Catatan kecil
Hikmah/pelajaran dari paparan covid-19 pada para sahabat seperjuangan.
Alhamdulillah, warga huni sentra sampai dengan sekarang gak ada yang terinfeksi covid-19 (tes PCR dari puskesmas) semoga seterusnya, Aamiin. Untuk saudara kita yang wafat, sebab ajalnya telah sampai, dengan perantara infeksi covid-19 dan penyakit penyerta lainnya.
Sentra dakwah Al Haromain merupakan pusat kegiatan dakwah yang di dalamnya ada beberapa unit kerja ; kantor pusat yayasan, lazis pusat dan lazis Surabaya, lpi Al Haromain, SDIT GHILMANI, toko Al Ghina juga ada majelis Ilmi dan dzikir.
Semenjak pandemi sebenarnya kegiatan yang ada di sentra relatif berkurang karena taklim yg diasuh Abina libur total, sekolah juga libur, lazis aktivitas nya juga dikurangi, begitu juga yayasan pusat rapat rapat sering pakai zoom. Kegiatan yg ada semuanya menyesuaikan dengan kondisi pandemi, dibikin poster, juga spanduk untuk taat protokol kesehatan disediakan termo gun, handsanitizer, tempat cuci tangan dg sabun bahkan diberikan facesheild untuk jajaran lpi, guru dan pegawai, hanya saja kita kadang masih sering lengah dan menganggap enteng pentingnya protokol kesehatan. Namun, ketika di sentra diterapkan protokol kesehatan, apakah kita di rumah juga menerapkannya? Sudahkah kita selalu pakai masker ketika keluar rumah, disiplin cuci tangan dan menjaga jarak ketika ditempat umum, dan betah/ tahan berdiam di rumah ( sptnya bagian yang sangat sulit, karena sebagian besar dari kita adalah aktivis, yg selalu bergerak)? Tentunya hal SPT ini diluar kontrol lembaga, kembali kepada individu masing masing, nah, inilah titik krusialnya.
Ketika ada instruksi dari dinas, guru harus masuk pembelajaran via daring (siswa di rumah) mulailah kembali ada aktivitas yang cukup padat di sentra. Qodarulloh awal Agustus mulai ada guru yang sakit, dan disusul pada guru/pegawai yang lain, dan bahkan pengurus pusat yayasan di akhir Agustus juga banyak yang sakit (setelah ada beberapa acara offline), maka sejak akhir Agustus kita ambil kebijakan untuk meliburkan total aktivitas yang ada di sentra selama 2 pekan dan kita perpanjang 2 pekan berikutnya (s/d tgl 27) akan kita evaluasi kembali, dan juga dibentuk satgas untuk mendata, memantau, mendampingi dan membantu teman teman yang sakit dengan support dana, obat, herbal dan makanan bagi yg isolasi mandiri.
Data awal yang terpantau 22 orang, Alhamdulillah dalam perjalanannya, sebagian besar kembali sehat/sembuh, sebagian telah Alloh datangkan ajalnya (semoga Alloh selalu merahmati mereka semua) dan masih ada yg dalam perawatan baik mandiri maupun opname dan selama penutupan sentra ini ternyata masih ada penambahan beberapa pasien baru.
Hal ini memberikan pelajaran bagi kita semua untuk selalu waspada baik secara individu maupun kelembagaan untuk benar benar dengan kesadaran penuh, kita niatkan ibadah menjaga diri dari bahaya, sehingga apa yang kita lakukan menjadi/bernilai ibadah di hadapan Alloh. Dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin baik secara individu maupun kelembagaan secara bersama sama kita berharap kasih sayangnya Alloh turun kepada kita semua, sehingga kita diselamatkan oleh Alloh dari wabah covid 19 ini.
Dan perlu kita tanamkan dalam diri kita, bahwa semua ikhtiar dhohir maupun bathin yang kita lakukan tidaklah memberikan kepastian bahwa kita tidak akan terinfeksi/terpapar wabah covid-19, oleh karenanya jika dengan ikhtiar dhohir maupun bathin yang sdh kita lakukan, Alloh takdirkan kita terpapar maka hendaklah khusnudzon billah, yang kita kedepankan.
Akhirnya kita memohon kepada Alloh SWT agar kita terselamatkan dari wabah covid-19 dan seandainya kita terkena/terpapar kita mohon kepada Alloh agar diberikan kesabaran, ketabahan, kekuatan iman dan kekuatan fisik sehingga covid-19 tidak memberikan bahaya bagi kita semua. Semoga Alloh SWT segera mengangkat dan menghilangkan wabah ini. Aamiin
Akhukum,
Fatkurrahman







