Totalitas Nyenengno Uwong: Santri Ma’had Nurul Haromain Gelar Teater Maa Ziltu Tholiban

A VPN is an essential component of IT security, whether you’re just starting a business or are already up and running. Most business interactions and transactions happen online and VPN
Maa Ziltu Tholiban

MALANG – Ma’had Nurul Haromain bersama dengan seluruh Jama’ah Persyada Al Haromain merayakan Maulid dalam Acara Dzikro Maulidirrasul ke-32, pada Ahad (09/10/2022). Acara yang diadakan di Ma’had Nurul Haromain, Pujon, Malang tersebut mengundang Habib Ahmad al Habsy sebagai pengisi Mauidhoh dan KH. Syaiful Maslul sebagai pembaca Sholawat.

Santri Ma’had Nurul Haromain memiliki cara unik dalam nyenengke uwong atau menyenangkan orang lain. Mereka menggelar teater bertajuk Maa Ziltu Tholiban yang disaksikan oleh Abina KH. Muhammad Ihya’ Ulumiddin dan para jamaa’ah Persyada Al Haromain. Salah satu pemeran dari teater tersebut mengaku bahwa teater tersebut tercipta dari tambal sulam dan proses berpikir kreatif para santri.

“Teater tersebut terinspirasi dari mbah kholil ketika menjadi santri, tidak ada sutradaranya, kami tambal sulam saja, enaknya begini kemudian ada yang nambahkan begini dan seterusnya, namun kami meminta tolong Ustadz Anang Prasetyo dari Tulungagung sebagai pengarah agar penampilan kami agak rapi,” ujar Bayu, ketua Panitia Dzikro Maulidirrasul sekaligus pemeran Ki Ageng Sebaluh.

“Kami latihan 2 kali, kami rasa masih kurang maksimal karena kebetulan saat itu teman-teman juga mendapat amanah untuk menjadi panitia Dzikro Maulidirrasul,” tambahnya.

Uniknya lagi nama-nama tersebut diambil dari nama-nama lokasi Dakwah Para Dai Tugas Al Haromain. Misalnya, Joko Maron yang diambil dari Desa Maron lokasi dakwah yang paling awal di Pujon. Kemudian Manting Mantung, lokasi TPQ.

Sumantoro yang menjadi nama pengembala, itu karena wilayah tersebut termasuk wilayah terpencil. Selain nama karakter, penamaan jurus juga dari lokasi dakwah, seperti Cakar Besowo. Ada juga yang memang asalnya dari nama lokasi, seperti Gunung Klemok, Sungai Songgoriti dan lain-lain.

Salah satu santri Ma’had Nurul Haromain Gusty Muhammad Irham mengungkapkan, teater tersebut sebenarnya sudah pernah ditampilkan di depan Murobbi Ruhina KH. Muhammad Ihya’ Ulumiddin dalam kegiatan Rihlatunna. Kemudian, ia mendengar Abi Ihya’ yang terhibur dengan teater tersebut berpesan agar ketika Maulid nanti juga ditampilkan dengan niat bisa Nyenengno Uwong atau menyenangkan orang lain.

Teater Maa Zilthu Tholiban bercerita tentang tiga santri yang ditugaskan oleh gurunya untuk mengembara ke Pujon dalam rangka Tholabil Ilmi. Di tengah perjalanan mereka menghadapi beberapa kendala yang akhirnya bisa mereka selesaikan bersama. Di akhir cerita ditampilkan bahwa tujuan mereka dapat tercapai yaitu menjadi santri Abina KH. Muhammad Ihya’ Ulumiddin.

Teater tersebut sangat kaya akan pesan moral. Misalnya ketika akan makan, dalam perjalanan dan aktivitas-aktivitas lainnya, para tokoh protagonis tidak lupa untuk berdoa dan membaca wirid. Jalan ceritanya juga menghibur, tidak terlalu tegang namun mampu membawa penonton masuk dalam ceritanya.

Reporter: Noven Lukito HS

 

Masukkan kata pencarian disini