keutamaandanhakahlulbait

Idul Adha (2)

Sejenak Pagi | Idul Adha (2)

Syarat seseorang berqurban ada 3, yaitu:

1️⃣ Yang disembelih berupa hewan qurban (onta, sapi, kambing dan sejenisnya).

Sahabat Abu Hurairah RA memperbolehkan juga qurban dengan kuda. Bahkan Ibnu Abbas RA berpendapat bahwa qurban dengan ayam atau bebek diperbolehkan. Ini adalah solusi bagi mereka yang tak mampu. Tapi bila sudah ada kemampuan maka dianjurkan qurban dengan pendapat pertama.

2️⃣ Dilaksanakan pada hari ‘Ied / Tasyrik (tanggal 10, 11, 12 dan 13 Dzulhijjah).

Jika bukan di waktu tersebut maka namanya bukan qurban

3️⃣ Niatnya taqarruban ilallooh (mendekatkan diri kepada Alloh Ta’ala).
Sangat dianjurkan agar orang yang berqurban janganlah niat melainkan hanya karena Alloh Ta’ala. Jangan ujub, riya dan sombong. Cukuplah Alloh Ta’ala dan kita yang tahu akan amal baik kita.

HUKUM BERQURBAN

Hukum berqurban adalah
SUNNAH MUAKKADAH
bagi kita. Artinya kesunnahan yang sangat ditekankan kepada kita. Namun bagi Rasululloh Shollallahu ‘Alaihi Wasallam berqurban adalah wajib sebagai kekhususan beliau.

Kesunnahan terbagi dua:
1️⃣ Sunnah kifayah
Yaitu bagi tiap-tiap muslim yang sudah baligh, berakal, memiliki kemampuan untuk berqurban dan hidup dalam satu keluarga. Artinya jika ada salah satu anggota keluarga berqurban, maka gugurlah tuntutan untuk berqurban dari tiap-tiap anggota keluarga itu. Namun tentunya yang mendapat pahala qurban adalah khusus bagi orang yang melakukannya.

2️⃣ Sunnah ‘ain
Yaitu bagi mereka yang hidup seorang diri, tidak memiliki sanak saudara. Atau dengan kata lain sunnah ‘ain adalah sasaran kesunnahannya ditujukan pada individu atau personal semata.

Yang dimaksud ‘memiliki kemampuan’ di sini adalah orang yang memiliki harta yang cukup untuk dibuat qurban dan cukup untuk memenuhi kebutuhannya serta orang yang ditanggung nafkahnya selama hari raya Idul Adha dan hari-hari Tasyriq.

Bahkan Imam As Syafi’i berkata, “Saya tidak memberi dispensasi / keringanan sedikitpun pada orang yang mampu berqurban untuk meninggalkannya”.

Maksud dari perkataan tersebut adalah makruh bagi orang yang mampu berqurban, tapi tidak mau melaksanakannya.

Meskipun hukum qurban adalah sunnah, namun suatu ketika bisa saja berubah menjadi wajib, yaitu jika dinadzarkan *(QURBAN NADZAR)*.

Maka konsekuensinya jika sudah menjadi qurban wajib dia dan keluarga yang dia tanggung nafkahnya tidak boleh mengambil atau memakan sedikitpun dari daging qurban tersebut.

Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad

Wallahu A’lam Bisshawab

Yaa Alloh Yaa Robb…
Ampunilah dosa dan kesalahan Murrobi dan guru² kami.
Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudara² kami.

Yaa Alloh Yaa Robb…
Sehat dan sembuhkan saudara dan sahabat kami yang sakit.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Jadikan negri ini menjadi lebih baik.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

youtube.com/@djoeprichannel
sejenakpagi
????❤????

Syarat seseorang berqurban ada 3, yaitu:

1️⃣ Yang disembelih berupa hewan qurban (onta, sapi, kambing dan sejenisnya).

Sahabat Abu Hurairah RA memperbolehkan juga qurban dengan kuda. Bahkan Ibnu Abbas RA berpendapat bahwa qurban dengan ayam atau bebek diperbolehkan. Ini adalah solusi bagi mereka yang tak mampu. Tapi bila sudah ada kemampuan maka dianjurkan qurban dengan pendapat pertama.

2️⃣ Dilaksanakan pada hari ‘Ied / Tasyrik (tanggal 10, 11, 12 dan 13 Dzulhijjah).

Jika bukan di waktu tersebut maka namanya bukan qurban

3️⃣ Niatnya taqarruban ilallooh (mendekatkan diri kepada Alloh Ta’ala).
Sangat dianjurkan agar orang yang berqurban janganlah niat melainkan hanya karena Alloh Ta’ala. Jangan ujub, riya dan sombong. Cukuplah Alloh Ta’ala dan kita yang tahu akan amal baik kita.

HUKUM BERQURBAN

Hukum berqurban adalah
SUNNAH MUAKKADAH
bagi kita. Artinya kesunnahan yang sangat ditekankan kepada kita. Namun bagi Rasululloh Shollallahu ‘Alaihi Wasallam berqurban adalah wajib sebagai kekhususan beliau.

Kesunnahan terbagi dua:
1️⃣ Sunnah kifayah
Yaitu bagi tiap-tiap muslim yang sudah baligh, berakal, memiliki kemampuan untuk berqurban dan hidup dalam satu keluarga. Artinya jika ada salah satu anggota keluarga berqurban, maka gugurlah tuntutan untuk berqurban dari tiap-tiap anggota keluarga itu. Namun tentunya yang mendapat pahala qurban adalah khusus bagi orang yang melakukannya.

2️⃣ Sunnah ‘ain
Yaitu bagi mereka yang hidup seorang diri, tidak memiliki sanak saudara. Atau dengan kata lain sunnah ‘ain adalah sasaran kesunnahannya ditujukan pada individu atau personal semata.

Yang dimaksud ‘memiliki kemampuan’ di sini adalah orang yang memiliki harta yang cukup untuk dibuat qurban dan cukup untuk memenuhi kebutuhannya serta orang yang ditanggung nafkahnya selama hari raya Idul Adha dan hari-hari Tasyriq.

Bahkan Imam As Syafi’i berkata, “Saya tidak memberi dispensasi / keringanan sedikitpun pada orang yang mampu berqurban untuk meninggalkannya”.

Maksud dari perkataan tersebut adalah makruh bagi orang yang mampu berqurban, tapi tidak mau melaksanakannya.

Meskipun hukum qurban adalah sunnah, namun suatu ketika bisa saja berubah menjadi wajib, yaitu jika dinadzarkan *(QURBAN NADZAR)*.

Maka konsekuensinya jika sudah menjadi qurban wajib dia dan keluarga yang dia tanggung nafkahnya tidak boleh mengambil atau memakan sedikitpun dari daging qurban tersebut.

Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad

Wallahu A’lam Bisshawab

Yaa Alloh Yaa Robb…
Ampunilah dosa dan kesalahan Murrobi dan guru² kami.
Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudara² kami.

Yaa Alloh Yaa Robb…
Sehat dan sembuhkan saudara dan sahabat kami yang sakit.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Jadikan negri ini menjadi lebih baik.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

youtube.com/@djoeprichannel
sejenakpagi
????❤????