RAMBUT & CARA BERSISIR RASULULLAH ﷺ

A VPN is an essential component of IT security, whether you’re just starting a business or are already up and running. Most business interactions and transactions happen online and VPN
Rasulullah

RAMBUT RASULULLAH ﷺ

“Rambut Rasulullah  mencapai pertengahan kedua telinganya.” (Diriwayatkan oleh `Ali bin Hujr, dari Ismail bin Ibrahim, dari Humaid yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.) “Rasulullah  adalah seorang yang berbadan sedang, kedua bahunya bidang, sedangkan rambutnya menyentuh kedua daun telinganya.” (Diriwayatkan oleh Ahmad bin Mani’, dari Abu Qathan, dari Syu’bah dari Abi Ishaq yang bersumber dari al Bara’ bin `Azib r.a.) “Rambut Rasulullah tidak terlampau keriting, tidak pula lurus kaku, rambutnya mencapai kedua daun telingannya. “ (Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari Wahab bin Jarir bin Hazim, dari Hazim yang bersumber dari Qatadah) “Sesungguhnya Rasulullah ﷺ, dulunya menyisir rambutnya ke belakang, sedangkan orang-orang musyrik menyisir rambut mereka ke kiri dan ke kanan, dan Ahlul Kitab menyisir rambutnya ke belakang. Selama tidak ada perintah lain, Rasulullah Senang menyesuaikan diri dengan Ahlul Kitab. Kemudian,Rasulullah ﷺ menyisir rambutnya ke kiri dan ke kanan.” (Diriwayatkan oleh Suwaid bin Nashr dari `Abdullah bin al Mubarak, dari Yunus bin Yazid, dari az Zuhri, dari `Ubaidilah bin `Abdullah bin `Utbah, yang bersumber dari Ibnu `Abbas r.a.)

CARA BERSISIR RASULULLAH ﷺ

“Rasulullah ﷺ sering meminyaki rambutnya, menyisir janggutnya dan sering waktu menyisir rambutnya beliau menutupi (bahunya) dengan kain kerudung. Kain kerudung itu demikian berminyak seakan-akan kain tukang minyak.” (Diriwayatkan oleh Yusuf bin’Isa, dari Rabi’ bin Shabih, dari Yazid bin aban ar Raqasyi, yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)

  • Aban ar Raqasyi dikenal sebagai orang yang dinilai munkar periwayatannya. Hadist ini sangat berlawanan dengan kebanyakan hadist shahih, yang menerangkan tentang kebersihan dan penampilan terpuji dari Rasulullah ﷺ (Muhammad `Afif az Za’bi). “Rasulullah ﷺ melarang bersisir kecuali sekali-kali. ” (Diriwayatkan oleh Muhammad Basyar, dari Yahya bin Sa’id,dari Hisyam bin Hasan, dari al Hasan Bashri, yang bersumber dari `Abdullah bin Mughaffal r.a.)
  • Yang dilarang ialah bersisir layaknya wanita pesolek.
  • ‘Abdullah bin Mughaffal r.a. dalah sahabat Rasulullah ﷺ Yang masyhur, ia adalah salah seorang peserta “Bai’tus Syajarah”, wafat pada tahun 60 H ada pula yang mengatakan tahun 57 H.

Referensi: Kitab AS – SYAMAIL, Kepribadian dan Budi Pekerti Rasulullah ﷺ, Muhammad bin `Isa bin Saurah bin Musa bin ad-Dhahhak as-Sulami. (Imam at-Tirmidzi)

Masukkan kata pencarian disini