Pembunuhan Ka’ab Bin Al Asyraf

A VPN is an essential component of IT security, whether you’re just starting a business or are already up and running. Most business interactions and transactions happen online and VPN

SIROH NABAWIYAH (232) | Pembunuhan Ka’ab Bin Al Asyraf

Ka’ab bin Al Asyraf adalah seorang Yahudi yang paling keras memusuhi Islam dan kaum muslimin, paling keras gangguannya kepada Rasululloh ﷺ dan menyerukan untuk memerangi beliau.

Ka’ab bin Al Asyraf berasal dari kabilah Thai’ dari bani Nabhan dan ibunya dari bani Nadhir. Ia adalah seorang yang kaya raya, di kalangan orang-orang, terkenal dengan ketampanannya dan juga seorang penyair.

Bentengnya terletak di sebelah tenggara Madinah di belakang perkampungan Bani Nadhir.

Ketika pertama kali mendengar berita tentang kemenangan kaum muslimin dan terbunuhnya para pemimpin Quraisy di Badar ia berkata,
“Apakah berita ini benar? Mereka itu adalah para pemimpin orang² Arab dan raja manusia.
Demi Alloh, seandainya Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya berhasil menundukkan mereka, perut bumi ini sungguh lebih baik daripada punggungnya.”

Tatkala kebenaran berita tersebut sudah dapat dipastikan, musuh Alloh Ta’ala tersebut tergerak untuk mencaci Rasululloh ﷺ dan kaum Muslimin, memuji musuh² kaum Muslimin, dan membangkitkan mereka untuk memusuhi kaum Muslimin.

Ia tidak puas dengan sekedar berbuat seperti itu, sehingga ia pun mendatangi orang-orang Quraisy dan singgah di tempat Al Muthalib Bin Abi Wada’ah ah Sahmi. Di sana ia mengalunkan syair-syair ratapan para korban Badar dari kaum musyrikin yang dimasukkan ke dalam sebuah sumur badar.

Dengan demikian ia dapat membangkitkan kemarahan anak cucu mereka dengan kedengkian mereka terhadap Nabi ﷺ, serta mengajak mereka untuk memeranginya.

Ketika berada di Mekah, Ka’ab ditanya oleh Abu Sufyan dan kaum musyrikin,
“Mana yang lebih engkau sukai, agama kami atau agama Muhammad dan para sahabatnya? Dan manakah yang benar jalan kami ataukah Muhammad dan para sahabatnya?

Ka’ab menjawab,
“Kalian lah yang lebih benar jalannya dan lebih baik.

Kemudian turunlah firman Allah ta’ala:
“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Al kitab? Mereka percaya kepada jibt dan thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang Kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman.”
(QS.An-Nisa’ 4:51)

Kemudian Ka’ab kembali ke Madinah dalam keadaan demikian. Di dalam syair-syairnya mulai berani merayu-rayu istri-istri para sahabat dan menyakiti para sahabat dengan kelancangan lidahnya yang keras.

Ketika itulah Rasululloh ﷺ berkata,
“Siapakah yang bersedia membunuh Ka’ab bin Al Asyraf? Sungguh ia telah menyakiti Alloh Ta’ala dan Rasulnya”

Maka Muhammad bin Maslamah bangkit dan mengatakan,
“Saya, wahai Rasulullah. Apakah Engkau suka apabila saya membunuhnya?”

“Ya,” jawab Beliau.
Muhammad bin Maslamah mengatakan,
“Ijinkan aku mengatakan sesuatu (kepadanya).”

“Katakanlah,” sahut Beliau.

Alhamdulillah hari Jum’at, mari membaca Al Kahfi, memperbanyak Istighfar, Sholawat, Do’a dan Sedekah

Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad

Wallahu A’lam Bisshawab.

Yaa Alloh Yaa Robb…
Ampunilah dosa dan kesalahan Murrobi dan guru² kami.
Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudara² kami.

Yaa Alloh Yaa Robb…
Sehat dan sembuhkan saudara dan sahabat kami yang sakit.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Jadikan negri ini menjadi lebih baik.

Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

youtube.com/@djoeprichannel

Masukkan kata pencarian disini