Bertemu Kakek dan Ibunda

SIROH NABAWIYAH (51) | Bertemu Kakek dan Ibunda

Tidak lama kemudian, datanglah seseorang bernama Waraqah bin Naufal dan seorang temannya dari Quraisy. Keduanya menyerahkan Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam kepada Abdul Muthalib,
“Ini anakmu, kami menemukannya di Mekah Atas.”

Alangkah lega dan gembiranya Abdul Muthalib.

“Cucuku!” katanya sambil mendekap Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam.

Abdul Muthalib memperhatikan cucunya dengan wajah berseri-seri, “Apakah kamu mau kakek ajak menunggangi unta yang hebat?”

“Mau. Tetapi, mana untanya kek?”

Sambil tertawa, orang tua itu mengangkat Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam dan mendudukkannya di atas bahu.

“Kau kini telah menduduki untanya, Nak! Ha….ha….ha….”

“Wah, unta hebatnya kok sudah tua ya Kek?”

“Biar tua, tapi ini unta yang hebat, cucuku! Lihat unta ini mampu mengajakmu berthawaf mengelilingi Ka’bah.”

Abdul Muthalib membawa Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam berthawaf di Kabah. Setelah itu ia memintakan perlindungan Alloh Ta’ala untuk cucunya itu dan mendoakannya.

“Mari kita menemui ibumu sekarang,” ajak Abdul Muthalib.

Alangkah senangnya anak dan ibu itu ketika mereka saling bertemu. Walaupun demikian, tersisip kesedihan di hati Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam ketika ia melepas Halimah As Sa’diyah, ibu susu yang selama ini telah merawatnya dengan limpahan kasih yang demikian besar.

“Selamat tinggal Muhammad. Jadilah orang besar seperti yang pernah dikatakan ibumu,” kata Halimah sambil beranjak pergi.

Sampai dewasa, Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam tidak pernah memutuskan tali silaturahim dengan ibu susunya itu.

Gembala Kambing
Mulai dari hidupnya di Bani Sa’ad sampai masa kecilnya di Mekah, hidup Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam dilalui sebagai seorang gembala.

Waraqah bin Naufal
Waraqah bin Naufal adalah paman Bunda Khodijah
(kelak menjadi istri Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam).
Waraqah bin Naufal tidak menyukai berhala. Ia tetap mengikuti ajaran Nabi Ibrahim.AS dan Nabi Ismail.AS, menjadi hamba Allah yang setia.
Ia tidak meminum minuman keras dan tidak berjudi. Ia bermurah hati terhadap orang orang miskin yang membutuhkan pertolongannya.

Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad

Wallahu A’lam Bisshawab

Yaa Alloh Yaa Robb…
Ampunilah dosa dan kesalahan Murrobi dan guru² kami.
Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudara² kami.

Yaa Alloh Yaa Robb…
Sehat dan sembuhkan saudara dan sahabat kami yang sakit.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Jadikan negri ini menjadi lebih baik.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

@sejenakpagi.official
😊❤👍