Khutbah Jum’at: Keutamaan Sedekah. unduh.
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى:
مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ ۖ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ بَاقٍ ۗ وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِينَ صَبَرُوا أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Maasyirol Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumulloh,
Allah SWT berfirman di dalam Al-Quran:
مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ ۖ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ بَاقٍ
“Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal.” (QS. an-Nahl[16]: 96)
Semua yang kita miliki baik berupa harta yang kita kumpulkan, bangunan-bangunan mewah, kendaraan-kendaraan mewah, perhiasan dan permata, semua itu akan lenyap tanpa memberikan manfaat apapun. Ada satu cara untuk membuat semua itu bisa kekal manfaatnya untuk kita, yaitu dengan mensedekahkannya di jalan Allah SWT. Pernah para sahabat menyembelih kambing dan membagi-bagikan semua dagingnya, hingga hanya tersisa daging pundaknya saja. Saat itu Nabi ﷺ bertanya:
ما بقي منها؟
“Apa yang tersisa dari kambing Itu?”
Sayidah Aisyah menjawab:
ما بقي منها إلا كتفها
“Tersisa kecuali pundaknya.”
Maka Nabi ﷺ bersabda:
بقي كلها غير كتفها
“Semuanya masih ada kecuali Pundaknya.” (HRTurmudzi)
Itu menunjukan bahwa semua yang kita sedekahkan untuk Allah SWT akan selalu ada di sisi Allah, sedangkan apa yang kita simpan itulah yang akan sirna.
Baca juga: Keutamaan Bulan Sya’ban
Maasyirol Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumulloh,
Pada hakikatnya sedekah kita bukanlah untuk menolong orang lain, melainkan untukmenolong dIri kita sendiri. Dengan bersedekah, kita telah melindungi diri dan keluarga kita dari berbagai bahaya besar yang mengancam kita, baik bahaya dunia maupun bahaya akhirat. Bahaya apakah yang paling kita takutkan di akhirat? Bukankah kita semua takut adzab Allah SWT di neraka? Sungguh sedekah dapat menghalau kita dari api Neraka. Rasulullah ﷺ bersabda:
اتقوا النار ولو بشق تمرة
“Lindungi diri kalian dari neraka walau dengan bersedekah separuh kurma.” (HR. Bukhari Muslim)
Bukankah kita semua takut mendapatkan murka Allah SWT? Ketahuilah bahwa sedekah rahasia dapat memadamkan murka Allah SWT. Rasulullah ﷺ bersabda:
ان صدقة السر تطفيء غضب الرب
“Sesungguhnya sedekah rahasia dapat memadamkan kemurkaan Tuhan.” (HR Thabrani)
Maka siapa saja yang ingin terlindung dari api neraka, ingin terlindung dari kemurkaan Allah SWT, bersegeralah untuk bersedekah. Keluarkan apa yang kita mampu sedekahkan walaupun itu adalah hanya separuh biji kurma. Dengan demikian insya Allah kita akan selamat dari bahaya terbesar yang mengancam kita di akhirat. Sedekah juga dapat membuat harta kita selalu terjaga, bahkan sedekah adalah obat mujarab untuk semua penyakit hati dan fisik. Rasulullah ﷺ bersabda:
حصنوا أموالكم بالزكاة، وداووا مرضا كم بااصدقة، وأعدوا للبلاء الدعاء.
“Jaga harta kalian dengan zakat, obati yang sakit kalian dengan sedekah dan siapkan diri untuk menghadapi bala”. (HR Thabrani)
Tahukah anda, apa penyesalan terbesar orang yang telah wafat? Apa yang akan mereka ingin lakukan seandainya mereka dikembalikan di dunia? Penyesalan terbesar mereka adalah karena tidak mensedekahkan hartanya, seandainya mereka diberi kesempatan untuk hidup kembali pasti mereka akan mensedekahkan semua harta mereka. Allah SWT berfirman:
وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ
“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” (QS. al-Munafiqun: 10)
Maka, selagi kita sehat, selagi kita masih hidup mari kita sedekahkan kelebihan harta kita sebelum terlambat dengan datangnya kematian. Sebab jika kita wafat meninggalkan timbunan harta yang tidak pernah digunakan untuk kebaikan, meninggalkan banyak tanah dan kendaraan yang tidak pernah kita butuhkan di dunia, semua harta itu hanya akan memberatkan kita di akhirat kelak. Dan kita akan menjadi orang yang paling menyesali diri di sana, naudzu billahimin dzalik. Rasulullah ﷺ bersabda ,
ياابن آدم، إنك أن تبذل الفضل جير لك، وأن تمسكه شر لك
“Wahai keturunan Adam, sesungguhnya jika kamu keluarkan harta yang lebih itu lebih baik bagimu. Sedangan menohon harta itu adalah buruk bogimu.” (HR Muslim)
Maasyirol Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumulloh,
Jangan pernah berpikir harta kita akan berkurang karena sedekah. Allah SWT dan Rasul-Nya telah menjamin bahwa harta yang kita sedekahkan dengan ikhlas tidak akan pernah berkurang, Allah SWT pasti akan gantikan dengan yang jauh lebih balk. Di dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman:
وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS Saba[34]: 39)
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
ما نقصت صدقة من مال
“Sedekah tidakakan mengurangi harta…” (HR Muslim)
Setelah Allah SWT menjamin akan menggantikan harta yang disedekahkan, setelah Rasulullah ﷺ menjamin bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta, masihkah kita ragu dan takut akan menjadi miskin karena sedekah? Buanglah perasaan takut miskin dan mulailah bersedekah ketika mampu.
Kita tidak akan pernah merugi dengan sedekah, justru kita akan menjadi orang yang paling rugi jika mampu bersedekah tetapi malah menyimpan harta untuk diri sendiri. Mereka yang tidak sudi bersedekah termasuk orang yang didoakan keburukan oleh malaikat setiap pagi. Rasulullah ﷺ bersabda:
ما من يوم يصبح العباد فيه إلا ملكان ينزلان، فيقول أحدهما: اللهم أعط منفقا خلفا، ويقول الآخر: اللهم أعط ممسكا تلفا
Tiada satu hati pun berlalu dimana para hamba berpagi hari kecuali ada dua malaikat turun. Salah satunya berdoa: Ya, Allah berilah ganti bagi orang yang berinfak” Sedangkan yang satu berdoa: “Ya Allah berilah kehancuran bagi yang menahan hartanya.” (HR Bukhari-Muslim)
Maka, siapa yang ingin mendapatkan kebaikan setiap hari, siapa yang ingin mendapatkan keberkahan doa malaikat setiap pagi, jangan pernah lupa untuk bersedekah semampunya. Dan siapa yang tidak sudi mengeluarkan harta untuk orang lain, ingatlah bahwa doa malaikat itu mustajab, jangan sampai kebakhilannya menjadi sebab ia termasuk orang yang celaka kelak di akhirat.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فيِ القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنيِ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنيِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ َإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْليِ هذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ ليِ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah Jumat – Selamat Datang Bulan Sya’ban ini ditulis oleh Mohd. Ayub Syafii, penulis di kolom Tombo Ati Majalah Al-Haromain. Khutbah Jumat – Selamat Datang Bulan Sya’ban ini dapat diunduh dalam bentuk pdf dan disimpan dalam hp antum.







