslimin Hafidhokumulloh,

Bulan Rajab yang agung baru saja berlalu meninggalkan kita. Saat ini kita telah memasuki Bulan Sya’ban yang mulia, dan sebentar lagi kita akan menyambut bulan yang dirindukan umat Islam. Bulan Suci Ramadhan. Rajab, Sya’ban dan Ramadhan adalah rangkaian tiga bulan mulia yang dihadiahkan oleh Allah SWT untuk umat Islam. Tiga bulan ini penuh dengan hari-hari istimewa, penuh dengan maghfiroh, berkah dan rahmat dari Allah SWT. Apabila telah masuk bulan Rajab, Rasulullah SAW senantiasa berdoa untuk mendapatkan keberkahan bulan-bulan ini. Beliau berdoa:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

“Ya Allah berkahi kami di Bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke Bulan Ramadhan.” (HR Thabrani).

Baca juga: Khutbah Jumat: Berprasangka Baik kepada Allah

Oleh karena itu, mari kita isi bulan-bulan ini dengan bertaubat kepada Allah, dengan ibadah, dan dengan segala sesuatu yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jangan sia-siakan bulan-bulan mulia ini dengan kelalaian. Jangan biarkan pahala yang berlipat, pengampunan serta anugerah-anugerah Allah SWT di bulan-bulan ini berlalu begitu saja. Tahukah anda apa yang disesali mereka yang telah meninggalkan dunia ini? Mereka tidak menyesal karena hidup miskin di dunia. Mereka tidak menyesal karena tidak memiliki kedudukan di dunia. Yang mereka sesali kelak adalah sedikitnya amal kebaikan. Allah SWT mengabarkan perkataan mereka dalam al-Quran:

لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْ رَبِّ ارْجِعُونِ

“Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.” (QS al Mukminun[23]: 99-100).

Maasyiral Muslimin Hafidhokumulloh,

Sya’ban adalah bulan Rasulullah ﷺ. Nabi ﷺ bersabda:

رجب شهر الله وشعاب شهري ورمضان شهر أمتي

“Rajab adalah bulan Allah, Syakban adalah bulanku dan Romadhon adalah bulan umatku.” (HR Dailami).

Para ulama mengatakan bahwa Sya’ban dikatakan sebagai Bulan Rasulullah ﷺ karena pada bulan inilah turun ayat mulia yang memerintahkan untuk bershalawat, yaitu firman Allah SWT:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS al Ahzab: 56).

Jadikan bulan ini sebagai bulan untuk membahagiakan Rasulullah. Bagaimana cara untuk membuat kita dekat dengan Nabi ﷺ? Di antaranya adalah dengan banyak bershalawat kepada Nabi ﷺ. Rasulullah ﷺ bersabda:

أولى الناس بي يوم القيامة أكثرهم علي صلاة

“Manusia terderkat denganku pada Hari Kiamat adalah yang paling banyak mengucapkan sahalawat kepadaku.” (HR Turmudzi).

Buktikan cinta kita kepada Nabi ﷺ. Jaga baik-baik ajaran Nabi, sunah-sunah Nabi ﷺ, adab-adab Nabi, sebab semua itu merupakan bukti bahwa kita cinta kepada Nabi ﷺ. Rasulullah ﷺ bersabda:

من أحيا سنتى فقد أحبني ومن أحبني كان معي في الجنة

“Siapa yang menghidupkan sunahku maka ia benar-benar mencintaiku. Dan siapa yang mencintaiku maka ia akan berada bersamaku di surga.” (HR Turmudzi).

Sungguh telah berdusta orang yang mengaku cinta kepada Nabi tapi tidak peduli kepada sunah-sunah Nabi. Tidak peduli dengan tangan apa ia makan. Tidak peduli dengan kaki mana ia masuk dan keluar rumah. Tidak peduli dengan doa dan dzikir yang diajarkan Nabi. Jika ia tidak peduli pada sunah-sunah sederhana, tentu ia lebih tidak peduli pada sunah-sunah yang berat. Oleh sebab itu, man di Bulan Rasulullah ﷺ ini kita praktekkan sedikit demi sedikit sunah-sunah Nabi sebagai wujud cinta kita kepada Nabi ﷺ.

Maasyiral Muslimin Hafidhokumulloh,

Sya’ban adalah bulan untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadhan. Rasulullah ﷺ mencontohkan untuk bersiap menghadapi Ramadhan dengan cara banyak berpuasa di Bulan Sya’ban. Ketika Nabi ﷺ ditanya mengenai puasa yang paling utama setelah Ramadhan, Nabi ﷺ menjawab:

شعبان لتعظيم رمضان

“Puasa Sya’ban untuk mengagungkan Ramadhan.”(HR Turmudzi).

Sahabat Anas ra berkata bahwa dahulu apabila masuk bulan Sya’ban kaum Muslimin berfokus pada mushaf-mushaf al Quran dan membacanya. Mereka juga mengeluarkan zakat harta mereka untuk membantu orang-orang miskin agar kuat menjalani puasa Ramadhan. Ketika masuk bulan Sya’ban, sebagian ulama Salaf menutup toko mereka dan mulai fokus membaca al Quran. Oleh sebab itu, tidak heran jika dikatakan oleh sebagian ulama:

شهر شعبان شهر القراء

“Bulan Sya’ban adalah bulan bagi para pembaca Al Quran.”

Pada bulan Sya’ban ini Allah SWT memberikan suatu anugerah agung kepada kita yaitu malam Nisfu Sya’ban, malam kelima belas dari bulan Sya’ban. Malam ini adalah salah satu dari lima malam-malam mulia di mana Allah SWT tidak akan menolak doa seorang hamba di dalamnya. Rasulullah ﷺ bersabda:

خمس ليالترد فيهن الداعاء ؛ اول ليلة من رجب، وليلة النصف من الشعبان، و ليلة الجمعة، والية الفطر، و اليلة النحر

“Ada lima malam yang tidak akan ditolak doa yang dipanjatkan di dalamnya: Malam pertama Bulan Rajab, Malam Nisfu Syakban, Malam Jumat, malam !dui Fitri dan malam ldul Adha.” (HR Ibnu Asakir).

Oleh karena itu, jangan lewatkan malam mulia ini. Makmurkan malam ini dengan ibadah. Mohonkan kepada Allah kebaikan dunia dan akhirat. Insya Allah doa kita akan dikabulkan Allah. Pada malam Nisfu Sya’ban, Allah SWT bertajalli kepada penghuni bumi dan mengampuni semua dosa orang yang beriman kecuali beberapa golongan saja. Rasulullah ﷺ bersabda:

ان الله ليطلع في ليلة النصف من الشعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك او مشاحن

“Sesunggunya Allah mengawasi semua makhluknya di malam Nisfu Sya’ban dan mengampuni semua makhluknya kecuali orang musyrik dan pendengki.” (HR lbnu Majah).

Disebutkan oleh para ulama bahwa ada empat belas golongan yang diharamkan dari ampunan Allah pada malam Nisfu Sya’ban. Di antara mereka adalah pecandu minuman keras, orang yang durhaka kepada orang tua, yang saling mendengki, pezina, pemutus hubungan silaturahim, orang musyrik dan lainnya. Mari kita buang sifat-sifat itu dari diri kita. Jauhkan kedengkian kepada sesama Muslim. Pererat tali silaturahim antara kita. Tingkatkan bakti kita kepada orang tua dan jauhi dosa-dosa yang menghalangi kita dari ampunan Allah SWT di malam itu. Dengan begitu kita akan dapat menyambut Ramadhan dalam keadaan suci tanpa dosa, insya Allah!

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فيِ القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنيِ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنيِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ َإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْليِ هذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ ليِ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ  فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Jumat – Selamat Datang Bulan Sya’ban ini ditulis oleh Mohd. Ayub Syafii, penulis di kolom Tombo Ati Majalah Al-Haromain. Khutbah Jumat – Selamat Datang Bulan Sya’ban ini dapat diunduh dalam bentuk pdf dan disimpan dalam hp antum.

Masukkan kata pencarian disini