Oleh | Mas Onny.
Ada satu kalimat bagaimana Abi memang seorang guru sekaligus Murabbi yang betul-betul kekasihnya Abuya. Bahasa kekasih ini telah disampaikan oleh Habib Abu Bakar Al-Atthas, orang yang dekat dan seperjuangan dengan Abuya sewaktu di Makkah dan sudah da’wah hampir ke seluruh penjuru Eropa.
Ketika itu saya sama Abi berdua sowan ke rumah beliau di Jakarta, dua hari sebelum terbang ke Jeddah. Habib Abu Bakar kemudian memanggil semua anak laki-lakinya. Beliau berkata pada mereka, “Waladiy, ini ada Kiai Ihya’. Ayo cium tangannya. Beliau adalah kekasihnya Abuya Muhammad.”
Baca Juga: Satu Tanda Orang Baik
Saya ambil bahasa “kekasihnya Abuya” justru dari ucapan beliau Al-Habib Abu Bakar Al-Atthas Martapura yang punya rumah di Jakarta ini.
Waktu sowan tersebut, Habib Abu Bakar Al-Atthas memberikan uang langsung ditransfer pada hari itu juga ke Abi sebesar:
1) Rp250 juta untuk bantuan beli kantor As-Shofwah
2) Rp100 juta untuk pondoknya Abi
3) Rp5 juta untuk sangu Abi umrah
4) Rp1 juta untuk saya.
Sambil ketawa-ketawa dan bersenda-gurau, beliau bilang ke Abi. “Ada Kiai yang berani memberi uang ratusan juta? Gak ada, kecuali Habib Abu Bakar.”
| Habib Abu Bakar kemudian memanggil semua anak laki-lakinya. Beliau berkata pada mereka, “Waladiy, ini ada Kiai Ihya’. Ayo cium tangannya. Beliau adalah kekasihnya Abuya Muhammad.”
da satu kalimat bagaimana Abi memang seorang guru sekaligus Murabbi yang betul-betul kekasihnya Abuya. Bahasa kekasih ini telah disampaikan oleh Habib Abu Bakar Al-Atthas, orang yang dekat dan seperjuangan dengan Abuya sewaktu di Makkah dan sudah da’wah hampir ke seluruh penjuru Eropa. Ketika itu saya sama Abi berdua sowan ke rumah beliau di Jakarta, dua hari sebelum terbang ke Jeddah. Habib Abu Bakar kemudian memanggil semua anak laki-lakinya. Beliau berkata pada mereka, “Waladiy, ini ada Kiai Ihya’. Ayo cium tangannya. Beliau adalah kekasihnya Abuya Muhammad.” Saya ambil bahasa “kekasihnya Abuya” justru dari ucapan beliau Al-Habib Abu Bakar Al-Atthas Martapura yang punya rumah di Jakarta ini. Waktu sowan tersebut, Habib Abu Bakar Al-Atthas memberikan uang langsung ditransfer pada hari itu juga ke Abi sebesar: 1) Rp250 juta untuk bantuan beli kantor As-Shofwah 2) Rp100 juta untuk pondoknya Abi 3) Rp5 juta untuk sangu Abi umrah 4) Rp1 juta untuk saya. Sambil ketawa-ketawa dan bersenda-gurau, beliau bilang ke Abi. “Ada Kiai yang berani memberi uang ratusan juta? Gak ada, kecuali Habib Abu Bakar.”Tetapi kemudian beliau melanjutkan, “Tapi itu sangat sedikit sekali Kiai. Dibandingkan Abuya, saya tidak ada apa-apanya.” Lalu beliau bercerita. “Abuya pernah singgah di rumah saya di Martapura. Saya sembelihkan kambing dua ekor. Setelah Abuya mau pulang, saya suruh menghitung berapa uang yang kamu keluarkan.” Setelah dihitung dan ditotal berapa habisnya, maka, kata Habib Abu Bakar, “Abuya langsung mengganti 10 kali lipat! Luar biasa!” Itulah yang saya ingat ketika sowan ke Habib Abu Bakar Al-Atthas di Jakarta tahun 2011 bersama Abi.
|
Tetapi kemudian beliau melanjutkan, “Tapi itu sangat sedikit sekali Kiai. Dibandingkan Abuya, saya tidak ada apa-apanya.”
Lalu beliau bercerita. “Abuya pernah singgah di rumah saya di Martapura. Saya sembelihkan kambing dua ekor. Setelah Abuya mau pulang, saya suruh menghitung berapa uang yang kamu keluarkan.”
Setelah dihitung dan ditotal berapa habisnya, maka, kata Habib Abu Bakar, “Abuya langsung mengganti 10 kali lipat! Luar biasa!”
Itulah yang saya ingat ketika sowan ke Habib Abu Bakar Al-Atthas di Jakarta tahun 2011 bersama Abi.
(Diambil dari buku Bersama Sang Murobbi I, Persyadha. Bagi yang ingin memiliki buku tersebut hubungi Kewirausahaan Anshoriyyah +62 877-5419-2725







