Surabaya – LAZIS Al Haromain menggelar kegiatan Workshop Percepatan Peningkatan Target Amil 2023 yang dipusatkan di Lantai 2 SDIT Ghilmani, Surabaya pada Sabtu (19/08/2023). Pada saat itu, Ketua Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Al Haromain Surabaya, Ustadz Muji Sampurno menyampaikan materi penguatan organisasi.
“LAZIS Al Haromain adalah penopang dakwah di cabang-cabang Persyadha, oleh karena itu para amilin perlu menumbuhkan rasa cinta pada amanah, tumbuhkan dulu Mahabbah (Cinta) maka akan timbul ri’ayah (Rasa Merawat),” ujar pria yang pernah menjadi Direktur LAZIS Al Haromain tersebut.
Beliau juga bercerita tentang awal beliau ditunjuk sebagai sutradara LAZIS Al Haromain. Pihaknya sempat kebingungan dan tidak melakukan apa-apa selama tiga hari. Namun dengan keinginan yang kuat untuk berkhidmah, beliau memohon do’a dari Abina KH. Muhammad Ihya’ Ulumiddin dan sering mengikuti pelatihan ke Lembaga Amil Zakat lain di Surabaya.
Ustadz Muji Sampurno pertama kali menyentuh hatinya untuk mencintai apa yang ia lakukan saat mengirimkan tugas dakwah Ustadz Ali Faizin di Wonosalam. Saat itu, beliau mulai mengerti bagaimana keadaan para da’i di lapangan. Da’i sebagai fasilitator yang dekat dengan para sasaran dakwah perlu terus dibersamai agar mewujudkan kejayaan umat Islam.

Pihaknya juga menekan agar LAZIS Al Haromain dapat terus berkontribusi pada umat dan tetap sejalan dengan program-program pemerintah. Beliau tegang ada 3 sisi kebijakan lembaga yang berpengaruh. Yang pertama adalah organisasi idealisme, yang dimunculkan oleh sutradara sebagai penentu kebijakan. Yang kedua, tren segmentasi, yang muncul dari pemerintah, pemangku kepentingan terkait, serta berbagai pihak yang berpengaruh dalam gerakan amil zakat. Yang ketiga adalah keinginan donatur, donatur sebagai sumber dana adalh pihak yang perlu dilayani dengan baik.
Kegiatan ini menghadirkan para kepala cabang serta para staf amil zakat se-Jawa Timur. Pada momen tersebut, Direktur LAZIS Al Haromain, Yalik Fibrianto menekankan pentingnya peran amil zakat untuk meningkatkan ekonomi umat dan mengentaskan kemiskinan.
Pewarta : Noven Lukito HS.
Editor : Ayub Syafi’i







