Shalat Jum’at 7 Orang

A VPN is an essential component of IT security, whether you’re just starting a business or are already up and running. Most business interactions and transactions happen online and VPN

Assalaamualaikum wr. Wb. Saat ini saya sedang berada di luar negeri yang tidak ada komunitas islamnya. Kami berangkat dengan 7 orang teman. Bagaimana kami cara melaksanakan shalat Jum’at?

Ahmad Faizin

Abi Ihya menjawab:

Yang harus anda sekalian lakukan adalah melaksanakan shalat Jum’at seperti biasa. Sungguh para ulama mufakat (ber–Ijma’) bahwa shalat Jum’at wajib dilaksanakan oleh bilangan orang (Adad). Hanya saja tidak ada kata mufakat di kalangan para ulama tentang batas minimal bilangan yang harus ada dalam shalat Jum’at. Imam Suyuthi dalam al Haawi Lillfataawi1/66 menyebutkan ada sekitar 14 pendapat tentang bilangan Jum’at;

1) Menurut Ibrahim an Nakho’i, al Hasan bin Sholeh dan Dawud Zhahiri, shalat Jum’at sah dilakukan oleh dua orang, Imam dan Ma’mum.
2) 3 orang termasuk Imam. Ini pendapat Auza’i, Abu Tsaur juga diikuti oleh Imam Abu Yusuf santri Imam Abu Hanifah dan juga Imam Syafii dalam Qoul Qodim yang diriwayatkan oleh Imam Rofi’i.
3) Empat orang termasuk Imam. Ini pendapat Imam Abu Hanifah, At Tsauri dan al Laits.
4) Tujuh orang seperti diriwayatkan dari Ikrimah.
5) Sembilan orang. Pendapat Rabi’ah.
6) Dua belas orang. Pendapat al Mawardi dan al Mutawalli. 7) Tiga belas orang. Pendapat Ishaq bin Rahuyah.
8) Dua puluh orang. Riwayat Ibnu Hubeb dari Imam Malik. 9) Tiga puluh orang. Riwayat lain yang juga bersumber dari Imam Malik.
10) Empat puluh orang termasuk Imam. Pendapat Ubaidulloh bin Abdullah bin Utbah dan Umar bin Abdul Aziz, Imam Syafii dan Imam Ahamd.
11) Empat puluh orang dan ditambah Imam menjadi 41 orang. Satu pendapat lain dari Imam Syafi’i.
12) Lima puluh orang. Pendapat Umar bin Abdul Aziz dan Imam Ahmad dalam salah satu pendapatnya.
13) Delapan puluh orang. Pendapat Imam al Mazuri.
14) Banyak bilangan tanpa batas. Ini adalah pendapat dalam Madzhab Imam Malik. Sementara yang masyhur dalam Madzhab ini menyatakan bahwa shalat Jum’at tidak disyaratkan adanya bilangan tertentu. Yang penting dilaksanakan secara berjamaah oleh suatu komunitas yang di sana terjadi jual beli. Imam Ibnu Hajar dalam al Fath menyebut bahwa pendapat ini secara Dalil lebih unggul.

Lebih jauh Imam Suyuthi memaparkan bahwa memang pada kenyataannya tidak ada nash jelas seputar bilangan Jum’at. Adapun pendapat seputar bilangan tersebut tidak lebih adalah Qiyas.

Wallohu A’lam.

 

Artikel Terbaru

eNHa TV

Masukkan kata pencarian disini