Hilangkan Sampah Di Hatimu

A VPN is an essential component of IT security, whether you’re just starting a business or are already up and running. Most business interactions and transactions happen online and VPN

Sejenak Pagi | HILANGKAN SAMPAH DI HATIMU

Alhamdulillah hari ini tepat 15 Sya’ban 1444 H, sambil membersihkan hati dan berdzikir kpd Alloh Ta’ala, mencermati berikut ini.

🔹Seorang laki-laki yg berbeda paham dengan seorang Guru Sufi mengeluarkan kecaman dan kata-kata kasar meluapkan kebenciannya kepada Sang Guru.

🔸Sang Guru hanya diam, mendengarkannya dengan sabar, tenang dan tidak berkata apa pun.

Setelah lelaki tersebut pergi, si murid yg melihat peristiwa itu dengan penasaran bertanya :
“Mengapa Sang Guru diam saja tidak membalas makian lelaki tersebut.”

🔸Beberapa saat kemudian, maka Sang Guru bertanya kepada si murid :
“Jika seseorang memberimu sesuatu, tapi kamu tidak mau menerimanya, lalu menjadi milik siapa kah pemberian itu ?”

“Tentu saja menjadi milik si pemberi”, jawab si murid.

“Begitu pula dengan kata-kata kasar itu”, tukas Sang Guru.

“Karena aku tidak mau menerima kata-kata itu, maka kata-kata tadi akan kembali menjadi miliknya.

Dia harus menyimpannya sendiri.
Dia tidak menyadari, karena nanti dia harus menanggung akibatnya di dunia atau pun akhirat, karena energi negatif yg muncul dari pikiran, perasaan, perkataan, dan perbuatan hanya akan membuahkan penderitaan hidup”.

🔸Kemudian, lanjut Sang Guru :
” Sama seperti orang yg ingin mengotori langit dengan meludahinya. Ludah itu hanya akan jatuh mengotori wajahnya sendiri.

Demikian halnya, jika di luar sana ada orang yg marah-marah kepadamu, biarkan saja, karena mereka sedang membuang SAMPAH HATI mereka.

🔸Jika engkau diam saja, maka sampah itu akan kembali kepada diri mereka sendiri, tetapi kalau engkau tanggapi, berarti engkau menerima sampah itu.”

“Hari ini begitu banyak orang di jalanan yg hidup dengan membawa sampah di hatinya (sampah kekesalan, sampah amarah, sampah kebencian, dan lainnya), maka jadilah kita orang yg BIJAK”

🔸Sang Guru melanjutkan nasehatnya :
“Jika engkau tak mungkin memberi, janganlah mengambil”

“Jika engkau terlalu sulit untuk mengasihi, janganlah membenci”

“Jika engkau tak dapat menghibur orang lain, janganlah membuatnya sedih”

“Jika engkau tak bisa memuji, janganlah menghujat”

“Jika engkau tak dapat menghargai, janganlah menghina”

“Jika engkau tak suka bersahabat, janganlah bermusuhan”

Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad

Wallahu A’lam Bisshawab

Yaa Alloh Yaa Robb…
Ampunilah dosa dan kesalahan Murrobi dan guru² kami.
Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudara² kami.

Yaa Alloh Yaa Robb…
Sehat dan sembuhkan saudara dan sahabat kami yang sakit.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Jadikan negri ini menjadi lebih baik.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

youtube.com/@djoeprichannel
sejenakpagi
😊❤👍

Artikel Terbaru

eNHa TV

Masukkan kata pencarian disini