Multaqo Sanawy ke-24 Tuban 2025

A VPN is an essential component of IT security, whether you’re just starting a business or are already up and running. Most business interactions and transactions happen online and VPN
multaqo24

Perhelatan multaqo sanawy ke-24 telah usai. Sekitar 2000 jamaah Persyadha menghadiri multaqo tersebut. Dua hari 1 malam, hari Sabtu dan Ahad, 25-26 Januari 2025, para jamaah bercengkrama satu sama lain, melepaskan rindu sesama santri Abi Ihya’ Ulumiddin. Tausiyah Abi Ihya’ disampaikan pada Ahad pagi sesuai shalat subuh.

Pada multaqo ke-24 ini, ada booth untuk anak-anak jamaah, kids cornernya. Berisi dongeng dan lomba-lomba untuk anak-anak.

kids corner
kid scorner

Berikut resume tausiyah Abi Ihya’:

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْا كَاۤفَّةًۗ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَاۤىِٕفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوْا فِى الدِّيْنِ وَلِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ اِذَا رَجَعُوْٓا اِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُوْنَ

Artinya:
“Tidak sepatutnya orang-orang mukmin pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya”.

Dimulai dari at Taubah 122.
Tidak boleh meremehkan golongan/ kelompok dakwah. Co : kelompok yasinan. Karena kelompok dakwah itu berjalan berdasarkan kemampuan/ level.

Sedangkan Ayat 35 Surat Al-Ma’idah dalam Al-Qur’an memerintahkan orang-orang yang beriman untuk mencari wasilah, yaitu jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ayat ini juga memerintahkan untuk bertakwa dan berjihad di jalan Allah.

Para jamaah multaqo sanawy ke-24
Para jamaah multaqo sanawy ke-24

Bunyi ayat 35 Surat Al-Ma’idah adalah:
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya, agar kamu beruntung”.
Wasilah adalah segala sesuatu yang dapat mendekatkan diri kepada Allah, seperti amal saleh dan ketaatan.
Dasar untuk menjadi orang yang beruntung adalah TAKWA
Setelah wasilah¹ selanjutnya ada Ghoyah² (tujuan)
misal, wasilah : sekolah di pondok
Tujuan/ Ghoyah : berdakwah

Thoifah/ kesiapan³
Kenapa dalam firqah dakwah ada tingkatannya?
1 Multazim, perintah bertugas tanpa alasan (wajib OK)
2 Murafiq,
3 Muayyid,
4 Thalib, cukup belajar saja

Intinya dari tingkatan- tingkatan itu adalah bersama-sama dalam dakwah, berjuang bersama supaya tujuan dakwah terlaksana sesuai dengan kesiapannya dalam dakwah.
Marhalah/ fase/ tingkatan dakwah :
1. Yad’una ilalkhair, mengajak kebaikan
Supaya mau ngaji, berakhlak, cari guru yang tepat,
Yad’una ilal khair” adalah bagian dari ayat 104 Surat Ali Imran dalam Al-Qur’an yang artinya “dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan”.
Ayat ini berisi perintah kepada umat Islam untuk mengajak orang lain kepada kebaikan dan mencegah perbuatan yang buruk.
Ayat ini juga menekankan bahwa umat Islam memiliki kewajiban untuk melakukan amar ma’ruf nahi munkar.

LANDASAN DAKWAH
Ali Imran 104
Waltakum minkum ummatun (yad’ūna ilal-khairi)¹
wa ya’murūna bil-ma’rūfi wa yanhauna ‘anil-munkar(i),²
Yzwa ulā’ika humul-mufliḥūn(a)

Note : kisah Abi tidak melanjutkan kuliah sudah ada pada tausiyah jalsah syahriyah JANUARI, termasuk awal mula istikharah dengan cara membuka Qur’an

1. IN AJRIYA ILLALLAH, pengharapan pahala dari Allah
Usahakan amal apapun yang kita lakukan harus menghasilkan pahala! Berarti harus diniatkan IBADAH
2. IN TURIDU ILLA MASLAHA …, selalu berkeinginan untuk merubah orang lain menjadi lebih baik
(Pokok nek ketemu uwong pinginnya ceramah dan nuturi- saking inginnya orang lain berubah baik)

4 pilar dari Abuya tentang seseorang yang ingin berjuang
1. Ilmu
2. Amal
3. Ikhlas

123 ini serangkai, ada hal penting lagi, namanya
4. Khosyah/ khauf : jika seseorang merasa keakuannya tinggi berarti sudah termasuk TIDAK TAKUT PADA ALLAH
contoh : riya/ flexing, sum’ah, ujub, dan takabbur.
Dalam beramal apapun harus NIAT yang disetting dulu, supaya benar!
Sebab, nanti yang dimintai pertanggung jawaban bukan orang biasa/awam tetapi orang-orang yang amalnya luar biasa, namun hasilnya belum tentu / sia-sia/ muspro
1. Orang yang berilmu dan mengamalkannya
2. Orang kaya yang Loman
3. Orang yang berjuang/ Syahid
(Tetapi semua yang dilakukan karena riya, sehingga Allah mengatakan ketiga orang jenis ini KAZABTA, engkau berdusta dengan amal baikmu)
Hati-hati!!
Note : Jangan kengeslongan, tidak teledor, tidak mengeksklusifkan diri Kelebihan shalat jama’ah itu adalah menunjukkan pentingnya kebersamaan.

Stempel doa! Kudu, usahakan!
Kembali tentang firqah, bahwa seseorang itu akan bersama dengan orang yang dicintainya :

أُحِبُّ الصَّـالِحِينَ وَلَسْتُ مِنْـهُمْ
لَعَلِّي أَنْ أَنَـالَ بِـهِـمْ شَـفَاعَــــهْ
وَأَكْرَهُ مَنْ بِضَـاعَتُـهُ الْمَعَـاصِي
وَإِنْ كُـنَّـا سَـوَاءً فِي الْبِـضَـاعَـــهْ
وَأَكْرَهُ مَنْ يُضِـيعُ الْعُمْرَ لَـهْـواً
وَلَوْ كُـنْـتُ امْرَءاً جَـمَّ الإِضَـاعَـــهْ

Imam Syafi’I rahimahullah wa ardhoh berkata:
Aku mencintai orang-orang shaleh meskipun aku bukan termasuk di antara mereka.Semoga bersama mereka aku bisa mendapatkan syafa’at kelak.
Aku membenci para pelaku maksiat, meskipun aku tak berbeda dengan mereka.
Aku membenci orang yang membuang-buang usianya dalam kesia-siaan walaupun aku sendiri adalah orang yang banyak menyia-nyiakan usia.
Bersyukurlah karena kita masih bisa
1. Mencintai karena Allah
2. Mau mengaji
3. Mencari rezeki yang halal

Selalu memelihara wirid- wirid untuk membentuk sikap yang keras menjadi lembut. Jangan lupa bersedekah meskipun sedikit.
Peganglah bagian dari kehidupan yang Warabithu berarti membangun kebersamaan.

Kata ini terdapat dalam Surat Ali Imran ayat 54, yaitu “Ishbiru washabiru warabithu” yang artinya “Bersabarlah, kuatkanlah kesabaran, tetaplah bersiap-siaga dan bertakwalah”. Arti dari warabithu adalah bersinergi dengan orang lain, saling bantu-membantu. Beramal sesuai dengan kemampuan dan kondisi kita tetapi tetap bersama.

Diambil dari: FB Group Persyadha.

Masukkan kata pencarian disini