Di Bawah Asuhan Kakek

A VPN is an essential component of IT security, whether you’re just starting a business or are already up and running. Most business interactions and transactions happen online and VPN

SIROH NABAWIYAH (52) | Di Bawah Asuhan Kakek

Sejak itu, Abdul Muthalib bertindak sebagai pengasuh cucunya. Ia mengasuh Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam dengan sungguh-sungguh dan mencurahkan segala kasih sayangnya.

Abdul Muthalib adalah pemimpin seluruh Quraisy dan seluruh Mekah. Untuk dia, diletakkan hamparan khusus tempatnya duduk di bawah naungan Ka’bah. Anak-anak beliau, paman-paman Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam, tidak ada yang berani duduk di tempat itu. Mereka duduk di sekeliling hamparan itu sebagai penghormatan kepada ayah mereka.

Suatu saat, Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam kecil yang montok itu duduk di atas hamparan tersebut. Serentak paman-paman beliau langsung memegang dan menahan Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam agar tidak duduk di atas hamparan. Namun, ketika Abdul Muthalib datang dan melihat kejadian tersebut, berkata:

“Biarkan anakku itu,” katanya, “Demi Alloh, sesungguhnya dia akan memiliki kedudukan yang agung.”

Kemudian, Abdul Muthalib duduk di atas hamparan tersebut sambil memangku Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasall. Dielus-elusnya punggung Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam penuh sayang.
Abdul Muthalib bergembira dengan apa yang dilakukan cucunya itu.

Lebih-lebih lagi, kecintaan kakek kepada cucunya itu timbul ketika Aminah kemudian berniat membawa Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam ke Yatsrib untuk diperkenalkan kepada saudara-saudara ibunya dari keluarga Najjar.
Perjalanan ini juga bertujuan menengok makam Abdullah, ayah Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam.
Sudah lama Aminah memendam keinginan untuk menengok makam suami tercintanya itu. Kini, ia akan berangkat dengan ditemani putranya seorang.

Aminah Wafat
Dalam perjalanan itu, Aminah membawa Ummu Aiman, budak perempuan peninggalan Abdulloh. Sesampainya di Yatsrib, mereka disambut oleh saudara-saudara Aminah. Kepada Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam diperlihatkan rumah tempat ayahnya meninggal dulu serta tempat ia dikuburkan.

Itu adalah saat pertama Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam benar-benar merasa dirinya sebagai anak yatim. Apalagi ia mendengar ibunya bercerita panjang lebar tentang sang ayah tercinta yang setelah beberapa waktu tinggal bersama-sama, kemudian meninggal dunia.

(Di kemudian hari, setelah hijrah, pernah juga Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam menceritakan kepada sahabat-sahabatnya tentang kisah perjalanan masa kecil beliau ke Yatsrib yang saat itu telah berubah nama menjadi Madinah.
Beliau amat terkenang dengan perjalanan bersama ibunya itu, kisah perjalanan penuh cinta pada Madinah, kisah penuh duka pada orang yang ditinggalkan keluarganya.)

Sesudah cukup sebulan tinggal di Madinah, mereka pun bersiap pulang. Mereka berjalan dengan menggunakan dua ekor unta yang mereka bawa dari Mekah.
Akan tetapi, di tengah perjalanan, di sebuah tempat bernama Abwa*), Aminah menderita sakit hingga kemudian meninggal di tempat itu.

“Ibu! Ibu!” panggil Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam kepada ibunya yang sudah wafat.

Dalam pelukan Ummu Aiman, dengan air mata meleleh, Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam menyaksikan tubuh ibunya dikuburkan di tempat itu.

Pada usia enam tahun Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam telah menjadi seorang anak yatim piatu.

Abwa
Abwa adalah sebuah dusun yang terletak di antara Madinah dengan Juhfa. Jaraknya 37 km dari Madinah.

Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad

Wallahu A’lam Bisshawab

Yaa Alloh Yaa Robb…
Ampunilah dosa dan kesalahan Murrobi dan guru² kami.
Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudara² kami.

Yaa Alloh Yaa Robb…
Sehat dan sembuhkan saudara dan sahabat kami yang sakit.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Jadikan negri ini menjadi lebih baik.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

Youtube: djoepri.channel
@sejenakpagi.official
😊❤👍

Artikel Terbaru

eNHa TV

Masukkan kata pencarian disini