Sejenak Pagi | SUAMIKU, SURGAKU (1)
Ungkapan di atas sebenarnya bersumber dari sabda Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam secara langsung, yang tertuang dalam salah satu haditsnya.
Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam bertanya, “Apakah kamu punya suami? Wanita itu menjawab,”Ya”. Rasululloh Shoalllohu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
“Perhatikan dimana posisimu terhadap suami. Sebab pada suami itu ada surgamu dan nerakamu”
(HR. Ahmad)
Buat seorang istri, pada diri suami ada surga sekaligus ada neraka juga.
Maksudnya, seorang wanita bisa masuk surga sangat dipengaruhi oleh hubungannya dengan suami dan muamalahnya.
Dan seorang wanita bisa masuk neraka, juga amat sangat dipengaruhi dari hubungan dan muamalahnya dengan suaminya.
Orang Jawa punya ungkapan yang hampir mirip dengan judul di atas, yaitu suargo nunut neroko katut.
Bedanya, ungkapan dalam bahasa Jawa ini lebih menekankan unsur kepasrahan seorang istri kepada suaminya. Istilahnya, suami masuk neraka, istri ikut di belakangnya.
Dan suami masuk surga, istri terseret-seret ikut masuk juga. Ada unsur kepasrahan yang bersifat mutlak dan harus nrimo.
Sedangkan pengertian yang kita dapat dari hadits Nabi Shoalllohu ‘Alaihi Wasallam justru tidak ada unsur kepasrahan.
Yang ada justru sebaliknya, dalam syariat Islam kedudukan istri sangat independen.
Dia bisa masuk surga bukan semata karena ikut suami, tetapi karena usaha dan amalnya sendiri.
Meski suami masuk neraka, istri tidak harus ikut suaminya, malah bisa saja istri masuk surga. Sebaliknya, istri juga bisa masuk neraka padahal suaminya masuk surga. Jadi masuk surga atau neraka bukan semata-mata ikut suami, tetapi lebih merupakan pilihan dari bagaimana cara dia bermuamalah dengan suaminya.
Dalam hal ini, unsur suami bukan sebagai faktor penentu, melainkan hanya sekedar menjadi ladang amal saja. Kalau ladang amal itu digarap dengan baik, maka hasilnya pun akan baik. Sebaliknya, kalau ladang amal itu kurang digarap baik, hasilnya tentu juga kurang baik.
Taat Pada Suami Masuk Surga Dari Pintu Mana Saja
Salah satu bentuk upaya yang bisa dilakukan oleh seorang istri agar bisa masuk surga adalah mentaati suaminya. Rasululloh Shoalllohu ‘Alaihi Wasallam menjanjikan peluang paling menggiurkan, yaitu bisa masuk surga lewat pintu yang mana saja.
“Apabila seorang istri melaksanakan shalat lima waktu, puasa Ramadhan, menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya, maka dikatakan kepadanya : Masuklah ke dalam surga dari pintu yang mana saja”
(HR. Ahmad)
Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad
Wallahu A’lam Bisshawab
Yaa Alloh Yaa Robb…
Ampunilah dosa dan kesalahan Murrobi dan guru² kami.
Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudara² kami.
Yaa Alloh Yaa Robb…
Sehat dan sembuhkan saudara dan sahabat kami yang sakit.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Jadikan negri ini menjadi lebih baik.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin
www.sejenakpagi.com
@sejenakpagi.official
😊❤👍







