Kultum#16 Karakter Orang-Orang Bertakwa (I); Suka Berinfak

Kultum, sajian ceramah pendek 7 menit dalam mengisi antara shalat isya' dan tarawih. Kami siapkan untuk antum, untuk insiprasi dikala buntu tidak tahu mau memberikan tentang. Kami sajikan 30 seri.

Kultum#16 Karakter Orang-Orang Bertakwa (I); Suka Berinfak

 

الْحَمْدُ لِلَّهِ وَكَفَى وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ الْمُصْطَفَى وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْوَفَاءِ أَمَّا بَعْدُ

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Dalam penggalan ayat 134 surat Ali, Imran, Allah ber-kalam,

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ

.Yang artinya,”(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit.” (Ali Imran:134). Dalam ayat ini Allah menerangkan salah satu karakter orang bertakwa, yaitu mau menginfakkan sebagian hartanya di jalan kebaikan, baik dalam kondisi lapang ataupun sempit.Berinfak haruslah dari harta yang baik. Baik dalam artian yang halal dan masih layak, sekiranya kita sendiri masih mencintainya.Sebagaimana Allah  terangkan di ayat lain, “Kalian sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kalian menafkahkan sebahagian harta yang kalian cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.”(Ali Imran:92).

Baca juga:Kultum#14 Keutamaan Berdo`a Ketika Mengkhatamkan Al-Quran

Ketika ayat ini turun, para sahabat berlomba-lomba untuk menginfakkan harta terbaik yang dimilikinya. Di antaranya adalah seorang sahabat bernama Abu Thalhah. Dia berasal dari kaum Anshar di Madinah dan mempunyai banyak harta, yang terdiri dari kebun-kebun korma. Di antara hartanya itu,yang paling dia cintai ialah kebun korma Bairuhâ`. Kebun ini letaknya menghadap masjid Nabawi di Madinah. Rasulullah 类 suka memasukinya dan minum dari airnya yang segar. Ketika ayat di atas turun, Abu Thalhah segera berdiri untuk menemui Rasulullah , lalu berkata,”Hartaku yang paling saya cintai ialah kebun kurma Bairuhâ’.Sesungguhnya kebunku itu saya sedekahkan untuk kepentingan agama Allah .Saya mengharapkan kebajikannya serta sebagai simpanan di akhirat, di sisi Allah. Karena itu, letakkanlah sedekah kebun itu,wahai Rasulullah,sebagaimana yang Allah beritahukan kepada Anda.” Maka Rasulullah  memujinya dan mengatakan bahwa itu adalah sedekah yang banyak pahalanya. Rasulullah 类menasehatinya untuk menyedekahkannya kepada kerabatnya.(HR.Bukhari-Muslim).

Kaum muslimin yang berbahagia,

Banyak di antara kita yang menginfakkan sebagian hartanya karena terpaksa. Terpaksa karena sudah tidak layak dipakai,sudah ketinggalan model, sudah tidak muat, sudah kadaluwarsa dan seterusnya. Cara berinfak semacam itu mencerminkan sejauh mana rasa cinta kita terhadap harta. Padahal, sebenarnya harta yang kita miliki adalah apa yang telah kita infakkan di jalan Allah.Adapun yang lainnya adalah sekedar titipan yang akan dibagikan kepada para ahli waris. Apa yang kita infakkan, itu pula yang akan kita dapatkan kelak di akhirat. Oleh karena itu, dalam surat al-Baqarah:267,Allah menjelaskan,”Dan janganlah kamu memilih

yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya,padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji.” Dari ayat ini dapat kita pahami bahwa selain berinfak dari sebaik-baik harta yang dimiliki atau minimal masih layak, harta itu juga harus halal. Bukan dari hasil kejahatan, seperti korupsi dan semacamnya. Sebagaimana sabda Rasulullah , “Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik (dari harta yang halal).” (HR. Muslim).

Ma’âsyiral muslimin rahimakumullâh,

Gemar berinfak dan bersedekah selain menjadi salah satu karakter orang yang bertakwa, sebagaimana diterangkan dalam surat Alilmran:134,dalamberinfakjuga terdapatkeutamaan yang sungguh luar biasa. Antara lain, Al-Qur’an menyebutkan bahwa pahala sedekah dilipatgandakan sampai 700 kali (al-Baqarah:261), bisa menghapus dosa (al-Baqarah: 271), membersihkan dan menyucikan (at-Taubah: 103), menyembuhkan penyakit kejiwaan (al-Ma’ârij: 18-25), dan memudahkan kesulitan (al-Lail: 5-7).

Baca juga:Kultum#13 Al-Quran Sebagai Penyembuh

Puncaknya, orang yang mau menginfakkan hartanya,baik dalam kondisi longgar maupun susah, adalah merupakan ciri orang-orang bertakwa yang berhak mendapatkan surga (Ali Imran: 133-134). Sedangkan dalam hadis disebutkan bahwa orang yang bersedekah akan didoakan malaikat (HR. Bukhari),dihindarkan dari bala’ (HR. Suyuthi dan disahihkan oleh al-Albâni), serta disembuhkan dari berbagai penyakit (HR. Suyuthi,dan dihasankan al-Albâni). Terakhir, agar sedekah dan infak kita tidak sia-sia, maka perlu kita jaga keikhlasan dan menjauhkan diri dari riya`, mencari popularitas atau menyakiti hati orang yang kita beri. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, surat al-Baqarah:261.[]

Masukkan kata pencarian disini