Sejenak Pagi | SIROH NABAWIYAH (31)
Utsman dan Ruqayyah
Sore itu, Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam pulang ke rumah dengan hati yang sangat sedih. Seharian, beliau melihat para pengikutnya disiksa. Betapa berat penderitaan orang-orang Muslim saat itu. Bunda Khadijah menghampiri suaminya tercinta. Dihibur dan dikuatkannya kembali diri Rasullalloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam.
Tiba-tiba, pintu terbuka. Ruqayyah, putri kedua Rasulullah, tiba-tiba masuk sambil menangis. Ruqayyah menghambur ke pangkuan ibunya sambil menangis tersedu-sedu .
“Ada apa, sayang?” tanya Bunda Khadijah begitu lembut, menutupi kekhawatirannya sendiri akan berita buruk yang dibawa putrinya itu .
“Suamiku menceraikan aku, Bunda,” isak Ruqayyah. “Ayah mertuaku, Abu Lahab, menyuruh suamiku menceraikan aku dan suamiku menurut. Ia dijanjikan akan dinikahkan kembali dengan putri bangsawan.”
Rasululloh Sholallahu ‘Alaihi Wasallam dan Bunda Khadijah saling bertatapan sedih. Sudah sekejam itukah Abu Lahab bertindak untuk menyakiti Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam dan keluarganya?
“Ummu Jamil, ibu mertuaku, merobek-robek bajuku,” lanjut Ruqayyah pilu. “Abu Lahab memukuliku. Abu Lahab, Ummu Jamil, dan suamiku, Utbah, bersumpah tidak akan menerima lagi kehadiranku selama ayah masih tetap mendakwahkan Islam.”
Seberapa pun tabahnya Bunda Khadijah, air matanya menitik melihat putrinya yang kini jadi orang terusir. Dengan lembut, Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam memeluk putrinya itu dan menghapus air mata di pipinya.
“Aku lebih sayang Ayah dan Bunda daripada siapa pun di dunia ini,” bisik Ruqayyah kepada Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam.
Dengan hati pilu, Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam pergi menemui Abu Bakar. Rasulullah menceritakan kesusahan yang menimpa Ruqayyah.
“Ya Rasululloh,” kata Abu Bakar dengan lembut. “Sebenarnya, dari dulu, Utsman bin Affan sudah menaruh hati pada Ruqayyah, tetapi Utbah mendahuluinya. Utsman sangat menyesal tidak dapat menyunting putri Anda.”
Mendengar itu Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam pun menikahkan Utsman dengan Ruqayyah. Untuk sementara, berakhir satu kesedihan.
Namun, masih sangat banyak cobaan dan ujian lain yang akan mendera Rasulullah, keluarga,dan para sahabatnya.
Catatan:
Dzun Nuraini
Kelak ketika Ruqayyah wafat, Utsman menikahi adik Ruqayyah, Ummu Khultsum. Ummu Khultsum juga diusir oleh kedua mertuanya, Abu Lahab dan Ummu Jamil serta suaminya Utaibah, adik Utbah. Karena menikahi dua putri nabi inilah Utsman digelari Dzun Nuraini, ‘si Pemilik Dua Cahaya’.
Referensi:
Kitab Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam Teladanku
Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad
Wallahu A’lam Bisshawab
Yaa Alloh Yaa Robb…
Ampunilah dosa dan kesalahan Murrobi dan guru² kami.
Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudara² kami.
Yaa Alloh Yaa Robb…
Sehat dan sembuhkan saudara dan sahabat kami yang sakit.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Jadikan negri ini menjadi lebih baik.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin
www.sejenakpagi.com
@sejenakpagi.official
😊❤👍







