CAHAYA FAJAR | NEW NORMAL YANG DIPAKSAKAN?

A VPN is an essential component of IT security, whether you’re just starting a business or are already up and running. Most business interactions and transactions happen online and VPN

oleh | Akhmad Muwafik Saleh

Tulisan berikut lebih banyak berupa pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab yang ada dalam pikiran penulis, sehingga cenderung bersifat praduga, untuk kemudian mengajak para pembaca berpikir bersama secara kritis, berkaitan dengan realitas yang terjadi akhir-akhir ini. Ada satu pertanyaan yang selalu hadir dalam pikiran tatkala ada wacana tentang New Normal dalam menghadapi covid-19. Beberapa pertanyaan itu antara lain, “Benarkah kita sudah saatnya masuk fase new normal ?. Sebenarnya posisi grafik penyebaran covid di negara kita saat ini bagaimana ? atau bahkan pertanyaan yang lebih mendasar adalah benarkah covid-19 sedemikian sangat berbahaya sehingga banyak negara harus me-lockdown negerinya ?.

Pada pertanyaan pertama, benarkah kita sudah saatnya masuk fase new normal ?. Apa sebenarnya New Normal itu ?. New normal adalah suatu keadaan dimana masyarakat belum bisa kembali pada keadaan normal seperti sedia kala atau sebelumnya sebagai akibat adanya suatu wabah pandemi. Hal ini diasumsikan bahwa jika sebelumnya adalah keadaan normal kemudian terjadi wabah pandemi dengan penyebaran virus yang menunjukkan grafik naik kemudian apabila telah sampai pada titik kulminasi grafik penyebaran ini lalu terjadi penurunan penyebaran virus hingga proses penyebaran dapat ditekan melandai dan tetap (flat), namun tidak mampu kembali pada keadaan garis normal semula. Penyebaran virus dalam keadaan tetap melandai tersebut itulah yang disebut keadaan new normal atau kenormalan baru.

Pertanyaan selanjutnya saat ini kita sedang berada di posisi yang bagaimana dalam penyebaran virus covid ini ?. Apakah sudah mencapai titik kulminasi puncak penyebaran ataukah sedang menuju puncak atau sudah turun melandai ?. Sepertinya dengan melihat berbagai fakta dan data yang ada di Indonesia ini kita belum dapat dikatakan telah melewati titik puncak penyebaran apa lagi turun melandai. Artinya Apakah benar kita sudah saatnya menyatakan berada dalam keadaan new normal ?. Ataukah jangan-jangan kebijakan new normal saat ini adalah sesuatu yang sedang dipaksakan ?. Pertanyaannya kemudian, lalu untuk apa hal ini dipaksakan ?, Adakah kepentingan-kepentingan lain dibalik semua ini ?, Apakah untuk melindungi kepentingan ekonomi masyarakat atau untuk melindungi jiwa dan kesehatan masyarakat ? Ataukah ada suatu keadaan baru yang diinginkan setelahnya ?. Pertanyaan terakhir jika demikian (New Normal yang dipaksakan) benarkah virus ini benar-benar sangat berbahaya dan mematikan ?.

Lalu Bagaimana realitas kehidupan masyarakat new Normal itu ?. Ada banyak definisi untuk menjelaskan persoalan ini, pertama, ada yang mengatakan bahwa new normal adalah tatanan, kebiasaan dan perilaku yang baru berbasis pada adaptasi untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat pasca covid. Kedua, Ada pula yang menyatakan bahwa definisi new normal adalah skenario untuk mempercepat penanganan COVID-19 dalam aspek kesehatan dan sosial-ekonomi. Artinya pemerintah membuka kembali ruang-ruang publik untuk kegiatan sosial ekonomi Setelah sekian lama ditutup akibat wabah covid.

Namun ada satu pernyataan menarik dari juru bicara penanganan COVID-19, Achmad Yurianto yang mengatakan, bahwa tatanan baru ini (new normal) perlu ada sebab hingga kini belum ditemukan vaksin definitif dengan standar internasional untuk pengobatan virus corona. Menurut saya, ini adalah clue (petunjuk) bahwa sedang dipersiapkan sebuah vaksin berstandar internasional — ( Billgates menyebutnya dengan istilah “digital certificate” sebagai mandatory vaccine)– yaitu vaksinasi massal kepada semua masyarakat secara mendunia agar terhindar dari penyakit ini, seperti halnya vaksin polio dan segala macamnya. Artinya New Normal ibarat suatu persinggahan, shelter bus atau tempat menunggu datangnya kendaraan untuk kemudian membawa penumpang pada perjalanan selanjutnya. Artinya apakah vaksin ini sedang dipersiapkan secara internasional ?. Lalu pertanyaannya siapa yang akan mempersiapkan secara internasional itu dan apakah ada kepentingan tersembunyi di balik itu semua ?.

Pertanyaan mendasar lainnya adalah apakah benar covid-19 ini sedemikian sangat berbahaya sehingga banyak media memberitakan dan menviralkannya hingga banyak negara menutup berbagai aktitifitasnya. Pertanyaan ini muncul karena beberapa fakta : Pertama, beberapa hari ini terakhir di Amerika Serikat terjadi gelombang demonstrasi besar-besaran terkait dengan kasus George Floyd, masyarakat berkumpul bahkan banyak pula di antara mereka yang tidak memakai masker dan tidak mengindahkan protokol kesehatan, sementara berita yang berkembang sebelumnya bahwa Amerika menempati posisi teratas dalam jumlah penularan covid-19 ini. Pertanyaannya, mengapa masyarakat dibiarkan berkumpul tanpa protokol kesehatan, dan jika covid-19 benar-benar sangat berbahaya dan memiliki daya penularan yang ganas, mengapa masyarakat di AS berani keluar rumah dan berkumpul tanpa protokol kesehatan ?, lalu benarkah berita tentang banyaknya korban akibat covid-19 di AS serta tingginya tingkat penyebaran covid-19 di sana ?.

Kedua, di negeri kita ini , selama kebijakan PSBB berlangsung tidak sedikit masyarakat yang tetap keluar rumah, jalanan tetap ramai, bahkan pasar tidak ada perubahan signifikan yaitu tetap ramai, namun memang masjid banyak yang tutup selama bulan Ramadhan atau bahkan kegiatan konser musik yang diinisiasi oleh BPIP serta didukung oleh banyak pejabat pemerintah berlangsung secara normal. Jadi pertanyaannya, benarkah covid-19 ini berbahaya sehingga semuanya serba longgar dan tidak mengindahkan aturan protokol kesehatan ?.

Ketiga, berbagai fakta tentang berita viral adanya pemaksaan yang dilakukan oleh pihak rumah sakit terhadap pasien meninggal bukan covid untuk di dapat klaim sebagai pasien covid, bahkan mereka rela memberikan sejumlah uang agar keluarga pasien bersedia keluarganya yang meninggal tersebut dimasukkan dalam kategori pasien covid.

Beberapa pertanyaan-pertanyaan di atas seringkali hadir dalam pikiran penulis dalam melihat berbagai realitas yang terjadi saat ini. Hal ini bukan berarti mengecilkan makna atas kebenaran eksistensi adanya wabah covid ini dengan banyaknya korban yang telah dikuburkan, namun pertanyaan-pertanyaan ini penting untuk merefleksikan diri dan sikap kita, agar pada saat kita menghadapi kehidupan yang baru ke depan (new normal), benar-benar berdasarkan atas suatu argumentasi dan reasoning yang tepat, sehingga dalam menjalani kehidupannya new normal ke depan, kita dapat melangkah dengan penuh keyakinan dan segala konsekuensinya. Semoga kita dijauhkan dari segala penyakit dan marabahaya dan semoga kehidupan kedepan jauh lebih baik lagi, yaitu realitas baru dengan perilaku hidup bersih dan sehat serta memiliki kedisiplinan yang tinggi untuk menjaga kesehatan diri dengan membiasakan diri rutin cuci tangan memakai sabun, memakai masker saat keluar rumah, menjaga jarak aman dan menghindari kerumunan.  Semoga dengan demikian hidup kita semakin sehat dan sejahtera. Aamiiin.

————————————————–
by : Akhmad Muwafik Saleh. 4.06.2020
————————————————–
🍀🌼🌹☘🌷🍃🍂❤🌼☘

*Pengasuh Pesantren Mahasiswa Tanwir al Afkar, Dosen FISIP UB, Motivator Nasional, Penulis Buku Produktif, Sekretaris KDK MUI Provinsi Jawa Timur

Klik web kami :
www.insandinami.com

🙏 AYO SHARE DAN VIRALKAN KEBAIKAN

Masukkan kata pencarian disini