SOLUSI ISLAM UNTUK BANGKIT DARI KETERPURUKAN EKONOMI PASCA PANDEMI

A VPN is an essential component of IT security, whether you’re just starting a business or are already up and running. Most business interactions and transactions happen online and VPN

CAHAYA FAJAR
——————————————————–

SOLUSI ISLAM UNTUK BANGKIT DARI KETERPURUKAN EKONOMI PASCA PANDEMI

oleh | Akhmad Muwafik Saleh

Tidak dapat dipungkiri, masa pandemi adalah masa sulit yang dihadapi oleh masyarakat. Kesulitan dalam interaksi normal, kesulitan mendapatkan penghasilan yang normal karena berbagai kebijakan pembatasan sosial, demikian pula kesulitan lainnya berupa berbagai ketakutan yang tercipta akibat gempuran berita media, sehingga membuat masyarakat benar-benar berada dalam suasana yang semakin mencekam akibat covid-19.

Sebagaimana diketahui bahwa dampak covid-19 menyusul penetapan dari WHO yang menyebutkan wabah corona sebagai pandemi dengan kebijakan social distancing termasuk Work From Home (WFH) yang membatasi interaksi serta meliburkan berbagai kegiatan produksi dan belajar, secara nyata telah mempengaruhi dunia usaha. Berbagai sektor ekonomi padat karya sangat terdampak dengan kebijakan ini. Pembatasan pengiriman rantai pasokan global berbagai kebutuhan industri, pemberlakukan sistem pengurangan kepadatan karyawan, berdampak terhadap berkurangnya produksi hingga terjadinya PHK karyawan. Demikian pula industri pariwisata dan biro perjalanan mengalami dampak yang juga sangat signifikan. Intinya adalah semua sektor kehidupan ekonomi masyarakat mengalami keterpurukan.

New normal yang diberlakukan pasca masa pandemi adalah bentuk kehati-hatian dalam pencegahan terhadap penyebaran virus ini kembali. Namun dampak yang dialami masyarakat khususnya pada sektor ekonomi telah menjadi sebuah keniscayaan realitas. Masa new normal adalah proses recovery untuk bangkit kembali dari keterpurukan ekonomi itu.

Islam sebagai agama wahyu menawarkan solusi atas persoalan-persoalan yang dihadapi oleh manusia dalam menjalani kehidupannya. Termasuk pula solusi untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi pasca pandemi. Apa yang ditawarkan oleh Islam terkait persoalan ini ?. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu qayyim Al jauzi :

أربعة تجلب الرزق: قيام الليل، كثرة الاستغفار بالأسحار، تعاهد الصدقة، الذكر أول النهار وآخره. و أربعة تمنع الرزق: نوم الصبحة، قلة الصلاة، الكسل، الخيانة

Empat hal yang dapat mendatangkan rezeki : 1. qiyamul Lail, 2. Memperbanyak istighfar di waktu sahur, 3. Membiasakan bersedekah, 4. Berzikir di awal pagi dan petang. Dan Empat hal yang dapat mencegah rezeki: 1. Tidur di waktu pagi (setelah subuh), 2. Meninggalkan salat, 3. Malas, dan 4. Khianat.

Sebuah tawaran solusi yang sangat jelas tentang bagaimana bisa bangkit dari keterpurukan ekonomi dampak pandemi covid. Selalu ada hubungan antara realitas ekonomi dengan keadaan psikologis. Seseorang yang memiliki ketenangan jiwa psikologi, sadar diri, peduli pada orang lain, serta mampu mengelola waktunya dengan baik, maka hal itu menjadi solusi penting untuk dapat keluar dari himpitan masalah hidup termasuk persoalan ekonomi.

Solusi pertama adalah dengan qiyamul Lail. Secara rasional, orang yang terbiasa bangun di sepertiga malam menandakan dirinya memiliki tingkat produktivitas yang tinggi, kemampuan mengelola waktu yang baik, membagi waktu sepertiga untuk Tuhan (ibadah), sepertiga untuk dirinya, dan sepertiga untuk sosial. Kemampuan mengelola waktu ini akan sangat berdampak pada kemampuannya dalam mengelola potensi yang dimiliki, sehingga memudahkan dirinya untuk membaca peluang-peluang dalam dunia bisnis. Kemudian secara spiritual, seseorang yang membiasakan diri dengan qiyamul Lail, akan dimudahkan oleh Allah jalan keluar dan ditinggikan derajat dalam hubungan kemanusiaannya. Allah berfirman :

تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezeki yang Kami berikan. (QS.As-Sajadah, ayat 16)

Terdapat suatu pesan rahasia Allah swt dalam kalimat tersebut, yaitu Allah memerintahkan seseorang untuk bangun di tengah malam, kemudian Allah menggandengkannya dengan perintah menafkahkan rezeki. Hal ini seakan ada satu pesan, bahwa orang yang rajin shalat malam akan dimudahkan rezekinya oleh Allah swt.

Kedua memperbanyak istighfar. Istighfar ibarat membersihkan segala kotoran yang melekat pada suatu cermin, atau pada suatu aliran jalan. Sementara rezeki diibaratkan dengan cahaya yang melintas di depan cermin, atau air yang mengalir dari hulu Ke Hilir. Manakala seseorang sering membersihkan cermin itu dari kotoran, maka tentu cahaya akan mudah ditangkap. Demikian pula manakala saluran air itu bersih dari kotoran, maka air akan mudah melintas.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا. يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا. وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Rabb kalian, karena sesungguhnya Dia adalah Sang Maha Pengampun-!’ Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepada kalian dengan lebat. Dan membanyakkan harta dan anak-anak kalian, dan mengadakan untuk kalian kebun-kebun, serta mengadakan (pula di dalamnya) untuk kalian sungai-sungai. (QS. Nuh, ayat 10-12).

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga menegaskan dalam sabdanya :

مَن أَكْثَرَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجاً، وَمِنْ كُلِّ ضَيْقٍ مَخْرَجاً، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ

Barangsiapa memperbanyak istighfar, niscaya Allâh merubah setiap kesedihannya menjadi kegembiraan; Allah Azza wa Jalla memberikan solusi dari setiap kesempitannya (kesulitannya), dan Allâh anugerahkan rizki dari jalur yang tiada disangka-sangka. (HR. Ahmad dan al-Hakim)

Ketiga sedekah mendatangkan rezeki bahkan dengan berlipat-lipat. Inilah jaminan Allah bahwa bersedekah bukan mengurangi harta dan bertambah miskin namun akan membuatnya semakin kaya bersedekah ibarat sumber air yang terus mengalir. Firman Allah di dalam Alquran :

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ

“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya” (Qs Saba’ 39).

Dalam sebuah Hadis Qudsi yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman:

أَنْفِقْ يَا ابْنَ آدَمَ أُنْفِقْ عَلَيْكَ

“Berinfaklah wahai anak Adam, niscaya Aku berinfak kepadamu” (Muttafaq ‘Alaih).

Demikian pula di dalam hadisnya, Rasulullah bersabda :

ما نقص مال من صدقة بل يزداد بل يزداد

Artinya : “Tidak akan berkurang harta yang disedekahkan, bahkan bertambah, bahkan bertambah.”

Solusi keempat adalah dengan memperbanyak dzikir pagi dan petang. Berdzikir atau berdoa adalah bentuk kepasrahan dan ketawakalan kepada Allah swt. Sehingga seseorang yang telah menyerahkan dirinya kepada Allah Dzat Yang Maha kaya dan Maha Pemberi rezeki maka tentu segala urusannya akan diambil alih oleh Allah swt dan kehidupannya akan dicukupi olehNya serta diberikan rezeki dari tempat yang tak di sangka-sangka.

Keempat solusi yang ditawarkan oleh Islam ini, sebagai sebuah berita gembira bahwa setiap persoalan pasti selalu ada jalan keluar dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan memberikan jalan petunjuk dan melimpahkan kasih sayangnya kepada siapa saja yang mendekat kepadaNya. Untuk itu masa new normal, adalah masa di mana seseorang menata ulang kembali kehidupan ekonominya, dan solusi terbaik untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi adalah kembalilah kepada ajaran Islam

————————————————–
by : Akhmad Muwafik Saleh. 23.06.2020
————————————————–
🍀🌼🌹☘🌷🍃🍂❤🌼☘

*Pengasuh Pesantren Mahasiswa Tanwir al Afkar, Dosen FISIP UB, Motivator Nasional, Penulis Buku Produktif, Sekretaris KDK MUI Provinsi Jawa Timur

Klik web kami :
www.insandinami.com

🙏 AYO SHARE DAN VIRALKAN KEBAIKAN

Masukkan kata pencarian disini