Sejenak Pagi | Bicara pada diri sendiri
Apakah engkau mengira bahwa Tuhanmu menciptakan engkau dengan sia-sia.
Hanya untuk senda gurau atas dunia.
Menghimpunkan gunung-gunung dosa tanpa rasa malu berbuat cela.
Melayan angan dan mimpi dalam asyik kilauan pesona dunia.
Menghamba diri kepada serakah nafsu dan tunduk patuh kepada bisikan iblis durhaka.
Apakah engkau layak digelar hamba kepada Pencipta sedangkan engkau tiada pernah mahu tunduk patuh kepadaNya.
Engkau merasa bebas merdeka berbuat apa saja mengikut runtunan gelora nafsumu yang menggila.
Sadarlah jika engkau masih manusia.
Bahwa dirimu itu adalah amanah Alloh Ta’ala supaya engkau jaga dan engkau sucikan dari kotoran-kotoran kemusyrikan dan kemunafikan pura-pura.
Dan amanah ini pernah ditawakan kepada gunung dan makhluk lainnya
Namun mereka menolak karena tiada sanggup untuk memikulnya.
Lalu manusia yang telah menyanggupi untuk menanggung amanah ini kerana sifat manusia itu yang suka tergesa-gesa.
Tidakkah engkau memperhatikan dari apa engkau diciptakan?
Jasad yang kaku dari saripati air, api, angin dan tanah.
Engkau yang dulunya mati diberi hidup.
Engkau yang tiada mengetahui sesuatu lalu di ajarkan ilmu.
Engkau yang dahulunya lemah diberi upaya.
Engkau yang dulunya tiada kehendak diberi nafsu.
Engkau buta lalu diberi penglihatan.
Engkau tuli lalu diberi mendengar.
Engkau bisu lalu diberi berkata-kata.
Dan Alloh Ta’ala yang menyempurnakan kejadianmu mengikut ketetapan atas kehendakNya.
Dan kejadian dirimu adalah bersesuaian dengan apa keperluan selama kehidupanmu atas dunia.
Lalu apakah engkau menganggap segala itu adalah sia-sia tanpa apa-apa makna.
Apakah masih engkau mempunyi alasan untuk menyirnakan itu semua?
Tangan dan jari-jemarimu yang di jadikan sesuai dengan keperluan untuk pekerjaan dan menjaga keperluan tubuhmu.
Kaki yang dijadikan untuk engkau berdiri dan berjalan mencari keperluan hidupmu.
Masihkah tiada perlu engkau syukuri semua itu?
Maka nikmat Alloh Ta’ala yang mana lagi hendak engkau dustakan, setelah segalanya lengkap dan sempurna kalimat Alloh Ta’ala atas dirimu & sempurna kejadianmu.
Kenapa tiada engkau bersungguh-sungguh memperhatikan akan sifat kepemurahan yang amat kasih sayangnya Alloh Ta’ala padamu.
Kenapa engkau mempersia-siakan amanah Alloh Ta’ala yang telah engkau sanggupi menjaga kesuciannya, dengan melilitkan lumpur hitam noda dosa kelalaian yang tiada kesudahan?
Haruslah engkau malu dan mencela akan dirimu yang tak tahu mensyukuri dan tiada tahu berterimakasih kepada Alloh Ta’ala yang amat Maha Pengasih itu.
Ambillah peringatan ini sebelum tibanya hari penyesalan, yang tiada sesiapa pun akan bisa menolongmu, melainkan amalan solehmu yang ikhlas dalam kehambaan itu saja yg bisa menyelamatkanmu, dari kesusahan dan azab sengsara di Yaumil Mahsyar kelak.
Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad
Wallahu A’lam Bisshawab.
Ya Alloh, jadikanlah awal hariku ini sebagai kesuksesan dan akhirnyapun dipenuhi dengan keberhasilan serta pertengahan diliputi dengan kebaikan.
Ya Alloh, sampaikanlah sholawat kepada Rasululloh ﷺ dan keluarganya. Jadikanlah kami termasuk orang yang bertaubat kepadaMu, lalu Engkau menerima taubatnya dan orang yang bertawakkal kepadaMu, lalu Engkau melindungi dan orang yang merendah di hadapanMu, lalu Engkau Mengasihinya.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.
youtube.com/@djoeprichannel
sejenakpagi
😊❤️👍







