Rasulullah

Bulan Rajab 2️⃣

Sejenak Pagi | Bulan Rajab 2️⃣

B. Disunatkannya berpuasa pada bulan-bulan tersebut. Karena berpuasa pada bulan haram pahalanya lebih besar daripada bulan-bulan selainnya terkecuali bulan Romadlon.

Al-Imam al-Nawawi dalam Raudlah al-Thalibin (II/254) menyatakan, “Bulan-bulan yang paling utama untuk dipuasai setelah bulan Romadlon ialah bulan-bulan haram; Dzul-Qa’dah, Dzul-Hijjah, Muharram dan Rajab”.

Itulah kenapa para ulama salaf selalu berpuasa di bulan-bulan haram, seperti Ibnu Umar, Al hasan Al bashri dan Abu ishaq as subai’i. Dan Imam Ats Tsauri pernah berkata : *“Bulan-bulan haram(suci) adalah yang paling saya sukai berpuasa didalamnya”*.
(As Sayyid Muhammad, hal.148.)

Menurut al-Imam Muhammad bin ‘Ali al-Syaukani, dalil yang menunjuk pada kesunatan berpuasa Rajab diambil zhahirnya hadits Usamah yang berbunyi, “Sesungguhnya Sya’ban adalah bulan yang dilalaikan oleh manusia antara Rajab dan Romadlon”. “Zhahirnya hadits ini menunjukkan bahwa masyarakat (pada waktu itu) lalai untuk mengagungkan Sya’ban dengan berpuasa sebagaimana mereka mengagungkan Rajab dan Romadlon”. (Nail al-Awthar Syarh Muntaqa al-Akhbar II/316).

Namun demikian dimakruhkan berpuasa sebulan penuh di bulan-bulan haram. Seperti yang diriwayatkan dari ibnu Abbas bahwa nabi enggan berpuasa penuh di bulan rajab. Dan itu diikuti oleh sahabat seperti Yahya bin sa’id al anshori. Dan imam Ahmad berkata harus berbuka satu atau dua hari dari bulan rajab tersebut.

C. Sholat
Namun sholat rajab secara khusus tidak diketemukan dalil yang shohih.
Tapi yang penting di bulan haram ini perbanyak ibadah sholat sunnah seperti sholat tahajjud, sholat dhuha dan lainnya.

Hal itu diungkap oleh banyak ulama seperti as Sayyid Muhammad dalam kitabnya dzikroyaat wa munaasabaat dan juga al-Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalani tidak ada dalil yang shahih yang pantas dijadikan hujjah tentang ke khususan ibadah dalam bulan rojab, sebagaimana yang tertera dalam kitab beliau Tabyin al-‘Ajab bima Warada fi Fadll Rajab.

D. Dari anas ra berkata:
Bahwa Rasululloh Sholallahu ‘Alaihi Wassallam ketika masuk bulan rojab banyak membaca :

“Allahumma bariklana fi rojaba wa sya’bana wa ballighna romadhona”

“Wahai Tuhanku, berikanlah kami berkah pada bulan Rojab dan Sya’ban, dan sampaikan kami pada bulan Romadhon”

Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wassallam juga pernah bersabda:
“Bulan Rojab adalah bulan Alloh, bulan Sya’ban adalah bulanku dan bulan Romadhon adalah bulan ummatku”
(Al Jami’ as shoghir)

Mari kita sambut Romadhon dengan melatih diri kita untuk menghindari maksiat dan menghiasi diri dengan banyak beramal sholeh.

Mari kita sambut ramadhan dengan gegap gempita dan dimulai dari bulan rojab ini.

Itulah kenapa ulama salaf dahulu ketika masuk bulan rajab sudah menyambut ramadhan dengan mendendangkan sya’ir : “Marhaban Ya Ramadhan Jud lana Gil Ghufron.”

Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad

Wallahu A’lam Bisshawab

Yaa Alloh Yaa Robb…
Ampunilah dosa dan kesalahan Murrobi dan guru² kami.
Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudara² kami.

Yaa Alloh Yaa Robb…
Sehat dan sembuhkan saudara dan sahabat kami yang sakit.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Jadikan negri ini menjadi lebih baik.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

youtube.com/@djoeprichannel
@sejenakpagi.official