MULIA DENGAN ALQURAN
oleh : Akhmad Muwafik Saleh
Seluruh Nabi telah diberikan mukjizat oleh Allah swt dengan maksud untuk menunjukkan akan kebenaran risalah yang dibawa oleh para Nabi. Mukjizat adalah kejadian luar biasa diluar nalar manusia yang diberikan kepada para Nabi untuk melemahkan kehebatan kemampuan ummatnya yang menentang sekaligus menguatkan keyakinan para pengikut. Allah swt memberikan mukjizat keoada para Nabi disesuaikan dengan kemampuan ummatnya masing-masing. Sementara para Nabu memiliki batas waktu pengabdiannya, yaitu dimulai semenjak dilantik sebagai Nabi dan berakhir disaat telah datang Nabi selanjutnya.
Sementara Nabi Muhammad telah diberikan mukjizat sebagaimana Nabi-Nabi lainnya dengan mukjizat terbesarnya adalah alquran. Kehebatan mukjizat Nabi Muhammad ini karena keberadaan dan dampak atas mukjizat ini terus berlaku hingga akhir zaman. Sementara pada Nabi-nabi lainnya hanya berlaku bagi dirinya saja dan berakhir hingga selesai tugas kenabiannya. Sementara mukjizat alquran selain dirasakan oleh Nabi muhammad sekaligus juga masih terus dirasakan oleh ummatnya hingga akhir zaman. Inilah kenikmatan dari mukjizat yang terus menerus (istimrar) dapat dinikmati oleh siapa saja dari ummat Muhammad, baik yang beriman maupun tidak beriman sekalipun.
Alquran ibarat sumber mata air yang tidak pernah kering sekalipun terus menerus ditimba. Betapa banyak karya manusia baik berupa kitab tafsir maupun buku dan lain sebagainya yang diambil dari alquran namun seakan tetap mengalir penuh kekayaan khazanah. Seakan alquran tetap hidup untuk ummat manusia sepanjang zaman. Alquran tidak pernah kering dan terus mengalirkan inspirasi bagi manusia sehingga melahirkan banyak penemuan dan ilmu pengetahuan yang terus berkembang seperti halnya pada saat sekarang ini.
Demikian pula, alquran telah mampu merubah dan mengangkat derajat apapun menjadi mulia dan terhormat karenanya. Perhatikan, bagaimana kota Makkah menjadi mulia dibandingkan kota-kota lainnya karena dikota ini tempat diturunkannya alquran. Bagaimana pula bulan Ramadhan menjadi sangat mulia dan istimewa dibandingkan 12 bulan lainnya karena di dalamnya pernah turun alquran. Bagaimana pula malam qadar (lailatul qadar) menjadi sangat teristimewa dan mulia dibandingkan malam-malam lainnya karena pada saat itu alquran diturunkan dari lauh mahfud menuju langit bumi. Bagaimana pula sebuah gua, yaitu gus hiro menjadi sangat iatimewa dan mulia sehingga seorang tua muda ingin mengunjungi dan memasukinya karena disana pernah bersentuhan dengan alquran, yaitu sebagai tempat diturunkannya alquran untuk awal pertamanya saat Nabi Muhammad melakukan uzlah didalamnya. Demikian pula, seseorang menjadi mulia dalam pandangan Allah dan manusia dibandingkan manusia lainnya bahkan kelak akan mampu memberikan mahkota pada orang tuanya saat di akhirat, karena dia adalah seorang penghafal alquran.
Bahkan seseorang pengajar dan pembelajar memiliki kedudukan mulia dan berada di level manusia terbaik dibandingkan manusia lainnya karena mereka sedang belajar alquran dan mengajarkannya. Sebagaimana disebutkan dalam sabda Nabi :
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ .
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhori)
Bahkan sebuah kertas yang pada mulainya mungkin tidak bermakna apa-apa bahkan bisa dibuang di tong sampah akan menjadi mulia dan terjaga disaat pada kertas itu bertuliskan ayat-ayat alquran.
Sehingga siapa saja dan apa saja yang bersentuhan langsung dengan alquran maka pada dirinya akan langsung berubah menjadi mulia. Hal ini tidak lain karena kemuliaan alquran sebagai Firman Allah swt yang menjadi mukjizat terbesar Rasulullah saw. Bahkan kondisi dan suasana apapun akan menjadi mulia manakala disana dibersamai oleh alquran. Rasulullah saw bersabda :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ : مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ تَعَالَى، يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ، إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمْ الْمَلاَئِكَةُ، وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ.
Abu Hurairah ra berkata : Rasulullah saw bersabda : Tidaklah sekelompok orang berkumpul di sebuah rumah dari rumah-rumah Allah (masjid), mereka membaca al-Qur’an serta mengkajinya, kecuali akan turun kepada mereka kedamaian/ ketenangan, rahmat Allah pun akan menyelimuti mereka, malaikat-malaikat akan mengelilingi mereka, dan Allah akan menyebutkan nama mereka di hadapan mahluk-mahluk yang ada di sisi-Nya. (HR. Muslim dan Abu Dawud)
Intinya, jika seseorang ingin mulia dan memiliki kedudukan yang mulia dan tinggi dihadapan Allah swt dan di mata manusia maka berinteraksilah dengan Alquran. Baik dengan cara membacanya, menghafalkannya, mempelajarinya atau mengajarkannya. Keberadaan alquran dalam diri manusia dan masyarakat akan menjadikan mereka berada dalam kebaikan dan kemuliaan. Hal ini tidak lain karena mereka telah menjadikan Firman Allah swt selalu membersamai mereka. Tidaklah sesuatu menjadi mulia dan memiliki kemuliaan kecuali karena mereka membersamai sesuatu yang mulia pula. Sehingga tidaklah menjadi sepele dan kecil sesuatu manakala mereka membersamai sesuatu yang Maha Besar.
—————————-
*Pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Tanwir al Afkar Tlogomas Malang ; Dosen FISIP UB, Sekretaris KDK MUI Propinsi Jawa Timur, Motivator Nasional Bidang Komunikasi Pelayanan Publik, Penulis 16 Buku Best Seller







