Muskernas Dihadiri Abi, Lazis Diminta Menjaga Profesionalitas
“Namun begitu, dalam bekerja juga tetap mengedepankan rasa gembira dan bahagia.”

MALANG, PERSYADHA – Pagi yang sejuk dan sunyi di Pesantren Al-Urwatul Wutsqo, Desa Sumberagung, Ngantang, Malang pada hari Selasa (26/11/2024) tiba-tiba tergantikan dengan merdunya lantunan Sholawat Badriyah menyambut kehadiran Abi K.H. M. Ihya Ulumiddin. Ketika turun dari mobil Alphard putihnya, Abi langsung disambut oleh peserta Musyawarah Kerja Nasional (Muskernas) XV Lazis Al-Haromain yang sudah menunggu sejak bakda subuh. Mereka bergantian bersalaman dengan Abi.
Yalik Fibrianto, Direktur Lazis Al Haromain turut menyambut Abi dan menggandeng beliau menuju ruangan Muskernas. Pada acara tersebut, Abi diundang secara khusus untuk memberikan taushiyah bagi seluruh pegawai Lazis Al-Haromain yang hadir. Tanpa berlama-lama, Abipun langsung memulai taushiyahnya dengan membacakan ayat Al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat 35 yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.”
Lihat Video: Tausiyah Musykernas LAZIS Al Haromainn XV

Pekerjaan Amil bernilai jihad
Jihad fi sabilillah (di jalan Alloh) menjadi fokus utama Abi karena berkaitan dengan tugas Lazis Al-Haromain sebagai amil zakat. Disebutkan bahwa tugas amil bernilai pahala jihad di jalan Alloh. Hal itu karena sebagai amil, Lazis memperjuangkan tegaknya syariat shodaqoh sekaligus mendistribusikannya untuk mendukung dakwah fi sabilillah.
Selain menyebutkan keutamaan sebagai amil, Abi juga memerintahkan agar Lazis menjaga profesionalitasnya. “Dalam berkerja, yang penting profesional”, tegas Abi kepada seluruh pegawai Lazis. Namun begitu, dalam bekerja juga tetap mengedepankan rasa gembira dan bahagia.
Disuapi Abi
Setelah taushiyah selesai, Abi kemudian menyuapi seluruh hadirin masing-masing sepotong pepaya. Ustadz Yalik menjelaskan jika prosesi tersebut bertujuan memberikan kesan kepada seluruh pegawai Lazis dan menambah semangat dalam berkhidmah sebagaimana yang pernah dialaminya. “Saya dulu pernah disuapi Abi sampai tiga kali, padahal yang lain cuma sekali”, terang beliau mengenang pertama kali perjumpaannya dengan Abi.

Selain menghadiri Muskernas, kedatangan Abi di Pesantren Al-Urwatul Wutsqo sekaligus untuk memimpin prosesi doa peletakan batu pertama pembangunan masjid pesantren. Lokasinya tidak jauh dari tempat Muskernas. Setelah rangkaian doa dibaca, Abi menempatkan batu dan sedikit adonan semen ke lubang pondasi masjid. Setelahnya, secara bergantian, seluruh hadirin termasuk peserta Muskernas Lazis turut memasang batu di pondasi masjid. Acara kemudian ditutup dengan makan bersama.
Kontributor: TI Haryadi






