Rasulullah

SIROH NABAWIYAH (45)

Sejenak Pagi  | SIROH NABAWIYAH (45)
Halimah

Ketika Halimah dan Harits kembali ke rombongan, mereka melihat semua kawan mereka telah mendapatkan bayi untuk dibawa pulang dan disusui.

Melihat itu, Halimah berkata kepada suaminya,
“Demi Alloh, aku tak ingin mereka melihatku pulang tanpa membawa bayi.
Demi Alloh, aku akan pergi kepada anak yatim itu dan mengambilnya.”

“Tidak salah kalau engkau mau melakukannya. Semoga Alloh Ta’ala memberi kita keberkahan melalui anak yatim tersebut.”

Akhirnya Halimah dan suaminya kembali menemui Aminah dan membawa Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alahi Wasallam ke dusun mereka. Aminah melepas bayinya itu dengan perasaan lega bercampur sedih. Lega karena akhirnya ada yang mengasuh Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam, sedih karena harus berpisah dengannya selama dua tahun ke depan.

“Pergilah, Nak. Ibu menunggumu di sini,” bisik Aminah dengan pipi yang hangat dialiri air mata.

Tatkala menggendong Muhammad, Halimah keheranan, “Aku tidak merasa repot membawanya, seakan-akan tidak bertambah beban.”

Kemudian, Halimah menyusui Muhammad.

“Lihat, bayi ini menyusu dengan lahap,” kata Halimah kepada suaminya.

Setelah menyusui Muhammad, Halimah menyusui bayinya sendiri. Bayi itu juga menyusu dengan lahap. Setelah itu, Muhammad dan bayi Halimah tertidur dengan lelap.

“Anak kita tidur dengan lelap,” bisik Halimah kepada suaminya, “padahal, sebelumnya kita hampir tidak bisa tidur karena ia rewel terus sepanjang malam.”

Malam itu, keduanya bertambah heran karena unta tua mereka ternyata kini menghasilkan susu.

“Engkau tahu, Halimah. Sebelum ini unta tua kita tidak menghasilkan susu setetes pun,” gumam Harits.

Suami istri itu meminum air susu unta sampai kenyang.

“Malam ini benar-benar malam yang indah, ” kata Halimah kepada Harits, “bayi kita tertidur lelap dan kita pun bisa beristirahat dengan perut kenyang.”

“Demi Alloh, tahukah engkau Halimah, engkau telah mengambil anak yang penuh berkah.”
“Demi Alloh, aku pun berharap demikian.”

Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad

Wallahu A’lam Bisshawab

Yaa Alloh Yaa Robb…
Ampunilah dosa dan kesalahan Murrobi dan guru² kami.
Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudara² kami.

Yaa Alloh Yaa Robb…
Sehat dan sembuhkan saudara dan sahabat kami yang sakit.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Jadikan negri ini menjadi lebih baik.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.com
@sejenakpagi.official
😊❤👍