Kesan Pertama dari Seorang Peserta Majelis Taklim Abi Ihya’

A VPN is an essential component of IT security, whether you’re just starting a business or are already up and running. Most business interactions and transactions happen online and VPN
bersamasangmurobbi

Mungkin tahun 1991, saya lupa persisnya. Saya datang untuk pertama kali ke musala sederhana di kampung padat penduduk di kawasan Surabaya Pusat. Atas saran seorang teman agar mengaji di musala itu.

Saya -kala itu masih kuliah- datang dengan mengenakan kaos oblong warna merah, celana kasual agak ngapret, serta sepatu injek.

Saya kebagian tempat duduk dekat kursi sang ustad. setelah bersalaman, sang ustad bertanya kepada saya, “Njenengan pundi?”

Sebuah pertanyaan yang mengejutkan saya. Datang dengan kaos oblong dan bercelana kasual -sementara yang lain “benar-benar niat mengaji” dengan mengenakan sarung atau celana, berkemeja melayu alias baju koko, dan berkopyah- saya disapa sang ustad dengan bahasa Jawa krama inggil (bahasa Jawa halus).

Waktu itu sang ustad tak menegur saya -misalnya- dengan kalimat “Ga niat ngaji. Mosok ngaji kaosan oblong koyok ngono”. Sama sekali tidak.

Dan, sang ustad itu adalah yang waktu itu saya memanggilnya “Pak Ihya”, lalu Ustad Ihya’, lalu “Abi”. Hingga kini.

(Ahmad Hamzan Abdul Kaafi, peserta majelis taklim Abi Ihya’ Surabaya)

Masukkan kata pencarian disini