SURABAYA – Bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan ibadah dan spiritualitas kita sebagai kaum muslimin. Abina selalu berpesan ketika menjelang Ramadhan tiba, sebagaimana dalam Taushiyah dan Tarhib Ramadan 1444 H, agar jamaah senantiasa bersemangat untuk menjemput nafahat Allah dengan memperbanyak ibadah, utamanya qiyamullail, tadarus Al-Qur’an, dan dzikir. Di sisi lain, beliau juga menganjurkan untuk mengisi nutrisi akal dan hati dengan mengikuti ngaji poso.
Di Surabaya, Abina menyelenggarakan Ngaji Poso di Sentra Dakwah Al Haromain Ketintang yang dipanitiai oleh Far’i Surabaya. Ngaji Poso bersama Abi diselenggarakan setiap sabtu sore hingga waktu berbuka tiba. Dalam ngajinya, Abi meneruskan ngaji kitab Qul Hadzihi Sabili, kitab yang apabila di luar Ramadhan dikaji Abi setiap hari Sabtu pagi di Sentra Dakwah Al Haromain Ketintang.
Lihat Juga: Ngaji Poso bersam Abi
Kajian pertama diselenggarakan pada Sabtu (16/03/2024). Tartib minallah, pambahasan yang sedang dikaji dalam kitab memasuki Bab Puasa. Abi pun menyampaikan hikmah-hikmah di dalam kitab karya Abuya Al-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani tersebut. “Puasa itu menahan lapar di siang hari dan mengurangi makan di malam hari” sebut Abi menyimpulkan salah satu isi kitab. Disebutkan di dalamnya bahwa ketika malam hari, meski tidak puasa, namun seseorang seyogyanya mengurangi makan. Dengan begitu, bulan Ramadhan benar-benar menjadi bulan “berpuasa” yakni senantiasa merasa lapar, bukan justru memindah makan di siang hari ke malam hari.
Ngaji sore itu diperkirakan diikuti oleh sekitar tiga ratus peserta. Panitia turut menyediakan takjil dan makan buka bagi apra jamaah. Setelah ngaji selesai, jamaah kemudian berbuka bersama dan shalat maghrib berjamaah.
Kontributor: TI Haryadi







