Dzun Nuraini

Sejenak Pagi adalah kumpulan tulisan Ust Hasbi Maula atau Ust Soehardjopri.

SIROH NABAWIYAH (217) | Dzun Nuraini

Setelah duka ditinggal Ruqayyah, Utsman kemudian menikahi adik Ruqayyah, Ummu Khultsum. Ummu Khultsum juga diusir oleh kedua mertuanya, Abu Lahab dan istrinya Ummu Jamil serta suaminya Utaibah, adik Utbah. Karena menikahi dua putri nabi inilah Utsman digelari Dzun Nuraini, ‘Si Pemilik Dua Cahaya’.

Rasululloh ﷺ Hampir Dikultuskan
Sudah beberapa lama putri Rasululloh ﷺ, Ruqayyah terserang sakit dan tidak kunjung sembuh. Musuh-musuh Rasululloh ﷺ dari kalangan Yahudi dan orang-orang munafik mulai menyebarkan desas-desus,

“Kalau memang Muhammad itu seorang nabi, tentu ia dengan mudah bisa menyembuhkan penyakit putrinya.”

“Jangan-jangan, dia memang bukan seorang nabi, melainkan tukang sihir,” timpal yang lain,
“Dulu di Mekah sihirnya berhasil memikat banyak orang, tetapi di sini ternyata tidak mempan.”

Desas-desus yang beredar gencar, membuat keimanan sebagian orang mulai goyah. Orang-orang munafik yang dipimpin Abdullah bin Ubay semakin bersemangat mengatakan ini dan itu tentang pribadi Rasululloh ﷺ. Mendengar itu, sebagian Muslim bangkit amarahnya. Mereka melawan desas-desus itu dengan sanjungan pujian, dan pemujaan kepada Rasululloh ﷺ.

“Jangankan menyembuhkan penyakit, menghidupkan orang mati pun tentu Rasulluloh bisa,” demikian kata mereka.

Mendengar hal-hal seperti itu, Rasulluloh ﷺ segera datang dan berkata, “Janganlah kalian menyanjung-nyanjung diriku.”

“Bagaimana kami tidak akan menyanjung dirimu ya Rasululloh, bukankah engkau adalah pemimpin kami semua?”

Beliau menggeleng. Beliau kemudian berkata bahwa dirinya hanyalah manusia biasa, ia tidak dapat menolak atau menyembuhkan penyakit apabila hal itu memang sudah dikendaki Alloh Ta’ala. Beliau adalah manusia yang juga dapat menangis, tertawa, kepayahan, kesegaran, tidur, marah, senang, lapar, dahaga, makan, dan perlu pergi ke pasar seperti orang lain.

Bahkan Rasululloh ﷺ sendiri menderita sakit. Seorang tabib dipanggil datang untuk melakukan penyembuhan.

Tabib itu melakukan pembekaman agar darah yang mengandung penyakit keluar. Namun, begitu darah Rasululloh ﷺ keluar, tabib yang suka menyanjung itu menjilati darah beliau. Segera saja Rasululloh ﷺ melarang tabib itu dengan keras sambil berkata,
“Semua darah haram! Semua darah haram!”

Demikianlah, di satu sisi ada orang yang membenci Rasululloh ﷺ, sementara disisi lain banyak orang yang justru memuja beliau secara berlebihan.

Sehari sebelum Rasululloh ﷺ tiba di Madinah, berita kemenangan dibawa oleh Zaid bin Haritsah dan Abdullah bin Rawahah dari dua jurusan yang berlainan.
Kaum Muslimin segera keluar rumah dan bergembira menyambut kemenangan besar ini.

Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad

Wallahu A’lam Bisshawab.

Ya Alloh berikanlah padaku pada setiap hari Senin dua kenikmatan, yaitu keberuntungan pada awalnya dengan ketaatan kepada-Mu dan kenikmatan di akhirnya dengan ampunan-Mu, wahai yang Dia adalah Tuhan, dan tidak ada yang mengampuni dosa-dosa selain Dia.

Ya Alloh sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa malas, dan aku berlindung kepada-Mu dari sikap pengecut, dan aku aku berlindung kepada-Mu dari pikun, dan aku berlindung kepadaMu dari sifat pelit.

Ya Alloh, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang.
Dengan rahmat dan pertolongan Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).

Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

youtube.com/@djoeprichannel
sejenakpagi
😊❤️👍

Masukkan kata pencarian disini