Kuatkan Pengelolaan Lembaga Pendidikan, Departemen Pendidikan Selenggarakan Forum Group Discussion
“Disrupsi dan cepatnya perkembangan teknologi jangan membuat para pimpinan lembaga ciut dan enggan melakukan inovasi.”

SURABAYA, PERSYADHA – Menyikapi kebutuhan pengembangan pendidikan di lingkungan Persyarikatan Dakwah Al Haromain, Departemen Pendidikan Yayasan Persyada Al Haromain menyelenggarakan forum group discussion (FGD) dengan mengundang Prof. Dr. Indra Djati Sidi, M.Sc., mantan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Tema yang diangkat yakni “Strategi Inovatif dan Kolaboratif dalam Pengelolaan Lembaga Pendidikan di Era Disrupsi”. FGD tersebut diselenggarakan pada Rabu (10/9/2025) bertempat di Ballroom Ayman Syariah Guest House, Gayungan, Surabaya. Sejumlah pimpinan lembaga pendidikan di lingkungan Persyarikatan Dakwah Al Haromain turut hadir memenuhi undangan. Mereka berasal dari Malang, Tulungagung, Kediri, Sidoarjo, Tuban, Lamongan, dan tentunya Surabaya. Turut hadir pula Ketua Yayasan Persyada Al Haromain Dr. H. Soehardjoepri, M.Si.
Di dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Indra Djati Sidi, M.Sc. yang sekarang menjabat sebagai guru besar di Institut Teknologi Bandung memaparkan konsep inovasi dan kolaborasi bagi lembaga pendidikan. Menurutnya, perkembangan kondisi saat ini harus direspon dengan tepat. Disrupsi dan cepatnya perkembangan teknologi jangan membuat para pimpinan lembaga ciut dan enggan melakukan inovasi. Baginya, orang yang tidak bisa merespon perkembangan zaman, dialah yang akan kalah.

Kolaborasi juga menjadi hal yang penting untuk menghadapi tantangan yang besar. Lulusan teknik sipil ITB tersebut menganalogikan bagaimana kolom beton dan baja saling bekerja sama menguatkan satu sama lain. Kolom beton yang lemah terhadap tarikan namun kuat menahan tekanan dikombinasikan dengan baja yang mampu menahan gaya tarik.
Hal yang tak kalah penting beliau tekankan adalah bagaimana pemimpin harus memberi contoh bagi bawahannya. Beliau menceritakan kisah Rosululloh yang memulai pembangunan Masjid Kuba di Madinah. Seorang Rosul sah-sah saja meminta Alloh dibuatkan masjid dalam waktu sekejap, namun tidak dengan Rosululloh. Rosul membangunnya sesuai hukum alam untuk mengajari para sahabat agar turut bekerja keras.

Selain Prof. Dr. Indra Djati Sidi, M.Sc., di dalam acara tersebut juga diundang Direktur Ummi Foundation, Masruri, M.Pd. Beliau yang pernah menjabat Direktur Lembaga Pendidikan Islam Al Haromain Surabaya memaparkan langkah-langkah yang perlu dilakukan pengurus Yayasan untuk memperbaiki tata kelola pendidikan di lingkungan Persyarikatan Dakwah Al Haromain. Menurutnya, Al Haromain perlu segera bergerak. Setiap masalah tidak hanya masuk dalam agenda rapat namun nihil aksi penyelesaian. Dengan banyaknya lembaga pendidikan, sudah seharusnya Al Haromain melakukan penataan yang tersistem dan terstandar dengan baik.

Pasca pemaparan materi dari Prof. Dr. Indra Djati Sidi, M.Sc. dan Masruri, M.Pd., acara dilanjutkan dengan diskusi bersama-sama yang dipimpin Ketua Departemen Pendidikan, Muji Sampurno, S.Pd. Di dalam diskusi tersebut, ajaran Abi terkait Al-Qur’an, sholat, dan loman/dermawan yang didasarkan pada ayat ke-29 Q.S. Al-Fathir menjadi fokus utama pembahasan. Sekolah-sekolah di lingkungan Persyarikatan Dakwah Al Haromain perlu menekankan ketiganya sebagai bagian syakilah sekaligus keunggulan. Diharapkan sekolah-sekolah dapat mencetak lulusan yang mumpuni dalam bidang baca Al-Qur’an, tata cara sholat, sekaligus memiliki sifat loman.
Kontributor: TI Haryadi






