Seruan dari Bukit Shafa

A VPN is an essential component of IT security, whether you’re just starting a business or are already up and running. Most business interactions and transactions happen online and VPN

Sejenak Pagi | SIROH NABAWIYAH (87) Seruan dari Bukit Shafa

Rasululloh ﷺ menaiki Bukit Shafa. Kemudian dengan suara lantang, beliau memanggil-manggil,
“Wahai orang-orang Quraisy! Wahai orang-orang Quraisy!”

Penduduk Mekah yang sibuk dengan urusannya terkejut dan menoleh.
“Muhammad berseru dari atas Shafa!” seru mereka.

Seketika, orang-orang datang berduyun sambil bertanya-tanya khawatir,
“Ada apa?”

Rasululloh ﷺ memandang kerumunan orang di bawah yang menatapnya dengan wajah penuh tanda tanya.

“Bagaimana pendapat kalian kalau kuberi tahu bahwa di balik-bukit ini ada pasukan berkuda yang siap menyerbu. Percayakah kamu kepadaku?”
tanya Rasululloh ﷺ.

“Kami percaya!” jawab orang-orang yang di berkerumun itu.
“Kami tidak akan meragukan kata-katamu. Tidak pernah kami mendengar engkau berdusta.”

Rasululloh ﷺ menarik napas dan menyampaikan seruannya,
“Aku mengingatkan kalian sebelum datang siksa yang amat berat! Wahai orang-orang Quraisy, Alloh Ta’ala memerintahkan aku untuk memberi peringatan kepada kalian bahwa yang terbaik bagi kehidupan dunia dan akhirat adalah mengucapkan kalimat “Laa ilaaha illallaah Muhammadurrasululloh.”

Sejenak orang-orang tampak terpesona. Namun, Abu Lahab yang juga hadir di situ, dengan cepat naik darah. Ia berseru keras-keras mencaci Rasululloh ﷺ.

“Celaka engkau, Muhammad! Binasa dan celakalah seluruh hari-harimu! Hanya untuk omong kosong itukah kamu mengumpulkan kami?”

Rasululloh ﷺ tidak berkata apa-apa dihina sekeras itu. Beliau hanya menatap tajam wajah Abu Lahab. Setelah teriakan Abu Lahab itu, orang-orang Quraisy seperti disadarkan dari rasa terpesonanya. Mereka bubar dengan bermacam tingkah. Ada yang mengerutkan kening, ada yang berbisik-bisik, ada yang melirik Rasululloh ﷺ sambil tersenyum mencibir.

Hinaan Abu Lahab itu tidak dibiarkan Alloh Ta’ala.Turunlah firman yang mengutuk perbuatan itu.

Turunnya Surat Al-Lahab
Alloh Ta’ala berfirman: mengutuk Abu Lahab,
“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.
Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.
Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.
Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar.
Yang di lehernya ada tali dari sabut.”
(QS. Al-Lahab (111: 1-5)

Wahai Abu Lahab, sekarang apa yang akan engkau katakan? Dengarlah, keponakanmu Muhammad tidak akan pernah lagi bungkam terhadap orang yang menentangnya. Keponakanmu Muhammad tidak akan pernah lagi menerima caci maki dan hinaan dari siapa pun sekali pun dari pamannya sendiri. Jika caci maki itu ditujukan pada ajaran Alloh Ta’ala yang dibawanya. Keponakanmu Muhammad bahkan siap terjun ke medan laga untuk menghadapi orang-orang yang sombong dan congkak seperti dirimu.

Wahai Abu Lahab dengarkanlah! Dengarkanlah firman Alloh Ta’ala yang baru turun itu! Bukankah firman itu seperti gelegar petir yang menyambar dirimu?

Dirimulah yang binasa, Abu Lahab! Seluruh hari-harimulah yang binasa! Binasalah kedua tanganmu dan sungguh engkau akan benar-benar binasa!

Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad

Wallahu A’lam Bisshawab

Yaa Alloh Yaa Robb…
Ampunilah dosa dan kesalahan Murrobi dan guru² kami.
Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudara² kami.

Yaa Alloh Yaa Robb…
Sehat dan sembuhkan saudara dan sahabat kami yang sakit.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Jadikan negri ini menjadi lebih baik.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

youtube.com/@djoeprichannel
sejenakpagi
????❤????

Artikel Terbaru

eNHa TV

Masukkan kata pencarian disini