Pengemis Dan Si Kikir

A VPN is an essential component of IT security, whether you’re just starting a business or are already up and running. Most business interactions and transactions happen online and VPN
makaryggagal

Lapis-lapis Kebajikan: Pengemis Dan Si Kikir

Sudah lama pengemis itu berdiri di depan sebuah rumah gedung yang mirip istana. Karena merasa terganggu, yang punya rumah menyuruh pelayannya untuk mengusir pengemis tersebut. Tetapi pengemis itu tidak bergeming dari tempatnya. Ia menjawab, “Saya datang tidak untuk disuruh pergi begitu saja, saya datang untuk bertemu dengan yang punya rumah ini. Saya adalah tamu, dan tamu harus dihormati, kalau tidak mau didatanggi tamu, jangan bikin rumah ditepi jalan.”

Jawaban ini dilaporkan oleh pelayan kepada majikannya. Maka orang kaya yang gendut itu segera keluar dengan jengkel. Ia menghardik, “Ada perlu apa?”

“Saya mau minta hak saya sendiri sebagai orang tidak punya.”

“Hak apa?”

“Sedekah?”
“Tidak ada uang kecil,”jawab si hartawan ketus.

“Yang besar juga boleh,” bantah pengemis.

“Yang kecil aja tidak ada apalagi yang besar,” sahut si kikir tidak kehabisan dalih.

Dalam urusan harta ia memang kikir, tetapi soal berbicara ia amat royal dan kuat mengobrol janji sebanyak-banyaknya

Dengan mendongkol pengemis berkata, ”pengkenankan saya minta makanan saja.

“Tidak ada,” jawab si kikir tambah sebal. “biarlah sisa-sisa roti kalau ada,” ujar pengemis belum putus asa.

“Tidak punya.”

“Pakaian bekas?”

“Tidak ada.”

“Yang baru juga boleh.”

“Yang bekas aja tidak ada, apalagi yang baru,” sahut sibkhil mendongkol.

“Kalau begitu, tolong saya minta segelas air,”ucap pengemis karena kehausan.

“Tidak ada,” sahut si kikir tetap keras wataknya.

“Jadi apa tuan tinggal di gedung yang indah ini kalau tidak punya apa-apa? Lebih baik Tuan ikut saya saja.”

“Mengemis. Sebab Tuan tidak punya apa-apa lagi,” ujar pengemis dengan marah.[]

 

Referensi: 30 Kisah Teladan, Abdurrahman Ar-Roisi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Masukkan kata pencarian disini