Pembicaraan Abu Thalib

A VPN is an essential component of IT security, whether you’re just starting a business or are already up and running. Most business interactions and transactions happen online and VPN

Sejenak Pagi | SIROH NABAWIYAH (65) Pembicaraan Abu Thalib

Pada musim semi tahun 595 Masehi, para pedagang Mekah kembali mulai menyusun kafilah perdagangan musim panas mereka, untuk membawa barang dagangan ke Syria. Bunda Khadijah juga sedang mempersiapkan barang dagangannya, tetapi ia belum menemukan seseorang untuk menjadi pemimpin kafilahnya. Beberapa nama diusulkan orang, namun, tidak satu pun yang berkenan di hatinya.

Mendengar itu, Abu Thalib mendatangi Bunda Khadijah dan menawarkan kepadanya Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam, keponakannya yang baru berusia 25 tahun, untuk menjadi agen Bunda Khadijah. Abu Thalib tahu bahwa Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam belum cukup berpengalaman, tetapi ia sangat yakin bahwa Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam lebih dari sekadar mampu.

Sebagaimana penduduk Mekah yang lain, Bunda Khadijah pun telah mendengar nama Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam. Satu hal yang Bunda Khadijah yakin adalah kejujuran Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam. Bukankah orang Mekah menjulukinya “Al Amin” atau “Orang yang bisa dipercaya”. Maka, Bunda Khadijah menyetujui tawaran Abu Thalib. Bahkan ia hendak memberi imbalan dua kali lipat kepada Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam dari yang biasa diberikan kepada orang lain. Oleh karena itu, Abu Thalib pulang dengan gembira.

Segera saja Abu Thalib dan Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam menemui Bunda Khadijah yang kemudian menerangkan tentang seluk beluk perdagangan.
Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam mempunyai kecerdasan, bekerja dengan tangkas. Ia segera memahami semuanya. Tidak satu penjelasan pun yang ia minta untuk diterangkan ulang.

Maka, kafilah pun disiapkan dengan suara riuh rendah.
Bunda Khadijah menyertakan seorang pembantu laki-lakinya yang terpercaya, Maisarah, untuk mendampingi Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam di perjalanan. Diantar Abu Thalib dan paman-pamannya yang lain, Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam datang pada hari yang telah ditentukan. Mereka disambut seorang paman Bunda Khadijah yang sedang menanti mereka dengan surat-surat perdagangan.

Pemimpin kafilah membunyikan tanda dan semuanya segera berangkat. Pada musim panas, kafilah Mekah berangkat menjelang senja dan terus berjalan pada malam hari. Mereka beristirahat pada siang hari karena perjalanan siang akan sangat melelahkan semua orang.
Maka, berangkatlah Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam menempuh jalur yang pernah ditempuh bersama pamannya 13 tahun yang lalu.

Imbalan untuk Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam
Imbalan yang diberikan Bunda Khadijah untuk seorang agen adalah dua ekor unta. Akan tetapi, Abu Thalib minta empat ekor unta. Maka, Bunda Khadijah pun menjawab,
“Kalau permintaan itu bagi orang yang jauh dan tidak kusukai saja akan kukabulkan, apalagi buat orang yang dekat dan kusukai.”

Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad

Wallahu A’lam Bisshawab

Yaa Alloh Yaa Robb…
Ampunilah dosa dan kesalahan Murrobi dan guru² kami.
Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudara² kami.

Yaa Alloh Yaa Robb…
Sehat dan sembuhkan saudara dan sahabat kami yang sakit.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Jadikan negri ini menjadi lebih baik.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

youtube.com/@djoeprichannel
sejenakpagi
😊❤👍

Artikel Terbaru

eNHa TV

Masukkan kata pencarian disini