Rayap yang Diutus Alloh Ta’ala

A VPN is an essential component of IT security, whether you’re just starting a business or are already up and running. Most business interactions and transactions happen online and VPN

Sejenak Pagi SIROH NABAWIYAH (128) Rayap yang Diutus Alloh Ta’ala

“Nabi Muhammad ﷺ menyampaikan kepadaku bahwa Alloh Ta’ala telah mengutus rayap untuk memusnahkan piagam itu”, lanjut Abu Thalib dengan tenang.

Orang-orang itu saling pandang dengan rasa heran bercampur takjub.
Benarkah kabar ini ?
Abu Thalib cepat berkata lagi,
“Jika kemenakan ku itu berbohong, kita biarkan apa yang ada di antara kalian dan dia.

Biarlah kami menanggung pengasingan selamanya.
Namun jika Muhammad benar, kalian harus berhenti memboikot dan berbuat semena-mena terhadap kami.”
Tampak sekali Abu Thalib sangat yakin dengan perkataannya sehingga bersedia menanggung boikot sampai mati jika perkataan Rasululloh ﷺ tidak benar.

Semua orang terdiam.
Mereka terharu sekaligus mengagumi rasa saling percaya dan kesetiaan yang demikian tinggi antara Abu Thalib dan Rasululloh ﷺ.
“Baiklah, engkau adil,” kata mereka,
“Kami terima perkataanmu tadi, Abu Thalib.”
Berbondong-bondong, mereka pergi ke Ka’bah dan menemui bahwa yang dikatakan Rasululloh ﷺmemang benar.

Rayap telah memakan isi piagam itu, kecuali sebagian kecil yang bertuliskan “Bismika allahumma (Dengan nama-Mu ya Alloh).”

Demikianlah, akhirnya piagam itu dibatalkan.
Rasululloh ﷺ dan keluarganya kini bisa kembali berada di tengah-tengah masyarakat seperti semula.
Apakah kini Rasulullah dan para pengikutnya bisa bernafas lebih lega ?
Apalagi adanya kekuasaan Alloh Ta’ala melalui rayap, mungkinkah hati orang-orang musyrik berubah ?

Ternyata sama sekali tidak.
Justru kekufuran mereka semakin menjadi-jadi.
Mereka itu seperti yang tercantum dalam firman Alloh Ta’ala :
“Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata : (Ini adalah) sihir yang terus menerus.”
(QS. Al-Qamar 54:2)

Bulan-Bulan Suci
Ada empat bulan suci dalam setahun ketika Rasululloh ﷺ dan kaum Muslimin dibebaskan dari pemboikotan.
Bulan-bulan suci itu adalah bulan pertama,
Muharram (saat diharamkannya kekerasan),
Lalu bulan ketujuh, Rajab (yang dihormati),
Kemudian bulan kesebelas, Dzulqa’dah (bulan damai),
Terakhir bulan kedua belas Dzuhijjah (bulan haji).
Tetap Berdakwah
Bulan-bulan suci (Muharram, Rajab Dzulqa’dah, Dzulhijjah) itulah dimanfaatkan Rasululloh ﷺ untuk semakin giat berdakwah selama pemboikotan.

Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad

Wallahu A’lam Bisshawab

Yaa Alloh Yaa Robb…
Ampunilah dosa dan kesalahan Murrobi dan guru² kami.
Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudara² kami.

Yaa Alloh Yaa Robb…
Sehat dan sembuhkan saudara dan sahabat kami yang sakit.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Jadikan negri ini menjadi lebih baik.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

youtube.com/@djoeprichannel
sejenakpagi
????❤????

Artikel Terbaru

eNHa TV

Masukkan kata pencarian disini