Sejenak Pagi | SIROH NABAWIYAH (30)
Dahsyatnya Iman
Abu Thalib memanggil Rasullulloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam dan berkata, “Muhammad , orang – orang Quraisy kembali datang padaku dan mengatakan, ‘Wahai Abu Thalib, engkau adalah orang terhormat dan terpandang di kalangan kami. Oleh karena itu, kami meminta baik – baik kepadamu untuk menghentikan keponakanmu itu, tetapi tidak juga engkau lakukan. Ingatlah, kami tidak akan tinggal diam terhadap orang yang memaki nenek moyang kita, tidak menghargai harapan – harapan kita, dan mencela berhala – berhala kita. Suruh diam dia atau kami lawan dia hingga salah satu pihak nanti binasa! ‘ ”
Abu Thalib memandang wajah keponakannya lekat-lekat, hampir seperti memohon, lalu katanya, “Jagalah Aku, Nak. Jaga juga dirimu. Jangan Aku dibebani dengan hal-hal yang tidak dapat kupikul. ”
Rasullulloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam tertegun. Beliau tahu, pamannya seolah sudah tidak lagi berdaya membelanya. Pamannya sudah hendak meninggalkan dan melepasnya. Sementara itu, kaum muslimin masih lemah dan belum mampu membela diri. Namun, semua diserahkan pada kehendak Alloh Ta’ala.
Rasullulloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam bertekad untuk terus berdakwah. Lebih baik mati membawa iman daripada menyerah atau ragu-ragu.
Oleh karena itu, dengan seluruh kekuatan jiwa, Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
“Paman, demi Alloh, kalau pun mereka meletakkan matahari ditangan kananku dan bulan ditangan kiriku agar aku meninggalkan tugas ini, sungguh tidak akan kutinggalkan. Biar nanti Alloh yang akan membuktikan apakah kemenangan itu ada ditanganku atau aku binasa karenanya.”
Begitulah kedahsyatan iman Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam.
Abu Thalib sampai tertegun dan gemetar mendengar tekad keponakannya itu. Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam pergi sambil menitikkan airmata, tetapi Abu Thalib memanggilnya kembali sambil berkata, “Anakku katakanlah sekehendakmu. Aku tidak akan menyerahkan engkau apapun yang terjadi.”
Catatan:
Khali
Khali adalah orang yang terusir dari kabilahnya. Jika Abu Thalib menerima tawaran Quraisy, Abu Thalib akan membuat Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam menjadi seorang khali. Seorang khali sama dengan penjahat buronan ; ia boleh dianiaya bahkan dibunuh tanpa dibela siapa pun. Ammarah bin Al Walid, laki-laki tampan yang hendak ditukar dengan Rasulualloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam, akhirnya mati secara menyedihkan sebagai seorang Khali di gurun Habasya.
Referensi:
Kitab Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam Teladanku
Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad
Wallahu A’lam Bisshawab
Yaa Alloh Yaa Robb…
Ampunilah dosa dan kesalahan Murrobi dan guru² kami.
Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudara² kami.
Yaa Alloh Yaa Robb…
Sehat dan sembuhkan saudara dan sahabat kami yang sakit.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Jadikan negri ini menjadi lebih baik.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin
www.sejenakpagi.com
@sejenakpagi.official
😊❤👍







