Sejenak Pagi | SIROH NABAWIYAH (28)
Kaum Muslimin Awal
Saudara dan Sahabatku….
Karena mengetahui betapa kerasnya kebencian orang orang Quraisy, kaum Muslimin yang mula-mula (Assaabiquunal Awwaluu), melaksanakan ibadah mereka secara sembunyi sembunyi. Jika hendak shalat, mereka pergi ke celah celah gunung di Mekah. Keadaan ini berlangsung selama tiga tahun berturut-turut. Sementara itu, sedikit demi sedikit, Islam semakin meluas. Firman Alloh Ta’ala yang turun satu demi satu semakin memperkuat keyakinan kaum Muslimin.
Ada satu hal yang membuat dakwah Islam berkembang, yaitu keteladanan Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam yang beliau contohkan dengan sangat baik. Bayangkan saja, beliau adalah orang yang penuh bakti dan penuh kasih sayang. Beliau juga sangat rendah hati sekaligus gagah berani. Tutur kata beliau lembut dan selalu berlaku adil.
Hak setiap orang pasti ditunaikan sebagaimana mestinya. Perlakuan Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam terhadap orang orang lemah, yatim piatu, orang sengsara, dan orang miskin adalah perlakuan yang penuh kasih, lemah lembut dan mesra.
Pada malam hari, beliau tidak cepat tertidur. Beliau bertahajud dan membaca wahyu yang disampaikan Alloh Ta’ala kepadanya. Beliau selalu merenung tentang nasib umatnya. Beliau juga merenungkan betapa luar biasanya penciptaan langit, bumi dan segala isinya. Seluruh permohonannya dihadapkan kepada Alloh Ta’ala. Hal hal seperti itu membuat orang yang sudah beriman semakin bertambah cintanya kepada Islam dan semakin kokoh keimanannya. Mereka sudah berketetapan hati meninggalkan sesembahan nenek moyang mereka dan tidak takut siksaan orang orang kafir yang membenci.
Kalau orang lain telah Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam dakwahi, bagaimana dengan keluarga beliau juga berdakwah kepada paman paman beliau yang sebagiannya merupakan para pembesar Quraisy yang disegani?
Apa yang mereka lakukan ketika mereka tahu bahwa Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam mengajak meninggalkan sesembahan berhala yang telah begitu lama diwariskan oleh nenek moyang mereka?
Catatan:
Penduduk Mekah Tidak Hirau
Meski ajaran Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam meluas dengan cepat, penduduk Mekah masih berhati-hati dan tidak terlalu hirau. Mereka menduga ajakan Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam akan hilang dengan sendirinya dan orang akan kembali menyembah kepercayaan nenek moyang mereka.
Yang akhirnya menang pasti Hubal, Kata dan Uzza, pikir mereka tidak sadar bahwa keimanan murni yang diajarkan Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam tidak dapat dikalahkan.
Referensi:
Kitab Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam Teladanku
Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad
Wallahu A’lam Bisshawab
Yaa Alloh Yaa Robb…
Ampunilah dosa dan kesalahan Murrobi dan guru² kami.
Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudara² kami.
Yaa Alloh Yaa Robb…
Sehat dan sembuhkan saudara dan sahabat kami yang sakit.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Jadikan negri ini menjadi lebih baik.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin
www.sejenakpagi.com
@sejenakpagi.official
😊❤👍







