Cintailah Alloh dan yang Dicintai Alloh

A VPN is an essential component of IT security, whether you’re just starting a business or are already up and running. Most business interactions and transactions happen online and VPN

Cintailah Alloh dan yang Dicintai Alloh

“Hakikat cinta tidak bisa dipahami sepenuhnya oleh akal karena cinta menetap di dalam hati.”

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Katakanlah (Muhammad), “Jika kalian mencintai Alloh, ikutilah aku, niscaya Alloh mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali Imron: 31)

Cinta. Apa itu cinta? Cinta itu tentang memahami. Ya. Menurut Abi K.H. M. Ihya Ulumiddin, cinta adalah mengerti secara detail tentang obyek yang dicintai. Penjelasan tersebut disampaikan Abi dalam Taushiyah Syahriyah Desember 2024 Persyarikatan Dakwah Al Haromain pada hari Ahad (1/12/2024) di Sentra Dakwah Al Haromain Ketintang, Surabaya.

Lihat Video: LIVE Taushiyah Syahriyah Desember 2024 Surabaya

Abi K.H. M. Ihya Ulumiddin saat menyampaikan taushiyahnya di momen Taushiyah Syahriyah Desember pada hari Ahad (1/12/2024) di Sentra Dakwah Al Haromain, Ketintang, Surabaya. (TIH)

Manusia diciptakan untuk mencintai Alloh

Hakikat cinta tidak bisa dipahami sepenuhnya oleh akal karena cinta menetap di dalam hati. Karena cinta ini pula, Alloh menciptakan alam raya dan isinya. Kita mungkin sering mendengar salah satu ayat yang menjelaskan tujuan penciptaan manusia dan jin hanyalah untuk beribadah/menyembah Alloh.

وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

Mengutip pendapat Imam Mujahid sebagaimana dituliskan Ibnu Abdil Barr di dalam kitabnya Jami’ Bayan al-Ilmi wa Fadhilihi, frasa liya’budun di dalam ayat tersebut juga mengandung makna “mengerti tentang-Ku”. “Mana mungkin tunduk patuh (ibadah) pada Alloh kalau tidak kenal Alloh”, tambah Abi di dalam taushiyahnya. Orang yang sudah mengerti Alloh dengan pengertian yang hakiki, maka ia pasti mencintai-Nya.

Bagaimana agar cinta pada Alloh?

Lalu, bagaimana kita bisa sampai mengerti dan mencintai Alloh dengan hakiki? Untuk sampai pada tahap tersebut, Abi menerangkan ada tiga hal. Pertama yaitu senantiasa ngaji. Di dalam ngaji ada unsur guru dan ilmu. Dari keduanyalah didapat pemahaman mengenai Alloh. Kedua yakni teman karena Alloh. Pertemanan karena Alloh sudah pasti tujuannya untuk bersama-sama mendekat kepada Alloh. Yang ketiga yakni harta yang halal. Harta yang halal akan mendorong seseorang kepada kepatuhan terhadap Alloh dan menjauhi kemaksiatan.

Ketika seseorang mencintai Alloh, maka ada konsekuensi berikutnya di mana seseorang juga harus cinta pada yang dicintai Alloh. Yang dicintai Alloh tersebut di antaranya yaitu Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam, keluarga Nabi (ahlulbait), sahabat Nabi, serta para ulama dan orang-orang sholih. Untuk mencapai hal tersebut, Abi mengajarkan doa yang dibaca Nabi Daud alaihissalam.

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَالْعَمَلَ الَّذِيْ يُبَلِّغُنِي حُبَّكَ

Ya Allah, sesungguhnya saya memohon kepada-Mu (bisa) mencintai-Mu, mencintai orang yang mencintai-Mu, dan amal yang bids mengantarku pada cinta-Mu. (HR. Turmudzi)

Abi K.H. M. Ihya Ulumiddin bermushofahah dengan jamaah yang ahdir saat Taushiyah Syahriyah Desember pada hari Ahad (1/12/2024) di Sentra Dakwah Al Haromain, Ketintang, Surabaya. (TIH)

Cinta Ahlulbait Nabi

Terkait dengan mencintai ahlulbait, di negeri kita sedang merebak fitnah yang kontra dengan hal tersebut bahkan berbalik dengan mencaci mereka. Padahal, menurut Abi, ahlulbait adalah yang paling mengerti shohibulbait (Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam). Abi mengutip syair Imam Syafi’i yang termaktub di dalam Diwan al-Imam al-Syafi’i.

يا أهل بيت رسول الله حبكم * فرض من الله في القرآن انزله

“Wahai keluarga Rasulullah, kecintaan atas kalian # merupakan kewajiban dari Allah dalam al-Qur’an yang Dia turunkan.”

Lagipula, terdapat banyak keterangan yang menjelaskan tentang keutamaah ahlulbait. Salah satunya hadits yang diriwayatkan Imam al-Tirmidzi.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي قَدْ تَرَكْتُ فِيكُمْ مَا إِنْ أَخَذْتُمْ بِهِ لَنْ تَضِلُّوا كِتَابَ الهِى وَعِتْرَتِي أَهْلَ بَيْتِي

Wahai manusia, sesungguhnya aku telah meninggalkan pada kamu sesuatu jika kamu memeganginya niscaya kamu tidak akan sesat: Kitabullah dan ‘itrah-ku (keturunanku/sanak keluargaku), ahli bait-ku. (HR at-Tirmidzi, Ahmad dalam Al-Musnad).

Amal yang dicintai Alloh

Kembali kepada pembahasan cinta, ada beberapa amal yang disebutkan merupakan kecintaan Alloh seperti sholat pada waktunya, berbakti kepada orang tua, dan jihad fi sabilillah.

سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ؟ قَالَ: “الصَّلاَةُ عَلىَ وَقْتِهَا “. قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ ؟ قَالَ: ثُمَّ “بِرُّ الْوَالِدَيْنِ ” قُلْتُ ثُمَّ أَىُّ ؟ قَالَ: ((ثُمَّ الْجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ)) قَالَ: حَدَّثَنِيْ بِهِنَّ وَلَوِ اسْتَزَدْتُهُ لَزَادَنِى

“Saya (Abdulloh bin Mas’ud) bertanya kepada Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam mengenai amalan yang paling dicintai oleh Alloh?” Maka beliau menjawab, “Shalat pada waktunya.” Saya bertanya lagi, “Lalu amalan apa lagi, wahai Rosululloh?” Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Saya bertanya kembali, “Kemudian amalan apa lagi?” Beliau berkata, “Kemudian berjihad di jalan Alloh.” Ibnu Mas’ud berkata, “Beliau (hanya) menyebutkan perkara tersebut, jika sekiranya aku bertanya lebih banyak, maka tentu beliau akan menambahnya“(H.R. Bukhari dan Muslim)

Di dalam hadits lain juga diriwayatkan tentang kecintaan Alloh bagi amalan yang dijaga secara rutin/istiqomah.

أحَبُّ الأعمالِ إلى اللهِ تَعالى أدوَمُها وإن قَلَّ

Amal yg paling dicintai Alloh adalah amal yang dikerjakan secara terus menerus meskipun sedikit.” (HR. Bukhori dan Muslim).

Terkait hadits ini, Abi memisalkan orang yang terus menerus melakukan ibadah meski itu kecil seperti orang yang mengetuk pintu terus menerus dengan sabar. Orang itu suatu saat pasti akan dibukakan pintu oleh pemilik rumah.

Sholat adalah salah satu amalan wajib yang secara terus-menerus harus dilakukan umat muslim. Sholat menjadi komunikasi makhluk dengan Alloh. Di dalamnya termuat takbir, ruku, sujud, dan ibadah-ibadah lain yang hanya ditujukan untuk Alloh. Jika ditujukan untuk yang lain, maka batallah sholat. Dari sini, orang yang secara kontinu menjaga sholat, maka akan mendapat cinta dari Alloh.

Amalan lain yang dianjurkan dilaksanakan secara kontinu adalah dzikir, syukur, dan ibadah baik lainnya. Nabi pernah berpesan pada Muadz bin Jabal untuk senantiasa setelah sholat membaca doa:

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, serta beribadah dengan baik kepada-Mu.” (H.R. Abu Dawud dan Ahmad)

 

Penyunting: TI Haryadi

Masukkan kata pencarian disini