Khutbah Jum’at: Keutamaan Bulan Sya’ban

Khutbah Jum'at adalah artikel mingguan diperuntukan untuk dai yang akan berceramah khutbah Jumat. Artikel ini sebagai insiprasi bagi para dai yang belum ada bahan untuk ceramah khutbah Jumat.
bulansyakban

Khutbah Jum’at: Keutamaan Bulan Sya’ban. unduh.

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Maasyiral Muslimin sidang Jum’at Hafidhokumulloh,

Saat ini kita berada pada Jumat kedua di Bulan Syaban, Bulan yang sangat mulia dan penuh keberkahan. Sebentar lagi insya Allah kita akan menyongsong Bulan Suci Ramadhan, Bulan agung yang dinanti-nantikan oleh umat Islam. Maka sudah sepantasnya, kita mulai mempersiapkan diri agar dapat menjalani puasa Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Dikatakan oleh sebagian ulama:

رجب للزرع وشعبان للسقيا ورمضان للحصاد

Bulan Rajab adalah bulan menanam bibit. Sya’ban untuk mengairi dan Ramadhan untuk memetik hasil.

Baca juga: Khutbah Jum’at: Selamat Datang Bulan Sya’ban

Siapa orang yang pada Bulan Rajab bekerja keras menanam bibit kebiasaan untuk berbuat taat, membiasakan shalat sunnah, membaca al Quran, sedekah, berdzikir, dan ibadah-ibadah lainnya serta menghindari segala jenis dosa. Lalu di bulan Sya’ban ia memelihara kebiasaan itu dengan sebaik-baiknya. Maka pada Bulan Ramadhan, ia akan memetik hasil kebiasaannya. Ia akan menjadi orang yang gemar untuk shalat sunnah, gemar membaca al Quran, gemar bersedekah, selalu berdzikir, tidak pernah lalai untuk beribadah kepada Allah dan selalu menjaga diri dari dosa. Jika demikian, ia akan menjadi orang yang sukses pada bulan Syawal, dan termasuk dalam golongan minal aidin wal faidzin, golongan yang kembali kepada Allah dengan penuh kemenangan.

Sebaliknya, orang yang tidak mau memanfaatkan Rajab dan Sya’ban, selalu lalai pada dua bulan itu, tidak perduli dengan dosa dan tidak berusaha untuk meningkatkan ibadahnya. Di bulan Ramadhan, dia akan merasa sangat berat untuk melakukan ibadah. Bahkan mungkin kelalaiannya semakin menjadi jadi pada Bulan Ramadhan, kemaksiatannya lebih parah di Bulan Ramadhan. Jika demikian maka, ia akan menjadi orang yang sangat merugi. Ia telah melewatkan kesempatan agung untuk mendapatkan pahala yang berlipat-ganda, rahmat, pengampunan, serta anugrah Allah yang melimpah di bulan Suci Ramadhan. Dan ia akan menyongsong Bulan Syawal dengan tangan hampa bahkan mungkin dengan pundak yang dibebani dosa-dosa Naudzubillahi min dzalik.

Merekalah orang-orang celaka yang dikatakan oleh Nabi ﷺ dalam sabdanya:

رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَىَّ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ أَدْرَكَ عِنْدَهُ أَبَوَاهُ الْكِبَرَ فَلَمْ يُدْخِلاَهُ الْجَنَّةَ

Sungguh rugi orang yang namaku disebut di sisinya, namun is tidak bershalawat kepadaku. Sungguh rugi orang yang mendapati Bulan Ramadhan, namun Ramadhan berlalu sebelum dosanya diampuni. Sungguh rugi orang yang mendapati kedua orang tuanya yang sudah tua, namun keduanya tidak dapat memasukkannya ke dalam surga. (HR Turmudzi)

Maka ayo kita warnai Bulan Sya’ban yang mulia ini dengan ibadah. Jangan lalai pada Allah. Mungkin banyak dari kita yang lalai pada bulan Rajab kemarin, jangan diteruskan! Pergunakan kesempatan emas pada Bulan Sya’ban ini untuk merubah diri dari lalai menjadi taubat, dari maksiat menjadi taat, dari sifat buruk menuju sifat-sifat terpuji untuk mempersiapkan Bulan Suci Ramadhan. Rasulullah ﷺ sendiri mencontohkan untuk bersiap menghadapi Ramadhan dengan banyak berpuasa pada bulan Sya’ban. Ketika Nabi ﷺ ditanya mengenai puasa yang paling utama setelah Ramadhan, Nabi ﷺ menjawab:

شعبان لتعظيم رمضان

Puasa Sya’ban untuk mengagungkan Ramadhan. (HR Turmudzi)

Masyirol Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumulloh

Bulan Sya’ban ini juga adalah bulan untuk banyak mengingat umur dan kematian. Pada bulan ini ditentukan ajal orang-orang yang akan mati satu tahun ke depan. Banyak orang yang membangun rumah mewah, sibuk memperkaya diri, menikah, merencanakan kegiatan untuk bertahuh-tahun ke depan padahal namanya telah tercantum sebagai orang yang akan mati pada tahun ini. Maka jangan lalai, usahakan agar catatan ajal anda ditentukan ketika anda sedang beribadah kepada Allah SWT. Ketika ditanya mengenai alasan banyak berpuasa di Bulan Sya’ban, Rasulullah ﷺ menjawab:

ان الله يكتب على كل نفس ميتة تلك السنة, فأجب أن يأتيني أجلي وأنا صائم

Sesungguhnya Allah menetapkan setiap jiwa yang akan mati pada tahun itu. Dan aku ingin agar ketetapan ajalku datang ketika aku sedang berpuasa. (HR Abu Ya’ la)

Kehidupan dunia ini adalah sementara saudara. Umur manusia itu pendek. Tidak lama lagi, semua yang hadir di sini pasti akan mati dan dikubur di bawah tanah yang sempit. Semua harta yang ia usahakan dengan susah-payah akan ditinggalkan. Istri yang sangat ia cintai akan diambil orang. Orang tua, anak-anak, saudara, dan sahabat yang selalu menghibur hatinya akan meninggalkannya di kubur sendirian tanpa teman. Tidak ada yang menemani kita selain amal sholeh, shalat kita, bacaan al Quran kita, puasa kita, shalawat kita, bakti kita kepada orang tua, dan amalan-amalan shaleh lainnya. Pertanyaannya, sudahkah kita persiapkan amalan-amalan itu untuk menemani kesunyian kubur kita? Berapa banyak ketaatan yang sudah kita persiapkan untuk alam kubur? Jangan menunda-nunda persiapan ini saudara, sebab kematian bisa datang kapan saja kepada siapa saja. Oleh sebab itu Nabi ﷺ bersabda:

الكيس من دان نفسه وعمل لما بعد الموت والعاجز من أتبع نفسه هواها وتتمنى على الله

Orang yang cerdas adalah orang yang memperhitungkan dirinya dan beramal untuk menghadapi apa yang ada setelah kematian. Dan orang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya, kemudian ia berangan-angan kepada Allah. (HR Turmudzi)

Maka persiapkanlah kematian anda saat ini juga. Jangan sampai kematian datang ketika anda lalai dan penuh dengan dosa dan kedurhakaan. Jika demikian maka anda akan menjadi orang yang paling celaka. Kubur anda yang sempit itu akan menjadi satu parit dari parit-parit neraka yang tidak pernah berhenti menyiksa sampai hari kiamat.Tidak ada yang dapat anda lakukan selain berteriak:

رَبِّ ارْجِعُونِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّا

“Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia). Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. (QS al Mukminun[23]: 99-100)

Naudzubillahi min dzalik

Maasyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah

Pada bulan Sya’ban ini juga terdapat malam yang sangat agung, yaitu malam Nishfu Sya’ban, Malam lima belas Sya’ban. Pada malam ini, Allah SWT melimpahkan ampunan dan rahmat secara menyeluruh, mengabulkan doa dan membebaskan banyak manusia dari api neraka. Rasulullah ﷺ bersabda:

يطلع الله عز وجل على جلقه ليلة النصف من اشعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن

Allah SWT mengawasi makhluk-Nya di malam Nishfu Sya’ban dan mengampuni seluruh manusia kecuali orang musyrik dan yang suka menimbulkan perpecahan. (HR Thabrani)

Maka jangan anda Iewatkan malam penuh nafahat ini. Hidupkan malam itu dengan ibadah, sebab satu nafahat saja bisa menjadikan kita orang yang beruntung untuk selamanya. Rasulullah ﷺ bersabda:

إن لربكم في أيام دهركم نفحات, فتعرضوا لها، لعلة أن يصيبكم نفحة منها، فلا تشقون بعدها أبدا

Sesungguhnya bagi Tuhan kalian pada hari-hari dari masa kalian terdapat nafahat-nafahat. Maka hadanglah ia barangkali ia mendapatkan satu nafahat kemudian kalian tidak akan celaka untuk selamanya. (HR Thabrani)

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فيِ القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنيِ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنيِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ َإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْليِ هذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ ليِ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ  فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Jumat – Selamat Datang Bulan Sya’ban ini ditulis oleh Mohd. Ayub Syafii, penulis di kolom Tombo Ati Majalah Al-Haromain. Khutbah Jumat – Selamat Datang Bulan Sya’ban ini dapat diunduh dalam bentuk pdf dan disimpan dalam hp antum.

 

Masukkan kata pencarian disini